HURIA KRISTEN BATAK PROTESTAN
TARUTUNG (9/3) – Biro Perempuan HKBP bersinergi dengan UPTD PPA Kabupaten Tapanuli Utara mengeluarkan imbauan tegas menyusul percobaan penculikan anak di wilayah Simorangkir. Kejadian bermula saat seorang siswa SD berusia 13 tahun dipancing pelaku menggunakan permen dan minuman bius, namun berhasil melarikan diri saat mobil berhenti di Hutaraja. Tim perlindungan anak Pemkab Taput bersama pemerintah desa telah mengunjungi korban untuk memberikan pendampingan. Kegiatan ini merupakan edukasi preventif bagi orang tua agar meningkatkan kewaspadaan terhadap keselamatan anak dari ancaman predator. Biro Perempuan HKBP menekankan pentingnya mengajarkan anak untuk tidak menerima apa pun atau mengikuti orang asing. Sinergitas ini bertujuan memastikan lingkungan yang aman serta memberikan perlindungan maksimal bagi generasi muda di Tapanuli Utara.
PADANGSIDIMPUAN (9/3) – HKBP Habinsaran menggelar acara peletakan batu pertama pembangunan menara gereja pada Senin, 9 Maret 2026. Prosesi ini dipimpin langsung oleh Praeses HKBP Distrik I Tabagsel-Sumbar, Pdt. Jahor Purba, M.Th., didampingi Pendeta Resort HKBP Habinsaran, Pdt. Lunar Siregar, serta Pdt. Aida Minarma Nainggolan, S.Th. Acara tersebut turut melibatkan partisipasi aktif dari unsur panitia pembangunan, perwakilan parhalado, serta jemaat setempat. Substansi kegiatan ini merupakan perwujudan komitmen jemaat dalam pengembangan sarana fisik rumah Tuhan guna menunjang kewibawaan dan operasional gereja. Pembangunan menara ini diharapkan menjadi simbol pertumbuhan iman sekaligus memperkuat identitas pelayanan HKBP di wilayah Padangsidimpuan. Sinergi antara pimpinan distrik, pelayan resort, dan jemaat dalam proyek ini menegaskan semangat kemandirian serta kebersamaan dalam menata infrastruktur gereja demi kemuliaan Tuhan.
PEARAJA (9/3) – Kantor Pusat HKBP mencatatkan peristiwa historis melalui penyerahan hibah lahan secara tulus oleh keturunan St. Kornelius Lumbantobing. Lahan tersebut diperuntukkan bagi perluasan akses jalan dan penataan taman di kawasan gerbang utama demi menciptakan lingkungan yang asri dan teduh bagi setiap pengunjung. Proses ini merupakan buah dari komunikasi intensif yang dilakukan oleh Pimpinan HKBP bersama pihak keluarga. Substansi kegiatan ini merefleksikan warisan iman keluarga St. Kornelius yang secara turun-temurun telah berkontribusi bagi gereja, termasuk menghibahkan lahan Makam Misionaris di masa lampau. Dengan penyerahan aset ini, HKBP dapat segera merealisasikan penataan kawasan pusat yang lebih representatif dan estetis. Peristiwa ini menjadi kesaksian nyata tentang kedermawanan warga jemaat dalam mendukung pengembangan infrastruktur pelayanan gereja secara berkelanjutan.
NAGASARIBU (8/3) – HKBP Nagasaribu, Resort Onanrunggu, Distrik II Silindung, merayakan Jubileum 125 tahun sebagai momentum syukur atas penyertaan Tuhan selama lebih dari satu abad. Perayaan ini memiliki makna mendalam karena jemaat kini telah mendapatkan kembali kebebasan akses ke ladang mereka setelah sebelumnya sempat mengalami pembatasan. Kehadiran pimpinan gereja dalam ibadah syukur ini disambut sukacita oleh warga yang terus menjaga keteguhan iman di tengah keterbatasan akses infrastruktur dan teknologi. Substansi kegiatan ini adalah kesaksian hidup tentang ketabahan dan kesetiaan jemaat di wilayah terpencil. Perayaan Jubileum menjadi simbol kemenangan iman dan pemulihan bagi masyarakat Nagasaribu dalam mengolah tanah sumber kehidupan. HKBP menegaskan bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi pertumbuhan spiritual, melainkan memperkuat ketergantungan umat kepada hadirat Tuhan yang terus memelihara pelayanan dari generasi ke generasi.
LAGUBOTI (8/3) – Kepala Departemen Koinonia HKBP, Pdt. Dr. Deonal Sinaga, memimpin ibadah Minggu Okuli di HKBP Laguboti Kota. Kehadiran beliau disambut penuh sukacita oleh jemaat yang dipimpin oleh Pdt. Renny Juwita Simanjuntak dalam suasana yang penuh semangat dan tertib. Pelayanan ini menjadi momen kebersamaan yang istimewa bagi jemaat setempat dalam menghayati iman di pertengahan masa Pra-Paskah. Terlihat ketertiban dan antusiasme ibadah di Laguboti mencerminkan pertumbuhan spiritualitas yang sehat di tengah jemaat perkotaan. Melalui pelayanan ini, HKBP terus berupaya menjalin kedekatan antara pimpinan pusat dengan akar rumput guna memastikan arah pelayanan yang selaras dan berdampak.
MEDAN (8/3) – Kepala Departemen Marturia HKBP melaksanakan kunjungan pastoral ke HKBP Griya Martubung, Distrik XXXI Medan Utara, yang melayani 504 kepala keluarga atau sekitar 1.882 jiwa. Ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Janti Hutauruk bersama jajaran pelayan ini menjadi momentum penguatan iman bagi jemaat yang terbagi dalam 13 sektor pelayanan. Dalam khotbahnya, Bapak Kepala Departemen Marturia menekankan pentingnya menumbuhkan kerinduan umat untuk bersekutu, baik di dalam gereja maupun di tengah keluarga. Substansi kegiatan ini adalah penegasan peran marturia (kesaksian) dalam membangun spiritualitas yang hidup melalui pesan “lului among inongmu, lului gereja, lului tondong”. Jemaat diajak untuk memelihara kasih kepada orang tua, gereja, serta sesama sebagai wujud perjumpaan nyata dengan Tuhan. Kunjungan ini diharapkan mampu memperbarui semangat pelayanan 40 orang penatua dan seluruh jemaat agar tetap setia menjadi saksi Kristus yang saling menopang di tengah masyarakat.
PONTIANAK (8/3) – Menjelang peringatan 78 tahun berdirinya HKBP Pontianak pada 13 Juni 2026, jemaat diajak untuk merefleksikan perjuangan para pendiri gereja sembari menatap masa depan pelayanan di wilayah tersebut. Momentum bersejarah ini ditandai dengan rencana peresmian HKBP Distrik XXXIII Kalimantan Barat yang dijadwalkan pada 14 Juni 2026. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperluas jangkauan pelayanan hingga ke daerah-daerah yang belum terjangkau melalui penambahan tenaga pelayan Tuhan. Substansi kegiatan ini adalah ajakan bagi generasi jemaat tahun 2026 untuk berperan aktif dan berpartisipasi nyata (pasidohot) dalam menorehkan sejarah baru bagi gereja. Melalui pembentukan distrik baru ini, HKBP berkomitmen menyatukan langkah seluruh jemaat demi kemandirian dan perluasan pelayanan di Kalimantan Barat. Panitia peresmian saat ini tengah mempersiapkan seluruh rangkaian acara agar prosesi transisi administratif dan spiritual ini dapat terlaksana dengan baik demi kemuliaan Tuhan.
BEKASI (8/3) – Praeses HKBP Distrik XIX Bekasi, Pdt. Henri Napitupulu, M.Th., melaksanakan kunjungan pastoral sekaligus melayani Ibadah Minggu Okuli di HKBP Papan Mas Resort Duta Permai. Dalam khotbah yang berlandaskan 1 Tawarikh 22:14-19, Praeses mengajak jemaat yang dipimpin oleh Pdt. Jhon Seven Manihuruk, S.Th., M.Si. ini untuk senantiasa mengarahkan pandangan dan hati hanya kepada Tuhan di tengah segala pergumulan hidup. Meski kehadiran jemaat terkendala cuaca dan banjir yang menggenangi akses jalan, ibadah tetap berlangsung dengan khidmat. Substansi kegiatan ini merupakan penguatan spiritualitas dan motivasi bagi para pelayan serta 188 kepala keluarga jemaat dalam membangun gereja, baik secara fisik maupun kualitas pelayanan. Praeses menekankan bahwa Minggu Okuli harus menjadi momentum refleksi diri untuk meyakini bahwa hanya kehendak Tuhan yang terbaik dalam hidup orang percaya. Kunjungan ini mempertegas kehadiran pimpinan distrik dalam mendampingi jemaat yang sedang berjuang mengembangkan sarana peribadatan di tengah tantangan lingkungan.
LAWE SIGALAGALA (8/3) – Kepala Departemen Diakonia HKBP, Pdt. Eldarton Simbolon, didampingi Kepala Biro Caritas Emergency, Osten Matondang, melaksanakan kunjungan pelayanan di HKBP Distrik XII Tanah Alas (Alaska) pada 7–8 Maret 2026. Kegiatan yang dipusatkan di HKBP Lawe Sigalagala ini dihadiri oleh sekitar 1.500 anggota jemaat dan para pelayan dari berbagai huria serta resort di wilayah tersebut. Substansi kegiatan ini berfokus pada penguatan kapasitas jemaat melalui pesan firman Tuhan dan pembekalan khusus. Dalam arahannya, Kadep Diakonia mempertegas peran strategis orang tua sebagai garda terdepan dalam membangun fondasi iman generasi muda, baik di lingkup keluarga, gereja, maupun bangsa. Melalui pemberdayaan ini, HKBP berkomitmen memperkokoh ketahanan spiritual keluarga kristiani dalam menghadapi tantangan zaman.
