Penguatan kepada Keluarga Pdt. Japati Napitupulu

Ephorus HKBP:  Kita tidak Terpisahkan dari Kasih Tuhan

Hari ini, Kamis (21/3/2019), Ompu i Ephorus HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing memberikan penghiburan kepada keluarga Pdt. Japati Napitupulu, S.Th, M.Pd, atas meninggalnya ibunda Ny. Napitululu F. Br. Simanjuntak (Op Lunggu) di Balige. Salah satu keturunan Op. Lunggu yaitu Pdt. Japati Napitupulu, S.Th, M.Pd, (anak kedua dan 6 bersaudara) yang saat ini melayani sebagai Pendeta HKBP Ressort Tanah Tinggi Distrik VIII DKI Jakarta.

Ompu i Ephorus didampingi Kepala Staff Kantor Pdt. Robert Hutapea, S.Th, Kepala Biro Jemaat Pdt. Ebsan Hutabarat, M.Th, Kepala Biro Informasi Pdt. Arthur Lumbantobing, S.Th, Wakabiro Informasi Pdt. Yudi Simangunsong, M.Th, Kepala Balitbang Pdt. Ampu Aritonang, M.Th, Sekretaris Mitra Pdt. Sondang Napitupulu, M.Th, Wakabiro Oikoumene Pdt. Luspida Simanjuntak, S.Th, Pendeta HKBP Ressort Balige Pdt. Hotman Nababan, S.Th, Pdt. Miduk Sirait, M.Th, Pendeta HKBP Ressort Baruara Pdt. Marlon Simanungkalit, Pdt. Sinagariang Hutagalung, dan Staff Pdt. Alter P. Siahaan.

Ompu i Ephorus menyampaikan penguatan dengan berlandaskan Firman Roma 8 : 38 - 39 "Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita". Kenikmatan yang ber Tuhan, walaupun yang kita kasihi telah terlebih dahulu kembali bersama Tuhan, namun kasih karunia Tuhan tidak berhenti, tidak berkesudahan bagi setiap orang percaya kepadaNya.

Kita dijamin di dalam FirmanNya yang terus menerus menyapa hidup kita semua. Kita pasti mengingat perjuangan orangtua, dalam hal ini Ibu kita, yang sering tidak menghiraukan kebutuhannya sendiri, yang penting kebutuhan anaknya terpenuhi. Orangtua juga yang mampu mempersatukan semua keturunannya, namun kini telah mendahului kita, kembali kepada Firman, agar keluarga percaya tidak ada yang bisa memisahkan kita semua dari Kasih Allah yang ada didalam Yesus Kristus Tuhan kita, ini kabar baik, kata Ephorus HKBP.

Dalam adat batak, Op. Lunggu ini meninggal saurmatua dengan keturunan 53 orang (baoa 4 halak, boru 3 halak, pahompu sian baoa 17 halak, pahompu sian boru 13 halak, Nini 8 halak, nono 3 halak). Pihak keluarga Napitupulu juga menyampaikan ucapan terimakasih atas penghiburan yang disampaikan Ompu i Ephorus HKBP bersama rombongan. Lagu dan rangkaian acara sungguh meneguhkan kami terlebih dengan Firman yang disampaikan kepada kami. Dilanjut dengan Pdt. Japati Napitupulu yang turut juga menyampaikan terimakasih kepada Ompu i Ephorus HKBP bersama rombongan. Firman yang telah disampaikan Ompu i Ephorus sangat tepat dan pas kami rasakan.

Perjuangan Seorang Ibu dan Bapak, bapak tahun 2005 meninggal dunia dan Ibu kami meninggal dengan usia 86 tahun. Kerja keras, berladang, dari kami kecil sampai kuliah di STT HKBP, waktu wisuda tahun 1990 saya sungguh bersyukur karena ternyata Orangtua saya yang sangat hebat memperjuangkan anak - anaknya. Kiranya Tuhan senantiasa menyertai Ompu i Ephorus dan Ompu Boru dalam setiap pelayanan, kata Pdt. Japati Napitupulu. Keluarga juga menyampaikan informasi kalau adat dan pemakaman direncanakan akan dilangsung pada hari Sabtu 23 Maret 2019.

Acara penghiburan ini diawali dengan penjelasan rangkaian acara oleh Kepala Biro Jemaat, kemudian dipandu Praeses HKBP Distrik XI Toba Hasundutan Pdt. Donda Simanjuntak, S.Th, dilanjut dengan Pendoa Syafaat oleh Kepala Staff Kantor, dan ditutup dengan doa yang dibawakan Ompu i Ephorus HKBP. //(APS)

 

 

 

Pustaka Digital