SEPAKU (8/3) – HKBP Distrik XXVII Borneo mengukir sejarah dengan meresmikan Kantor Distrik Pembantu dan Pos Pelayanan (Pospel) HKBP di Ibu Kota Nusantara (IKN). Ibadah Minggu perdana di Pospel IKN yang dilayani oleh Praeses Pdt. Samuel T.H. Ambarita, S.Th, dihadiri antusias oleh 182 jemaat dari berbagai ressort. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan silaturahmi bersama Kepala Desa Bumi Harapan sebagai wujud sinergi gereja dan pemerintah. Substansi kegiatan ini adalah langkah strategis perluasan pelayanan HKBP untuk hadir di pusat pemerintahan baru. Melalui kemitraan lintas denominasi dan koordinasi wilayah, HKBP berkomitmen mewujudkan kerukunan umat beragama serta memberikan kontribusi spiritual bagi masyarakat di wilayah IKN. Kehadiran fisik ini menjadi simbol kesiapan gereja dalam menyongsong masa depan pelayanan yang berkelanjutan.
TAPANULI (7/3) – Memperingati seratus hari bencana ekologis di Tapanuli, Ephorus HKBP bersama para Praeses dan Wakil Bupati Taput menghadiri pembukaan pameran foto reflektif di Huta Art Space. Foto-foto yang dipamerkan merupakan rekaman jejak peristiwa dari para saksi mata guna menghadirkan ruang refleksi kolektif. Dalam kesempatan ini, Ephorus dan jajaran pelayan menyaksikan langsung kesaksian para penyintas mengenai duka dan ketangguhan mereka di tengah luka alam. Substansi kegiatan ini adalah ajakan untuk mengingat kembali bencana tersebut sekaligus meneguhkan komitmen iman dalam merawat ciptaan Tuhan. Melalui kehadiran pimpinan tertinggi HKBP, pameran ini menekankan pentingnya kesadaran ekologis dan solidaritas gereja terhadap kelestarian lingkungan. Pameran ini masih akan berlangsung hingga satu bulan ke depan sebagai sarana renungan bagi masyarakat luas.
BANDUNG (7/3) – Persekutuan Pemuda Naposo Distrik (PPND) HKBP Distrik XVIII Jabartengdiy menyelenggarakan Malam Puji-pujian yang dihadiri oleh lebih dari 600 peserta di HKBP Bandung. Acara ini dimeriahkan oleh penampilan paduan suara dari HKBP Bandung, HKBP Jl. Reformanda, HKBP Cimahi Jl. Singa, dan PS Glorified, serta ditutup dengan lagu “Arbab” sebagai ajakan memuji Tuhan dengan talenta musik. Praeses Distrik XVIII, Pdt. Nekson Simanjuntak, turut hadir memberikan dukungan langsung dalam kegiatan yang penuh semangat kebersamaan ini. Substansi kegiatan ini adalah penguatan persekutuan dan kreativitas pemuda (NHKBP) melalui seni suara dan musik. Dengan memberikan penghargaan kepada para partisipan, PPND berupaya memacu semangat berkantata dan mempererat jejaring naposo di tingkat distrik. Langkah ini menegaskan peran strategis generasi muda dalam menjaga keberlanjutan tradisi musik gerejawi serta membangun komunitas yang solid dan inspiratif di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.
BALIGE (6/3) – Kepala Departemen Koinonia, Pdt. Dr. Deonal Sinaga, memimpin rapat “Koordinasi Gabungan” bagi seluruh personel pelayan di naungan Departemen Koinonia HKBP. Pertemuan yang berlangsung di Balige ini bertujuan menyatukan visi dan memperkuat sinergi tim melalui semangat kebersamaan dan sukacita dalam pelayanan. Substansi kegiatan ini berfokus pada penanaman nilai-nilai pelayanan “Striving for Excellence”, yakni tekad untuk memberikan hasil terbaik dalam setiap tugas gerejawi. Melalui koordinasi ini, Departemen Koinonia berkomitmen meningkatkan profesionalisme dan efektivitas pelayanan demi kemajuan jemaat HKBP. Langkah strategis ini diharapkan dapat mendorong setiap personel untuk melayani dengan kualitas terbaik yang berlandaskan kasih.
MARANTI (6/3) – HKBP Pardomuan Resort Maranti menjadi tuan rumah pelaksanaan Konvent Fulltimer Distrik XII Tanah Alas bulan Maret. Ibadah pembukaan dipimpin oleh Pendeta Resort Maranti, Pdt. Samuel Sitompul, S.Th, bersama Cln. Pdt. Erwin Damanik, S.Th sebagai liturgis. Bertepatan dengan Hari Doa Sedunia, pesan khotbah menekankan agar setiap pelayan dan jemaat menjadikan doa sebagai gaya hidup yang dilakukan secara konsisten dalam setiap aspek kehidupan. Substansi kegiatan ini berlanjut pada sesi sermon para pelayan (Fulltimer) yang dipimpin langsung oleh Praeses Pdt. Bikwai Simanjuntak. Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi pelayanan serta membekali spiritualitas para pelayan di wilayah Distrik XII Tanah Alas. Melalui penguatan rohani ini, HKBP terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan pastoral bagi jemaat dengan menjadikan doa sebagai fondasi utama dalam setiap gerak pelayanan.
MARANTI (6/3) – HKBP Pardomuan Resort Maranti menjadi tuan rumah pelaksanaan Konvent Fulltimer Distrik XII Tanah Alas bulan Maret. Ibadah pembukaan dipimpin oleh Pendeta Resort Maranti, Pdt. Samuel Sitompul, S.Th, bersama Cln. Pdt. Erwin Damanik, S.Th sebagai liturgis. Bertepatan dengan Hari Doa Sedunia, pesan khotbah menekankan agar setiap pelayan dan jemaat menjadikan doa sebagai gaya hidup yang dilakukan terus-menerus dalam setiap gerak kehidupan. Substansi kegiatan ini berlanjut pada sesi sermon para pelayan yang dipimpin oleh Praeses Pdt. Bikwai Simanjuntak. Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi pelayanan serta membekali spiritualitas para pelayan di wilayah Distrik XII Tanah Alas. Melalui penguatan rohani dan manajerial ini, HKBP terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan pastoral bagi jemaat di tengah dinamika zaman.
PEARAJA (5/3) – Pimpinan HKBP menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) rutin bulanan di Pearaja Tarutung. Pertemuan strategis ini dipimpin langsung oleh Ephorus HKBP sebagai ruang persekutuan untuk mengevaluasi pelayanan gereja, menindaklanjuti program kerja, serta mengimplementasikan keputusan Rapat Majelis Pekerja Sinode (MPS). Substansi kegiatan ini fokus pada penataan organisasi agar tetap setia pada panggilan pelayanannya. Melalui Rapim ini, pimpinan menyelaraskan langkah dalam doa dan tanggung jawab bersama demi kesejahteraan jemaat. Pertemuan ditutup dengan doa pengharapan agar seluruh pelayan dan warga HKBP senantiasa diberkati Tuhan dalam menjalankan tugas kesaksian dan pelayanan di berbagai tempat.
CIBITUNG (5/3) – Jemaat HKBP Marsada Cibitung memulai renovasi gedung gereja yang diawali dengan ibadah syukur yang dihadiri oleh Praeses HKBP Distrik XIX Bekasi, Pdt. Henri Napitupulu, M.Th. Renovasi ini bertujuan memperluas ruang ibadah, di mana lantai dua akan dikembangkan sepenuhnya menjadi area peribadahan utama, sementara lantai satu difungsikan untuk kantor, konsistori, dan ruang sekolah minggu. Substansi kegiatan ini menekankan pentingnya kesatuan hati dan ketulusan antara jemaat, parhalado, dan panitia dalam membangun fisik gereja. Praeses menegaskan bahwa kebersamaan adalah kunci utama kesuksesan proyek yang ditargetkan rampung dalam enam bulan tersebut. Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen HKBP Marsada Cibitung dalam memantapkan sarana pelayanan demi pertumbuhan iman jemaat di masa depan.
MEDAN (5/3) – HKBP Distrik X Medan-Aceh menyelenggarakan sosialisasi DioMart dalam rangkaian sermon parhalado di HKBP Resort Padang Bulan, Medan. Kegiatan bertema “Kesatuan Hati Membuka Jalan Berkat” ini dipimpin langsung oleh Praeses Pdt. Suwandi Sinambela, S.Th., M.Psi. Materi sosialisasi DioMart dipaparkan oleh CPdt. Paulus Sitanggang, S.Th. Substansi kegiatan ini fokus pada penguatan kemandirian ekonomi gereja melalui pemberdayaan unit usaha di bawah naungan distrik. Melalui DioMart, HKBP berupaya membangun sinergi ekonomi antarjemaat dan para pelayan untuk mendukung pelayanan yang lebih luas. Program ini menegaskan bahwa kebersamaan dalam tata kelola usaha yang profesional merupakan jalan berkat untuk keberlanjutan misi gereja di wilayah Medan dan sekitarnya.
JAKARTA (5/3) – Perayaan yang bertajuk “Konser Road to 165” akan segera digelar di berbagai kota besar Indonesia sebagai rangkaian peringatan HUT ke-165. Menariknya, harga tiket dikategorikan berdasarkan struktur kekerabatan Batak: Hula-hula (Rp2.650.000), Tulang Rorobot (Rp1.650.000), Boru (Rp500.650), dan Suhut (Rp265.000). Pagelaran ini bertujuan melestarikan musik tradisional agar tetap relevan di industri hiburan nasional sekaligus mempererat persekutuan jemaat. Rangkaian konser dimulai di Surabaya (13/02, MPH Ciputra World), Semarang (15/02, MAC), Bandung (17/02, Harris Convention), dan Jakarta (19/02, Smesco). Tur berlanjut ke Banjarbaru (12/04, Auditorium ULM) dan Bekasi (02/05, Bekasi Convention Centre), serta menyambangi Palangkaraya, IKN, Balikpapan, Pontianak, Bogor, dan Tangerang sepanjang Februari hingga Mei 2026.
SEMPUNG POLLING (5/3) – HKBP Sempung Polling melaksanakan upacara peletakan batu pertama pembangunan Rumah Huria sebagai bagian dari pengembangan sarana pelayanan gereja. Kegiatan ini dihadiri oleh para pelayan, parhalado, dan jemaat yang bersatu hati memulai pembangunan fisik guna mendukung kelancaran tugas pelayanan hamba Tuhan di tengah-tengah jemaat. Substansi kegiatan ini merupakan perwujudan kemandirian dan keswadayaan jemaat dalam menyediakan fasilitas pendukung bagi para pelayan. Pembangunan ini menjadi simbol pertumbuhan iman dan komitmen bersama seluruh warga HKBP Sempung Polling untuk terus memperkokoh fondasi pelayanan gereja di masa depan.
BEKASI (5/3) – Jemaat HKBP Jaya Sampura, Kabupaten Bekasi, terus berupaya memperjuangkan hak beribadah melalui koordinasi intensif dengan Kanwil Kemenkumham Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Pertemuan strategis ini difokuskan pada penyelesaian kendala pembangunan rumah doa agar sesuai dengan regulasi yang berlaku, demi menjamin kebebasan beribadah bagi seluruh jemaat di wilayah tersebut. Substansi kegiatan ini adalah manifestasi upaya HKBP dalam menempuh jalur dialogis dan legalitas dalam menghadapi tantangan pendirian rumah ibadah. Melalui dukungan pemerintah, HKBP berkomitmen menjaga kerukunan umat beragama sambil memastikan pemenuhan kebutuhan spiritual jemaat. Langkah ini menegaskan peran gereja sebagai mitra pemerintah yang taat hukum dalam menciptakan iklim inklusif di tengah masyarakat Bekasi. Berita Selengkapnya: jabar.tribunnews.com
CIBITUNG (5/3) – Jemaat HKBP Marsada Cibitung memulai renovasi gedung gereja yang diawali dengan ibadah syukur yang dihadiri oleh Praeses HKBP Distrik XIX Bekasi, Pdt. Henri Napitupulu, M.Th. Renovasi ini bertujuan memperluas ruang ibadah, di mana lantai dua akan dikembangkan sepenuhnya menjadi area peribadahan utama, sementara lantai satu difungsikan untuk kantor, konsistori, dan ruang sekolah minggu. Substansi kegiatan ini menekankan pentingnya kesatuan hati dan ketulusan antara jemaat, parhalado, dan panitia dalam membangun fisik gereja. Praeses menegaskan bahwa kebersamaan adalah kunci utama kesuksesan proyek yang ditargetkan rampung dalam enam bulan tersebut. Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen HKBP Marsada Cibitung dalam memantapkan sarana pelayanan demi pertumbuhan iman jemaat di masa depan.
JAKARTA (4/3) – Praeses HKBP Distrik VIII DKI Jakarta, Pdt. Oloan Nainggolan, secara resmi menerima Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Panitia Bona Taon dan Launching Orientasi Pelayanan 2026 di Sopo Marpingkir. Kegiatan yang diketuai oleh St. Dr. Serirama Butarbutar ini menandai tuntasnya rangkaian acara yang telah dilaksanakan pada 16 Februari lalu. Dalam arahannya, Praeses memberikan apresiasi tinggi kepada persekutuan lansia sebagai panitia pelaksana. Substansi kegiatan ini menegaskan peran strategis kaum lansia dalam menopang pelayanan distrik, baik secara spiritual maupun operasional. Acara ditutup dengan pembubaran panitia, sekaligus memperkuat komitmen seluruh elemen distrik dalam menjalankan orientasi pelayanan HKBP sepanjang tahun 2026.
MEDAN (3/3) – HKBP melalui Departemen Marturia meluncurkan program pelayanan bagi mahasiswa perantau di Kota Medan. Pertemuan perdana yang berlangsung di Ruang Ibadah Kantor Distrik ini memperkenalkan Pdt. Renata Panjaitan, STh sebagai pendeta yang ditugaskan khusus membimbing para mahasiswa jemaat HKBP. Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Distrik, Pdt. Indra Hutauruk, M.Th., mewakili Praeses Pdt. Suwandi Sinambela, S.Th., M.Psi., memberikan arahan dan motivasi pentingnya keterlibatan kaum muda dalam pelayanan. Program ini bertujuan mempererat persekutuan dan memperdalam iman mahasiswa, agar mereka tidak hanya berprestasi akademis, tetapi juga menjadi generasi yang berakar dalam Kristus serta siap berkontribusi bagi gereja dan masyarakat.
SURABAYA (3/3) – HKBP Distrik XVII Indonesia Bagian Timur (IBT) menggelar Ibadah Triwulan Lansia di HKBP Pogot, Resort Surabaya Timur. Ibadah ini dipimpin oleh Praeses Pdt. Samuel Sitompul yang menyampaikan firman Tuhan dari Mazmur 92:12-15, bersama Pdt. Wattanabe Pasaribu sebagai liturgis dan Pdt. Krimson Simamora dalam doa syafaat. Substansi kegiatan ini bertujuan mempererat persekutuan dan memberikan penguatan spiritual bagi kaum lansia agar tetap berbuah dan setia di masa tua. Melalui sambutan dari Ketua Lansia Pogot dan Distrik, ditegaskan pentingnya peran lansia dalam mewariskan iman. Pertemuan yang diakhiri dengan jamuan kasih ini akan berlanjut pada periode berikutnya di HKBP Surabaya sebagai bentuk pendampingan pastoral berkelanjutan di wilayah IBT.
LINTONGNIHUTA (3/3) – HKBP secara resmi melantik Ibu Lamroito Lumbantoruan sebagai Kepala Sekolah SD Swasta No. 2 HKBP Lintongnihuta, sebuah langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan berbasis iman di lingkungan gereja. Fokus utama penugasan ini adalah transformasi tata kelola pendidikan dan pengembangan karakter siswa yang berlandaskan nilai-nilai Kristiani. Dengan semangat keteladanan sesuai pesan 1 Timotius 4:12, kepemimpinan baru ini diharapkan mampu membawa institusi pendidikan HKBP menjadi sekolah yang unggul dalam prestasi sekaligus menjadi pusat persemaian moralitas bagi generasi muda. Pelantikan ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan misi pendidikan gereja dalam mencerdaskan kehidupan bangsa yang takut akan Tuhan. Melalui integritas dalam perkataan dan tingkah laku, Ibu Lamroito diharapkan mampu menginspirasi seluruh tenaga pendidik dan siswa untuk mencapai standar kualitas terbaik. Sinergi antara kepemimpinan sekolah, gereja, dan orang tua menjadi kunci utama untuk menciptakan ekosistem belajar yang sehat, suci, dan penuh kasih, sehingga setiap anak didik tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat bagi gereja dan masyarakat luas.
PEMATANGSIANTAR (3/3) – Segenap jemaat dan pelayan memberikan penghormatan terakhir kepada Pdt. Edison Simanjuntak melalui prosesi adat dan ibadah pelepasan di Sopo Godang HKBP Siantar Sawah. Fokus utama kegiatan ini adalah mengenang serta mensyukuri keteladanan iman almarhum yang telah mengabdikan hidupnya sebagai gembala yang setia, termasuk selama masa tugasnya di HKBP Bongbongan dan HKBP Sukadame. Momentum ini bertujuan menguatkan keluarga yang ditinggalkan serta mewariskan semangat pelayanan kasih dan ketulusan dalam membimbing jemaat kepada generasi penerus. Kesetiaan almarhum dalam memelihara iman hingga garis akhir menjadi inspirasi bagi komunitas gereja dan masyarakat luas di Pematangsiantar. Melalui acara penghormatan ini, keluarga besar Simanjuntak dan Purba bersama jemaat bersatu dalam doa syukur atas dedikasi almarhum yang telah menjadi saluran berkat bagi banyak jiwa. Penghayatan atas jasa-jasa rohani beliau diharapkan terus menghidupkan nilai-nilai kegembalaan yang penuh kasih di tengah-tengah pelayanan HKBP, serta memberikan pengharapan akan kemuliaan kekal di sisi Tuhan.
TANAH PUTIH (3/3) – HKBP Maranatha Simpang Benar memulai babak baru pengembangan fasilitas pelayanan melalui peletakan batu pertama pembangunan rumah dinas dan konsistori. Fokus utama kegiatan ini adalah peningkatan kualitas dukungan bagi para pelayan serta penyediaan ruang koordinasi yang lebih representatif bagi parhalado. Langkah strategis ini diambil setelah capaian kenyamanan gedung gereja yang telah maksimal, sehingga gereja kini dapat melangkah pada pemenuhan infrastruktur penunjang yang bertujuan memperlancar administrasi dan manajemen pelayanan di tengah jemaat. Pembangunan ini menjadi wujud nyata dari buah iman dan sinergi antara jemaat, panitia, serta pelayan yang berkomitmen mengerjakan kebaikan bagi Kristus. Dengan berpedoman pada pesan Filemon 1:6, proyek ini diharapkan mempererat kesatuan hati dan pengetahuan akan karya Allah melalui kerja sama yang tulus. Kehadiran rumah dinas dan konsistori baru ini direncanakan mampu menciptakan ekosistem pelayanan yang lebih efektif dan bermartabat, memastikan setiap program gereja di Simpang Benar terlaksana dengan dukungan sarana yang memadai demi kemuliaan Tuhan.
SILINDUNG (3/3) – HKBP Distrik II Silindung menyelenggarakan Konven di HKBP Garoga yang dipimpin langsung oleh Praeses, Pdt. Drs. Donald Sianturi, M.Div. Agenda ini difokuskan pada penguatan pelayanan melalui sermon untuk penyusunan khotbah, serta penyampaian warta distrik. Selain itu, momen ini menjadi ajang keakraban dalam perpisahan dan penyambutan para pelayan di lingkungan distrik. Di tengah agenda tersebut, HKBP Distrik II Silindung menunjukkan aksi nyata diakoni sosial dengan menyalurkan bantuan kepada 21 keluarga jemaat HKBP Hadataran Resort Garoga yang terdampak banjir. Aksi ini menjadi wujud nyata kehadiran gereja dalam meringankan beban sesama yang sedang mengalami pergumulan pasca gagal panen. — Apakah Anda ingin saya membantu merangkai poin-poin penting dari konven ini untuk laporan singkat ke kantor pusat HKBP?
SIBOLGA (3/3) – HKBP Sibolga Kota terus memperkuat peran kaum perempuan (Parompuan) melalui pembinaan iman dan karakter tangguh. Program ini sejalan dengan Tahun Pelayanan HKBP 2026 yang mengusung tema “Pengajaran Iman di Tengah Keluarga”. Ketua Dewan Koinonia HKBP Sibolga Kota, Tigor Panuturi Tambunan, menyampaikan bahwa pembinaan mencakup pelatihan spiritual, pengembangan kepemimpinan, hingga keterampilan ekonomi kreatif. Kegiatan yang didukung penuh oleh pimpinan jemaat, Pdt. Halim Perdana Simbolon, STh, ini melibatkan ratusan jemaat dari 11 lingkungan. Fokus utamanya adalah membentuk sosok perempuan yang tidak hanya kuat dalam doa, tetapi juga mandiri dan mampu menjadi teladan positif bagi keluarga, gereja, serta masyarakat luas.
JAMBI (3/3) – Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Wilayah (PGIW) memasuki babak baru dengan terpilihnya Pdt. Kaston Pasaribu sebagai ketua yang baru. Sosok yang saat ini menjabat sebagai Praeses HKBP Distrik XXV Jambi ini dipercaya memimpin organisasi lintas denominasi tersebut untuk periode mendatang. Dalam pergantian estafet kepemimpinan ini, refleksi mengenai masa jabatan ditegaskan sebagai pengingat bahwa setiap pelayanan adalah amanah yang bersifat sementara. Dedikasi Pdt. Kamson selama berkiprah di PGIW mendapat apresiasi tinggi. Pergantian ini menegaskan semangat pembaruan musim pelayanan bagi gereja-gereja, sekaligus komitmen HKBP dalam memperkuat ekumenisme serta pelayanan berkelanjutan bagi seluruh umat di Indonesia.
MEDAN (3/3) – Universitas HKBP Nommensen Medan (UHN Medan) kembali menorehkan prestasi membanggakan bagi institusi di bawah naungan HKBP. Prof. Dr. Tongam Sihol Nababan, SE., MSi, resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Ilmu Mikroekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis, sesuai Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI Nomor 2127/M/KPT.KP/2026. Prosesi penyerahan Surat Keputusan (SK) berlangsung khidmat di kampus UHN Medan. SK tersebut diserahkan oleh Kepala LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara kepada Rektor UHN Medan, yang kemudian diteruskan kepada Prof. Tongam. Pencapaian ini diharapkan menjadi berkat serta inspirasi bagi seluruh sivitas akademika dalam memperkuat dedikasi pendidikan di lingkungan Universitas HKBP Nommensen Medan.
MEDAN (2/3) – Memperingati Jubileum 75 Tahun, HKBP Distrik X Medan-Aceh memulai pembangunan Pos Pelayanan (Pospel) di Pasar IV, Desa Marindal II, pada Senin (2/03/2026). Lokasi proyek yang diprakarsai HKBP Titi Layang, Ressort Medan II Simpang Limun ini telah ditinjau oleh Praeses Pdt. Suwandi Sinambela, STh, MPsi, bersama tim Zending Distrik. Bangunan semi permanen berukuran 7×15 meter ini didirikan melalui gotong royong jemaat dan tukang. Pembangunan Pospel ini menjadi wujud nyata pelayanan HKBP dalam memperluas jangkauan pemberitaan Injil. Ibadah perdana dijadwalkan berlangsung pada Minggu (29/03/2026), sebagai tonggak bersejarah pelayanan bagi jemaat di wilayah tersebut.
LINTONGNIHUTA (2/3) – Yayasan Pendidikan (YP) HKBP Humbang Hasundutan menyelenggarakan pelantikan dan serah terima jabatan dua kepala sekolah baru di HKBP Sabungan Lintongnihuta. Jabatan Kepala SD Swasta 1 YP HKBP Lintongnihuta kini diemban oleh Bpk. Gilbert I. Pakpahan, S.Pd., sementara SD Swasta 2 dipercayakan kepada Ibu Lamroito Lumbantoruan, S.Pd. Acara ini dihadiri oleh Ketua Yayasan Pdt. Uwiq Ef Ben, jajaran pengurus YP Pematangsiantar, BPP, serta perangkat desa setempat. Substansi kegiatan ini mencakup regenerasi kepemimpinan sekolah dan pemberian penghargaan atas dedikasi pejabat sebelumnya. Dalam arahannya, Ketua Yayasan memberikan pembekalan dan motivasi agar para kepala sekolah baru mampu meningkatkan kualitas pendidikan di bawah naungan HKBP. Langkah ini mempertegas komitmen gereja dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pengelolaan lembaga pendidikan yang profesional dan berintegritas.
JAMBI (2/3) – Praeses HKBP Distrik XXV Jambi, Pdt. Kamson R.A. Pasaribu, M.Th., melayani ibadah syukur awal tahun (Bona Taon) Punguan Ina Kamis HKBP Jambi di Gedung Sopo Godang. Acara ini dihadiri oleh seluruh pelayan penuh waktu (fulltimer) HKBP Jambi di bawah pimpinan Pendeta Resort, Pdt. Julianus Sitorus, S.Th., M.Pdi.K. Dalam bimbingan pastoralnya, Praeses menekankan pentingnya meningkatkan kehadiran dan menjaga kesatuan hati dalam persekutuan kaum ibu. Substansi kegiatan ini bertujuan memperkuat fondasi spiritual keluarga melalui peran aktif kaum perempuan di gereja. Dengan semangat kebersamaan yang kokoh, Punguan Ina Kamis diharapkan menjadi pilar pelayanan yang berdampak positif bagi pertumbuhan jemaat HKBP di wilayah Jambi sepanjang tahun 2026.
MUARA (2/3) – Remaja HKBP Medan Krio melaksanakan kegiatan Retreat di Pulau Sibandang, Muara, sebagai sarana penguatan spiritualitas dan karakter di alam terbuka. Fokus utama kegiatan ini adalah membangun kedekatan personal antarremaja serta memperdalam pengenalan akan Tuhan melalui persekutuan yang intensif di luar rutinitas harian. Dengan mengeksplorasi keindahan ciptaan-Nya, para remaja diajak untuk merefleksikan peran mereka sebagai generasi penerus gereja yang tangguh dan memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Perjalanan rohani ini bertujuan menciptakan ruang bagi remaja untuk saling berbagi pengalaman iman dan mempererat kebersamaan dalam kasih Kristus. Melalui pendampingan yang akrab, kegiatan ini diharapkan mampu memotivasi anak-anak remaja agar semakin bersemangat dalam mengikuti persekutuan di gereja asal mereka. Momentum ini menjadi titik tolak bagi pertumbuhan iman yang lebih dewasa, sehingga sepulangnya dari Pulau Sibandang, para remaja membawa semangat pembaruan untuk menjadi saksi kasih Tuhan di tengah keluarga dan pergaulan mereka.
CIBITUNG (2/3) – HKBP Marsada Cibitung memulai langkah strategis pengembangan sarana ibadah melalui renovasi gedung gereja yang lebih luas dan representatif. Fokus utama kegiatan yang diawali dengan ibadah syukur ini adalah penguatan kesatuan hati antara jemaat, parhalado, dan panitia pembangunan. Praeses HKBP Distrik XIX Bekasi, Pdt. Henri Napitupulu, M.Th., menekankan bahwa ketulusan dan kebersamaan merupakan fondasi utama agar proses transformasi fisik bangunan ini berjalan selaras dengan pertumbuhan spiritualitas jemaat di wilayah Metland Cibitung. Renovasi ini bertujuan mengoptimalkan fungsi ruang, di mana lantai satu akan difungsikan sebagai konsistori dan ruang sekolah minggu, sementara lantai dua didedikasikan sepenuhnya sebagai ruang ibadah utama. Dengan target penyelesaian dalam enam bulan, pengembangan fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan serta kualitas pelayanan bagi seluruh kategori jemaat. Sinergi seluruh elemen gereja dalam mendukung pembangunan ini mencerminkan komitmen HKBP Marsada Cibitung untuk terus bertumbuh menjadi pusat persekutuan yang lebih baik dan menjadi berkat bagi lingkungan sekitar.
TANGERANG (2/3) – HKBP Distrik XXI Banten memperkokoh fondasi spiritualitas pelayan melalui Konven Pelayan Penuh Waktu dan Keluarga di HKBP Citra Raya. Fokus utama kegiatan yang dipimpin oleh Praeses Pdt. Sumihar Sinaga, M.Th., D.Min., ini adalah transformasi pengajaran iman yang dimulai dari lingkup keluarga para pelayan sebagai teladan bagi jemaat. Melalui seminar yang dibawakan oleh Kepala Departemen Koinonia HKBP, para peserta dibekali strategi praktis untuk menjadikan rumah tangga sebagai pusat persemaian firman di tengah tantangan zaman modern. Sinergi antara pimpinan distrik dan tuan rumah, Pdt. Amos Sinaga, bertujuan menciptakan ekosistem pelayanan yang harmonis dan berkualitas. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai iman ke dalam rutinitas keluarga, HKBP berkomitmen melahirkan generasi yang tangguh dan setia. Momentum ini menjadi sarana pembaharuan semangat bagi para pelayan untuk terus menjadi saluran berkat yang berdampak luas, dimulai dari penguatan spiritualitas di dalam rumah tangga mereka masing-masing demi kesejahteraan seluruh jemaat di wilayah Banten.
PEARAJA (2/3) – Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, M.ST., memberikan apresiasi dan penguatan rohani kepada Bapak Jujur Sianturi sekeluarga atas langkah transformatif pasca-penutupan PT TPL. Fokus pertemuan ini adalah mendukung keberanian jemaat dalam memulai babak baru melalui usaha mandiri yang selaras dengan upaya pelestarian alam. Langkah ini bertujuan menginspirasi warga jemaat lainnya agar tetap tangguh dan kreatif dalam mencari sumber penghidupan yang berkelanjutan. Melalui semangat kemandirian dan integritas, diharapkan setiap keluarga mampu bertumbuh secara ekonomi sekaligus menjadi penjaga kelestarian lingkungan demi kesejahteraan bersama dan kemuliaan nama Tuhan.
PEARAJA (2/3) – Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, M.ST., mengeluarkan surat pastoral strategis sebagai respons iman terhadap eskalasi konflik geopolitik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran. Fokus utama arahan ini adalah memanggil jemaat untuk mengedepankan kearifan dan pengendalian diri di tengah ketidakpastian global. Gereja menekankan pentingnya peran jemaat sebagai pembawa damai yang menolak narasi kebencian, serta mendorong solidaritas kemanusiaan bagi para korban terdampak. Hal ini bertujuan agar seluruh jemaat tetap kokoh dalam pengharapan dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi yang dapat merusak persatuan bangsa. Selain aspek spiritual, surat pastoral ini menyoroti perlunya kewaspadaan ekonomi dan sosial dalam menghadapi dampak konflik bersenjata terhadap stabilitas energi serta bahan pokok. Jemaat didorong untuk mengelola keuangan dengan bijak dan mengutamakan kebutuhan mendasar sebagai bentuk tanggung jawab praktis. Melalui penguatan nilai perdamaian dalam keluarga dan gereja, HKBP berkomitmen menjaga kerukunan nasional sekaligus aktif mendoakan para pemimpin dunia agar dianugerahi hikmat menuju jalan dialog. Langkah ini diharapkan mampu mengubah kegelisahan jemaat menjadi aksi nyata yang menyejukkan, menjadikan setiap orang percaya sebagai duta kasih Kristus di tengah krisis dunia yang kompleks.
AEK BADAK (1/3) – HKBP Distrik I Tabagsel Sumbar menggelar ibadah syukur di HKBP Aek Badak yang dipimpin langsung oleh Ephorus HKBP. Ibadah ini menjadi momen pengucapan syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang tahun 2025 serta peneguhan iman bagi gereja dalam memasuki tahun 2026. Usai ibadah, kegiatan dilanjutkan pertemuan pelayan penuh waktu dengan tema “teachable servant”. Forum ini menjadi ruang refleksi untuk meningkatkan karakter, spiritualitas, dan profesionalisme pelayanan. Selain itu, distrik menaruh perhatian pada bencana ekologis yang menimpa jemaat. Gereja berkomitmen bersinergi dengan pemerintah memulihkan lingkungan Tapanuli Raya sebagai wujud iman yang bertanggung jawab dalam memelihara ciptaan Tuhan.
BEKASI (1/3) – HKBP Mustika Jaya memulai transformasi pelayanan melalui peluncuran perdana Ibadah Minggu Keluarga untuk mempererat persekutuan kasih di dalam rumah tangga. Fokus utama kegiatan ini adalah mewujudkan ecclesia domestica (gereja rumah tangga) dengan menghadirkan seluruh anggota keluarga dalam satu meja ibadah secara berkala setiap tiga bulan. Inisiatif ini bertujuan memastikan nilai-nilai kekristenan tidak hanya berhenti di gedung gereja, tetapi hidup dan dipraktikkan secara nyata melalui kebersamaan, doa, dan pengajaran iman yang konsisten di antara orang tua dan anak-anak. Ibadah yang dilayani oleh Praeses HKBP Distrik XIX Bekasi, Pdt. Henri Napitupulu, M.Th., ini menekankan pentingnya kelahiran baru oleh Roh Kudus bagi setiap anggota keluarga agar mampu memancarkan kasih keselamatan kepada dunia. Meskipun dilaksanakan di tengah proses perampungan gedung baru, semangat jemaat menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pembangunan fisik sekaligus pertumbuhan spiritualitas keluarga. Melalui program berkelanjutan ini, HKBP Mustika Jaya berupaya menciptakan fondasi iman yang kokoh bagi generasi mendatang, menjadikan keluarga sebagai mezbah Tuhan yang hidup dan berdampak positif bagi masyarakat sekitar.
MINAS (1/3) – HKBP Resort Judika Distrik XXII Riau memperkokoh pelayanan melalui syukur ulang tahun gereja ke-8 dan pentahbisan dua sintua baru. Fokus kegiatan ini adalah penguatan komitmen pelayan yang tulus demi pertumbuhan iman jemaat. Momentum ini bertujuan memastikan estafet kepemimpinan rohani di Minas berjalan berkelanjutan bagi kemuliaan Tuhan.
BINJAI (1/3) – Praeses HKBP Distrik XXIII Binjai-Langkat, Pdt. Hotler Lumbantoruan, MM, memimpin ibadah Minggu Reminiscere di HKBP Kwala Sawit. Mengangkat nats Yohanes 3:1-17, pesan khotbah menekankan pentingnya kelahiran baru melalui Roh sebagai anugerah keselamatan Allah. Pelayanan ini dilanjutkan dengan pembinaan keluarga dalam bingkai Tahun Transformasi HKBP 2026. Substansi kegiatan ini adalah penguatan peran keluarga sebagai pusat pembentukan karakter di era digital. Praeses membekali kaum bapak sebagai imam, kaum ibu sebagai pendidik iman, dan generasi muda agar bijak berteknologi. Langkah ini menegaskan komitmen HKBP dalam menjaga integritas keluarga jemaat agar tetap kokoh sebagai saksi Kristus di tengah derasnya arus informasi dan perubahan zaman.
PANOMBEAN (1/3) – Praeses HKBP Distrik XXIV Tanah Jawa, Pdt. Tonggo PL Sitompul, M.Th., M.M., melaksanakan kunjungan pastoral dan pelayanan firman pada ibadah Minggu Reminiscere di HKBP Kampung Lalang, Resort Panombean Siursa. Sejak berdiri resmi pada 2005 dari hanya 6 KK, gereja ini kini berkembang melayani 44 KK (147 jiwa) di bawah pimpinan St. Selviana F. Tambun, S.Pd. Substansi kegiatan ini adalah penguatan iman bagi jemaat kecil namun dinamis. Praeses mengapresiasi progres signifikan jemaat yang meski berjumlah sedikit, tetap menunjukkan dedikasi tinggi dalam pembangunan fisik dan spiritual. Kunjungan ini menegaskan komitmen pendampingan distrik dalam memastikan setiap pos pelayanan terus bertumbuh menjadi kesaksian yang hidup bagi masyarakat sekitar.
PANOMBEAN SIURSA (1/3) – HKBP Kampung Lalang menunjukkan pertumbuhan iman yang signifikan melalui komitmen jemaat dalam merawat persekutuan meski dalam jumlah kecil. Fokus utama kunjungan pastoral Praeses HKBP Distrik XXIV Tanah Jawa, Pdt. Tonggo PL Sitompul, M.Th., M.M., adalah memberikan penguatan spiritual kepada 44 KK jemaat agar tetap tangguh melayani. Perjalanan gereja yang bermula dari pos pelayanan sederhana berlantai tanah ini kini bertransformasi menjadi komunitas yang solid di bawah kepemimpinan St. Selviana F. Tambun, S.Pd., dengan semangat gotong royong yang terus terjaga sejak awal pendiriannya. Kunjungan rutin ini bertujuan memastikan setiap jemaat, termasuk 28 anak Sekolah Minggu, mendapatkan pendampingan iman yang berkualitas untuk mendukung pertumbuhan rohani mereka. Praeses menekankan bahwa keterbatasan jumlah bukanlah penghalang untuk memberikan persembahan terbaik bagi kemuliaan Tuhan. Melalui pelayanan Firman pada Minggu Reminiscere, HKBP Kampung Lalang didorong untuk terus menjadi saksi Kristus yang berdampak di lingkungan sekitar. Sinergi antara para sintua dan jemaat diharapkan semakin memperkokoh fondasi gereja sebagai pusat transformasi iman yang mandiri dan berkelanjutan di wilayah Panombean Siursa.
DEPOK (1/3) – HKBP Arco mengawali implementasi Tahun Pengajaran Iman melalui peluncuran perdana Ibadah Minggu Keluarga yang menghadirkan kebersamaan lintas generasi dalam satu persekutuan. Fokus utama kegiatan ini adalah penguatan peran keluarga sebagai tempat pertama persemaian kasih, iman, dan nilai-nilai kehidupan. Dengan melibatkan anak-anak Sekolah Minggu beribadah bersama orang tua, HKBP Arco berupaya menciptakan ruang yang inklusif bagi setiap anggota keluarga untuk merasakan kehadiran kasih Allah secara kolektif dalam satu meja ibadah. Dalam khotbah yang dilayani oleh Pdt. Jhonny Sitorus, M.Th., berdasarkan Yohanes 3:1-17, ditekankan pentingnya kerendahan hati untuk mencari kebenaran dan mengalami kelahiran baru oleh Roh Kudus. Meneladani Nikodemus, setiap pribadi dan keluarga dipanggil untuk mengakui kebutuhan akan keselamatan guna menghadapi berbagai pergumulan hidup. Inisiatif ibadah bersama ini—yang secara khusus dilayani oleh keluarga St. S. Hutajulu/br. Simanjuntak—bertujuan memastikan bahwa pengajaran iman dipraktikkan melalui keakraban dan perlindungan timbal balik di dalam keluarga demi kemuliaan Kerajaan Allah.
MUARA ENIM (1/3) – Jemaat HKBP Muara Enim Ressort Lahat menggelar Pesta Bona Taon dengan tradisi Pasahathon Silua sebagai simbol ucapan syukur atas penyertaan Tuhan di awal tahun 2026. Fokus utama kegiatan ini adalah perwujudan iman melalui persembahan hasil bumi, makanan khas, hingga perlengkapan rumah tangga yang dibawa dengan sukacita oleh seluruh kalangan jemaat. Praktik kedermawanan ini bertujuan untuk mempererat kebersamaan serta menggalang dukungan finansial mandiri bagi keberlangsungan berbagai program pelayanan gereja sepanjang tahun mendatang. Aksi pengumpulan persembahan yang dipimpin oleh Pendeta Ressort ini dilanjutkan dengan prosesi lelang jemaat, di mana hasil penjualannya dialokasikan sepenuhnya untuk kas pelayanan Tuhan. Inisiatif ini mencerminkan kearifan lokal dalam mengelola sumber daya gereja, sekaligus mengedukasi jemaat tentang pentingnya semangat memberi dari ketulusan hati tanpa paksaan. Melalui sinergi antara kerelaan jemaat dan tata kelola parhalado yang bijak, HKBP Muara Enim berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan yang berdampak nyata bagi pertumbuhan iman dan kesejahteraan seluruh jemaat di wilayah tersebut.
BANTEN (1/3) – HKBP Citra Raya merayakan momentum iman melalui Pesta Huria yang dirangkai dengan ibadah Minggu Remiscere untuk mempererat persekutuan dan rasa syukur jemaat. Fokus utama kegiatan ini adalah membangun kebersamaan yang kokoh antarjemaat serta menggalang dukungan bagi pengembangan pelayanan di wilayah tersebut. Kehadiran para pimpinan gereja menjadi sumber motivasi bagi jemaat untuk terus bertumbuh dalam kasih dan pelayanan yang transformatif. Melalui perayaan ini, HKBP Citra Raya berkomitmen menjadi saluran berkat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar melalui berbagai program pemberdayaan dan aksi kasih. Kegiatan penuh sukacita ini dihadiri langsung oleh Kepala Departemen Koinonia HKBP, Pdt. Dr. Deonal Sinaga, didampingi Praeses HKBP Distrik XXI Banten, Pdt. Sumihar Sinaga, serta dipimpin oleh pendeta resort Pdt. Amos Sinaga. Sinergi antara pimpinan pusat, distrik, dan lokal ini bertujuan menyelaraskan visi misi pelayanan HKBP agar lebih relevan dalam menjawab tantangan zaman. Kemeriahan pesta huria ini diharapkan mampu membangkitkan semangat baru bagi seluruh jemaat untuk aktif berkontribusi dalam pembangunan fisik maupun spiritual gereja, sehingga kesaksian iman di Banten semakin berdampak nyata dan berkelanjutan.
KAMAL RAYA (1/3) – Jemaat HKBP Kamal Raya meresmikan fasilitas pelayanan baru yang terdiri dari Gedung Sekolah Minggu, Gedung Serbaguna, dan Rumah Dinas Pendeta Resort. Peresmian yang dipimpin oleh Pendeta Resort, Pdt. Dr. Anna Vera Pangaribuan, ini menjadi tonggak sejarah penting bagi jemaat yang dalam waktu tujuh bulan berhasil menuntaskan pembangunan fisik tersebut berkat dukungan swadaya jemaat dan para donatur. Substansi kegiatan ini adalah penguatan sarana prasarana untuk mendukung pendidikan iman anak serta efektivitas pelayanan pastoral. Kehadiran gedung baru ini diharapkan menjadi pusat transformasi bagi generasi muda dan ruang persekutuan yang lebih representatif. HKBP Kamal Raya menegaskan komitmennya untuk terus bertumbuh dalam rasa syukur dan kemandirian demi memperluas jangkauan pelayanan di tengah masyarakat
Berita Terkini HKBP



Renungan Harian HKBP
Renungan Terkini
Renungan Harian HKBP Senin, 9 Maret 2026
Nas: Yoel 2:12 “Berbalik kepada Allah dengan Segenap Hati”
Salam sejahtera bagi kita semua.
Doa Pembuka: Bapa di surga, kami bersyukur atas kasih-Mu yang menyertai kehidupan kami hingga saat ini. Saat ini kami akan mendengarkan Firman-Mu; terangilah hati dan pikiran kami agar kami mampu memahami serta melakukannya dalam hidup kami. Amin.
Refleksi Firman
Bapak dan Ibu yang dikasihi Yesus Kristus, Firman Tuhan hari ini tertulis dalam Yoel 2:12:
“Tetapi sekarang juga, demikianlah firman TUHAN: Berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh.”
Jemaat yang dikasihi Kristus, Alkitab mencatat bahwa Allah bukan saja Mahakuasa, Mahaadil, dan Mahakudus, tetapi Ia juga Mahapenyayang, Mahapengasih, dan Mahapengampun. Ia panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Melalui kasih-Nya yang besar, Allah senantiasa menanti umat-Nya yang melanggar perintah-Nya untuk kembali. Puncak dari kasih setia ini dinyatakan melalui pengorbanan Yesus Kristus yang menebus dosa manusia secara tuntas.
Namun, kasih Allah bukanlah pemakluman atas dosa. Allah tetap menegakkan keadilan, namun hukuman-Nya bukanlah untuk membinasakan, melainkan untuk memulihkan. Sebagaimana tertulis dalam Yehezkiel 33:11, Allah tidak berkenan pada kematian orang fasik, melainkan pada pertobatannya agar ia beroleh hidup.
Makna Pertobatan yang Sesungguhnya Nabi Yoel menyerukan agar umat Israel segera berbalik kepada Allah dengan segenap hati. Di tengah malapetaka serbuan belalang yang merusak kehidupan mereka, Allah justru membuka jalan keselamatan. Poin pentingnya adalah: “Sekarang juga.” Pertobatan tidak boleh ditunda; ia harus dilakukan sesegera mungkin sebagai bentuk prioritas hidup.
Bagi umat Israel, pertobatan ditunjukkan melalui ritual puasa, tangisan, dan aduan sebagai simbol penyesalan yang mendalam. Namun lebih dari sekadar ritual, intinya adalah kesediaan untuk meninggalkan jalan yang jahat dan mengarahkan seluruh fokus hidup kembali kepada Tuhan.
Aplikasi bagi Kita Hari Ini Melalui pengorbanan Kristus, kita telah menerima pengampunan dan dibaharui. Kasih setia Allah tidak hanya menghapus masa lalu kita, tetapi juga memberikan kekuatan baru untuk meninggalkan perbuatan dosa dan melangkah dalam kebaikan serta keteladanan.
Mari tunjukkan pertobatan nyata dengan meninggalkan cara hidup lama dan memulai lembaran hidup baru di bawah tuntunan Roh Kudus. Itulah jalan menuju kehidupan yang penuh damai sejahtera dan berkat.
AMIN.
Doa Penutup: Terima kasih Tuhan atas kasih-Mu yang begitu besar. Engkau membebaskan kami dari dosa dan kematian sehingga kami beroleh keselamatan. Ajarlah kami untuk selalu setia dan berjalan seturut dengan kehendak-Mu. Sepanjang hari ini, dalam setiap aktivitas dan perjalanan hidup, kami berserah penuh ke dalam tangan-Mu. Dengarlah doa kami, hanya di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Anugerah Tuhan kita Yesus Kristus, kasih setia Allah Bapa, dan persekutuan Roh Kudus kiranya menyertai kita sekalian. Amin.
Bvr. Sulastri Sitompul Kantor Biro Zending HKBP
Renungan Epistel Minggu Okuli, 8 Maret2026
Epistel Minggu Okuli : Ibrani 10: 19-25
Topik Minggu : Mengarahkan Hati dan Jiwa untuk Mencari Tuhan
10:19 : Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus,
10:20 : karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,
10:21 : dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah.
10:22 : Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.
10:23 : Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.
10:24 : Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.
10:25 : Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
Tritugas panggilan gereja adalah bersekutu, bersaksi dan melayani, segenap pelayan gereja dan jemaat menyatukan hati dan pikiran menghadap Tuhan dengan mengabdi pada Tritugas panggilan ini. Pelayanan kepada Tuhan mengacu paa epistel ini adalah pelayanan komunitas, yang saling memutuhkan satu dengan yang lain (ayat 25). Surat Ibrani banyak sekali berisikan nasihat untuk Bersatu dan meneladani Kristus. Nasihat ini berlaku sepanjang masa, baik waktu orang-orang Kristen Ibrani menghadapi pergumulan dan kesusahan saat itu, dan juga bagi kita yang sedang bergumul dan saat ini, serta para generasi-generasi penerus dengan tantangan dan kesusahan yang berbeda.
Nasihat yang berisikan ajakan untuk terus-menerus mencari dan menghadap Tuhan. Kalau kita perhatikan Ibrani 10:19-25 menuliskan kalimat „marilah kita“ hampir di setiap ayatnya (ayat 22-25). Kalimat ajakan ini selalu berasal dari komunitas dan berpadanan dengan Tuhan. Dengan kata lain dalam membangun komunitas yang berlandaskan kasih, setiap orang selalu mengajak untuk berbuat baik, bersandar pada pekerjaan Tuhan dan mengandalkan Tuhan dalam setiap perjalanan kehidupan.
Marilah kita mendekat (ayat 22), nasihat untuk hidup mendekat kepada Allah. Mendekat kepada Allah untuk menerima belaskasihan dan mendapat kasih karunia untuk menolong kita setiap hari. Dituliskan ayat 22, karena niat jahat pikiran yang jahat, hati yang jahat dapat sewaktu-waktu menguasai kita. Hendaklah tiap-tiap orang mendekat kepada Tuhan. Marilah kita berpegang teguh (ayat 23), secara jelas ayat ini menjelaskan tentang berpegang teguh pada keyakinan, pengakuan dan pengharapan kita di dalam Kristus. Berpegang teguh berarti melekat dan tidak melepaskan. Seperti ombak yang mengguncang kapal, mereka harus berpegang pada sesuatu yang aman. Demikian ketika orang Kristen menghadapi ombak kehidupan, harus berpegang teguh pada pengharapan akan janji Allah.
Marilah kita saling memperhatikan, menasehati (ayat 24-25), kita saling membutuhkan satu sama lain. Terkhusus dalam komunitas Kristen yang terikat dan satu tubuh dengan Kristus. Ajakan untuk saling memperhatikan dan menasihati. Bukan acuh tak acuh terhadap dosa, bukan tidak perduli terhadap sesama yang jatuh pada dosa. Melainkan saling memperhatikan dan menasihati untuk kasih Kristus. Kiranya Tuhan menolong kita. Amin.
Pdt. Joel Manullang
Renungan Evangelium Okuli, 8 Maret 2026
Evangelium Minggu Okuli : 1 Tawarikh 22: 14-19
Topik Minggu : Mengarahkan Hati dan Jiwa untuk Mencari Tuhan
Doa Pembuka : Damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal, itulah kiranya yang memelihara hati dan pikiran saudara, di dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Amin.
22:14 :Sesungguhnya, sekalipun dalam kesusahan, aku telah menyediakan untuk rumah TUHAN itu seratus ribu talenta emas dan sejuta talenta perak dan sangat banyak tembaga dan besi, sehingga beratnya tidak tertimbang; juga aku telah menyediakan kayu dan batu. Tetapi baiklah engkau menambahnya lagi.
22:15 : Lagipula engkau mempunyai sangat banyak pekerja, yakni pemahat-pemahat batu, tukang-tukang batu dan kayu dan orang-orang yang ahli dalam segala macam pekerjaan
22:16 : emas, perak, tembaga dan besi, yang tidak terhitung banyaknya. Mulailah bekerja! TUHAN kiranya menyertai engkau!”
22:17 : Dan Daud memberi perintah kepada segala pembesar Israel itu untuk memberi bantuan kepada Salomo, anaknya, katanya:
22:18 : “Bukankah TUHAN, Allahmu, menyertai kamu dan telah mengaruniakan keamanan kepadamu ke segala penjuru. Sungguh, Ia telah menyerahkan penduduk negeri ini ke dalam tanganku, sehingga negeri ini takluk ke hadapan TUHAN dan kepada umat-Nya.
22:19 : Maka sekarang, arahkanlah hati dan jiwamu untuk mencari TUHAN, Allahmu. Mulailah mendirikan tempat kudus TUHAN, Allah, supaya tabut perjanjian TUHAN dan perkakas kudus Allah dapat dibawa masuk ke dalam rumah yang didirikan bagi nama TUHAN.”
Saudara/i yang dikasihi Tuhan Yesus,
Nats minggu Okuli menggambarkan visi Raja Daud membangun rumah Tuhan (selanjutnya dituliskan, Bait Suci) dengan megah (meskipun Daud tidak diperkenankan Tuhan), yang kemudian dilanjutkan oleh putranya Raja Salomo. Sering sekali tokoh-tokoh dalam Alkitab menuliskan dan mengerjakan visi dalam perjalanan hidup mereka, contohnya Abraham diberikan visi oleh Tuhan yang melampaui keadaan fisik Abraham (lih. Kej. 15:5), Habakuk menuliskan visinya agar menjadi pegangan yang jelas dan pasti di masa depan (Hab. 2:2), dalam Perjanjian Baru Rasul Paulus menunjukan komitment total pada visi Ilahi, (Kis. 20:24). Dengan contoh ini dapat dikatakan visi Ilahi selalu berasal dari Tuhan yang melampaui kekuatan manusia dan mengerjakannya membutuhkan ketaatan.
Daud mengetahui bagian penting dari mengerjakan visi Ilahi membangun Bait Suci, yaitu “Mengarahkan hati dan jiwamu untuk mencari Tuhan, Allahmu”, bagian penting ini menjadi nasihat dan landasan bagi Salomo mempersiapkan Bait Suci. Sedikitnya ada 3 bekal yang bisa kita rayakan dari Minggu Okuli – Mataku tetap tearah kepada Tuhan:
- Ayat 14: “Sekalipun dalam kesusahan, …”
Daud menuliskan sekalipun dalam kesusahan, ia tetap menyediakan dan mempersiapkan segala sesuatunya untuk membangun Bait Suci yang megah. Mengajarkan kita dalam mengerjakan visi Ilahi diperlukan ketaatan meskipun kesusahan dan penderitaan yang akan kita hadapi. Firman Tuhan dalam ayat 14 sangat diperlukan saat-saat ini. Ketika ketakutan, khawatir dan putus asa merajai kehidupan, kita memerlukan kekuatan dari Tuhan. Mengandalkan Tuhan dalam setiap perjalanan hidup kita. Masa-masa passion adalah masa penyerahan diri dengan mengimani perjalanan penderitaan Kristus menuju Salib. Dibalik setiap kelemahan dan kesusahan manusia ada kekuatan dari Tuhan.
- Ayat 17-18 “Memberi bantuan dan Allah mengaruniakan keamanan”
Yang kita butuhkan dan lakukan sebagai sesama manusia adalah saling membantu, saling memperhatikan dan saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Seperti Daud dan para pembesar Israel kepada Salomo (ayat 17), Paulus juga menuliskannya dalam Surat Ibrani yang merupakan Epistle minggu ini. Dalam arak-arakan Tahun Transformasi, semua jemaat bersama-sama saling membantu dalam kasih untuk setiap pekerjaan Tuhan. Bukan saling menghakimi, saling menjatuhkan dan saling menyalahkan satu dengan yang lain.
- Ayat 19 “Mengarahkan Hati dan Jiwa untuk Mencari Tuhan”
Seluruh penduduk negeri diberikan Tuhan ke tangan Daud, Israel milik Tuhan. Di dalam gereja-gereja lokal segala sesuatu tunduk pada kepemimpinan Kristus, hal ini menciptakan penyerahan diri untuk mengarahkan hati dan jiwa dalam melayani Tuhan. Perjanjian Baru memiliki paham teologis bahwa Bait Suci/ Bait Allah bukan hanya sebatas bagunan fisik semata, melainkan orang-orang percaya yang mengimani Kristus sebagai Juruslamat. Mencari Tuhan bukan karena Ia pergi, melainkan sikap iman untuk senantiasa bersandar dan mengandalkan Tuhan dalam setiap rencana hidup. Kiranya Tuhan menyertai kita.
Doa Penutup : Allah sumber berkat, terimakasih atas banyak berkat yang Engkau berikan, berikanlah satu hal lagi yaitu hati yang bersyukur, hati yang setiap iramanya memuji dan memuliakan namaMu. FirmanMu yang terlah kami terima, ajarkanlah kami untuk senantiasa mencariMu dan mengandalkanMu di setiap langkah kehidupan. Kami serahkan hidup kami dalam tangan pengasihan Tuhan. Amin.
Renungan Harian HKBP Sabtu, 7 Februari 2026
Doa Pembuka: Terpujilah Engkau Tuhan yang senantiasa memberkati kami pribadi lepas pribadi dalam setiap aktivitas kehidupan kami. Kami akan memulai segala kegiatan kami pada pagi hari ini engkau yang memberkati kami, terlebih firmanMu yang akan menjadi pedoman bagi kehidupan kami, berkati hati dan pikiran kami supaya kami dipenuhkan oleh hanya karna FirmanMu. Di dalam nama anakMu Tuhan Yesus Kristus kami berdoa kepadaMu. Amin.
Firman Tuhan yang menjadi pedoman dalam menjalani hari ini di hari Sabtu 07 Maret 2026 tertulis di Yakobus 1:22 “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.” Demikianlah firman Tuhan.
Bapak/Ibu, saudara/i yang terkasih dalam nama Tuhan.
Latar Belakang Teks: Surat Yakobus ditulis oleh Yakobus, saudara Tuhan Yesus, yang menjadi pemimpin jemaat di Yerusalem (lih. Kisah Para Rasul 15). Surat ini ditujukan kepada orang-orang percaya yang tersebar di antara bangsa-bangsa (diaspora), yang sedang menghadapi pencobaan, tekanan, dan pergumulan hidup. Tema utama surat Yakobus adalah iman yang hidup. Bagi Yakobus, iman sejati tidak berhenti pada pengakuan mulut, tetapi nyata dalam tindakan sehari-hari. Dalam pasal 1, Yakobus berbicara tentang: Ketekunan dalam pencobaan, Hikmat dari Allah, Mendengar dan melakukan firman. Ayat 22 menjadi inti dari peringatan Yakobus: iman tanpa perbuatan adalah kosong.
Renungan:
A. “Menjadi Pelaku Firman”. Yakobus tidak berkata, “Berhentilah mendengar firman.” Mendengar firman itu penting. Setiap minggu kita datang beribadah, mendengar khotbah, membaca Alkitab, mengikuti pendalaman Alkitab. Namun masalahnya adalah ketika firman hanya berhenti di telinga dan tidak turun ke hati lalu diwujudkan dalam tindakan. Firman Tuhan bukan sekadar informasi, tetapi transformasi.
- “Bukan Hanya Pendengar Saja”. Pada zaman itu, banyak orang Yahudi bangga karena mereka memiliki Taurat dan sering membacanya. Tetapi Yakobus menegur: jangan merasa rohani hanya karena sering mendengar. Kekristenan bukan sekedar: Rajin ke gereja, Hafal ayat Alkitab, Aktif pelayanan. Tetapi apakah hidup kita berubah?
- “Menipu Diri Sendiri”. Ini bagian yang paling keras. Orang yang hanya mendengar firman tetapi tidak melakukannya sedang menipu dirinya sendiri. Artinya: Ia merasa sudah benar, Ia merasa sudah cukup Rohani, Padahal hidupnya tidak mencerminkan firman. Penipuan yang paling berbahaya adalah ketika kita menipu diri sendiri.
Mari kita bertanya pada diri sendiri:
- Apakah firman yang saya dengar setiap Minggu mengubah sikap saya di rumah?
- Apakah saya mengampuni karena firman berkata mengampuni?
- Apakah saya jujur dalam pekerjaan dan pelayanan?
- Apakah saya mengasihi sesama, termasuk yang menyakiti saya?
Iman sejati selalu terlihat dalam tindakan nyata.
Aplikasi dalam Kehidupan
- Di Dalam Keluarga. Jika firman berkata kita harus sabar dan lemah lembut, maka praktikkan dalam berbicara kepada pasangan dan anak.
- Dalam Pekerjaan/Pelayanan. Jika firman berkata kita harus jujur, maka jangan kompromi dalam hal kecil sekalipun.
- Dalam Menghadapi Konflik. Jika firman berkata ampuni, maka belajarlah melepaskan dendam.
- Dalam Kehidupan Rohani. Jangan hanya mencatat khotbah, tetapi buat komitmen kecil setiap minggu: “Apa yang akan saya lakukan dari firman ini?”
Penutup
Saudara-saudari terkasih, Iman bukan hanya didengar — iman harus dihidupi. Firman bukan hanya dipelajari — firman harus dipraktikkan. Dunia tidak membutuhkan orang Kristen yang hanya pandai berbicara, tetapi yang hidupnya menjadi kesaksian. Kiranya setiap firman yang kita dengar tidak berlalu begitu saja, tetapi berakar, bertumbuh, dan berbuah dalam kehidupan kita.
Doa Penutup: Terima kasih Tuhan untuk FirmanMu yang memberikan pemahaman dan kekuatan untuk memenangkan hari ini di dalam kemuliaan namaMu. Berkatilah setiap pekerjaan kami, lindungi dan jaga setiap orang tua kami, keluarga kami, jemaatmu, anak-anak kami dalam menjalani kehidupannya dan pendidikannya. Kami serahkan hidup kami hari ini, esok dan untuk selamanya kedalam tangan pengasihanMu. Di dalam Yesus Kristus kami berdoa dan mengucap syukur. Amin.
Pdt. Pangihutan Hasibuan
Renungan Harian HKBP Jumat, 06 Maret2026
Doa Pembuka:
Allah Bapa yang kami sembah di dalam Anak-Mu, Tuhan Yesus Kristus. Kami bersyukur atas semua nikmat hidup yang telah Tuhan berikan pada kami. Tuntunlah kami, ya Tuhan, agar terus mensyukuri hidup kami dan senantiasa terhubung pada-Mu. Terlebih, dalam memahami dan menghidupi Firman-Mu. Amin.
Bapak, Ibu, Saudara, Saudari yang dikasihi Tuhan, yang menjadi ayat renungan kita hari ini tertulis di dalam Hosea 2 : 18-19. Beginilah bunyi Firman Tuhan,
“Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang. Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam kesetiaan, sehingga engkau akan mengenal TUHAN”.
Bapak, Ibu, Saudara, Saudari yang dikasihi Tuhan.
Dalam kehidupan kita, pengkhianatan bukanlah hal yang asing. Kita sering menjumpainya di sekitar kita. Ada teman yang mengkhianati sahabatnya. Ada pasangan yang tidak setia kepada pasangannya. Bahkan ada mereka yang telah terikat dalam janji suci pernikahan yang tetap saja mengkhianati komitmen yang pernah diikrarkan di hadapan Tuhan dan manusia. Namun di era ini, era yang dipenuhi dengan berbagai kecanggihan teknologi dan informasi, kita pun kerap berkhianat kepada Tuhan, yaitu ketika kita lebih mempercayai, menyukai dan lebih setia dengan teknologi. Kita memandang teknologi memiliki kemampuan untuk menjawab kebutuhan kita dengan cepat, memberi rasa aman, dan menyediakan hiburan tanpa batas. Di saat itulah, kita sering mengkhianati Tuhan.
Demikianlah yang terjadi dalam firman Tuhan hari ini, ketika Hosea yang diperintahkan Allah untuk memperistri Gomer, yang merupakan perempuan sundal yang tentu akan jauh dari kesetiaan (bnd. Hos. 3:1). Hal ini menjadi gambaran relasi Israel dengan Allah. Bangsa itu mencampur penyembahan kepada TUHAN dengan penyembahan berhala. Mereka lebih mempercayakan keamanan pada aliansi politik dan ritual kesuburan Baal daripada kepada Allah. Mereka lebih mempercayakan kehidupan mereka kepada berhala daripada Tuhan yang telah memelihara kehidupan mereka. Namun di tengah pengkhianatan tersebut, Allah justru menyatakan respons yang mengejutkan, “Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya.” Kalimat “menjadikan engkau isteri-Ku” (Ibrani: ʾāras) berarti bertunangan secara sah, atau sebuah ikatan perjanjian yang resmi dan mengikat. Ungkapan ini bahkan diulang tiga kali (ay. 18–19) sebagai bentuk penegasan dan kepastian. Sekalipun Israel tidak setia dan mengkhianati Allah, Ia tidak membatalkan perjanjian-Nya.
Namun, respons Allah berbeda dengan insting bertahan hidup manusia. Allah bukan memutus hubungan, tetapi memperbaruinya. Ketika manusia tidak setia, Allah tetap setia. Kasih Allah tetap berdiri dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang, dalam kesetiaan. Semua sifat ini hanya ada dalam diri-Nya, yang artinya Dia memberikan seluruh diri-Nya. Dalam wujud kasih Allah yang demikianlah, kita dapat mengenal Dia secara intim. Masalah utama saat ini adalah hati kita yang mudah berpaling karena tidak sungguh-sungguh mengenal Tuhan secara intim, layaknya pasangan. Ketika relasi kita dengan-Nya dangkal, kita mudah mencari sandaran lain. Karena itu, sesungguhnya yang kita butuhkan adalah pembaruan relasi, yakni supaya kita sungguh mengenal Dia dan hidup dalam kesetiaan kepada-Nya.
Bapak, Ibu, Saudara, Saudari yang dikasihi Tuhan,
Di Minggu Reminiscere, di tengah suasana Pra-Paskah ini, kita diingatkan bahwa karya keselamatan lahir bukan karena kesetiaan kita, tapi karena kesetiaan Allah yang tidak berubah. Dan ini tampak dari pengorbanan anak-Nya, Yesus Kristus di kayu salib menebus dosa kita. Itu sebabnya, Firman Tuhan ini mengajak kita untuk mengingat kasih setia Tuhan yang tidak pernah berubah itu dengan cara mengenalnya lebih dalam. Mari memperbarui relasi kepada Allah dengan cara lebih mengenalnya secara intim, karena dengan begitu, kita tidak akan mudah berkhianat. Sebab ketika kita mengenalnya lebih dalam, hati kita hanya akan tertuju padanya, dan ketika di hati kita hanya ada Dia, kita dimampukan untuk hidup kembali dalam kesetiaan kepada-Nya. Amin
Doa Penutup
Kami memuji Engkau, ya Allah Bapa, yang setia mengasihi kami di tengah kerapuhan hati kami. Kami sering mengecewakanmu karena pengkhianatan kami. Karena itu, tolonglah kami, ya Tuhan, agar kami senantiasa mengenal-Mu semakin dalam dan hidup dalam kesetiaan pada-Mu. Amin.
CPdt. Rosmauli Sianipar
Renungan HKBP Kamis, 05 Maret 2026
Doa Pembuka
Terimakasih ya Allah sumber segala Rahmat. Syukur bagiMu yang senantiasa memberkati dan memelihara hidup kami hingga saat ini. Kami mau mendengar Firman mu ya Tuhan, kiranya Engkau hadir di setiap hati kami.
Ibrani 1:3
“Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,”
Kita tahu Cahaya bulan itu tidak bersumber dari dirinya, tapi itu Adalah cahaya yang dipantulkan dari matahari. Namun kita sering kali salah paham dan memaknai bahwa bulan menghasilkan cahanya sendiri tanpa bantuan dari tata surya lain.
Ibrani 1:3 mengatakan, “Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan.” Penggunaan kata cahaya dalam nas ini hendak menggambarkan bahwa pancaran cahaya itu tidak dapat terpisahkan dari sumbernya. Jika Allah adalah Matahari, maka Yesus adalah sinarnya. Keduanya tidak bisa dipisahkan.
Analogi ini membawa kita pada sebuah perenungan tentang identitas kita sebagai manusia. Sama seperti bulan yang tidak memiliki api atau cahaya sendiri, kita pun demikian. Bulan hanyalah benda mati yang gelap, namun ia menjadi indah dan terang ketika ia memposisikan dirinya tepat di hadapan matahari.
Ibrani 1:3 mengingatkan kita, bahwa Yesus adalah “pancaran cahaya kemuliaan Allah.” Ketika kita disebut sebagai “terang dunia,” itu bukan berarti kita memiliki kebaikan atau kesucian yang bersumber dari diri kita sendiri. Inilah hakikat kehidupan orang beriman: Cahaya yang kita pancarkan bukanlah milik kita, melainkan pantulan dari Kristus yang adalah Sumber Cahaya Sejati.
Saat ini merupakan masa-masa Prapaskah, dimana kita diperhadapkan pada kenyataan yang getir. Di tengah hiruk-pikuk dunia modern, banyak orang mulai kehilangan arah dan tidak lagi mengenal Allah yang sejati. Kita hidup di era di mana manusia cenderung “menciptakan Allah lain” atau berhala-berhala baru dalam hidupnya. Berhala ini tidak lagi berbentuk patung, melainkan berupa ambisi yang tak terkendali, ketergantungan pada teknologi, pemujaan terhadap kekayaan, hingga pengagungan terhadap diri sendiri.
Ketika manusia berhenti memandang kepada Kristus sang Cahaya sejati itu, mereka mulai mencoba menghasilkan cahaya mereka sendiri. Kita berusaha tampak “terang” melalui pencapaian, status sosial, atau citra di media sosial. Namun, cahaya buatan manusia ini bersifat semu dan melelahkan.
Ibrani 1:3 memberikan peringatan sekaligus penghiburan yang kokoh dalam kehidupan kita. Di tengah dunia yang seolah kacau dan penuh tuhan-tuhan palsu, firman Allah tetap “penuh kekuasaan” untuk menopang segala yang ada.
Kita diingatkan melalui Firman Tuhan Hari ini bahwa, Kemuliaan kita bukanlah milik kita, melainkan milik Dia. Semakin dekat kita dengan Yesus sang Cahaya Sejati, semakin terang pula hidup kita untuk menerangi sesama.
Doa Penutup.
Terimakasih ya Tuhan untuk sapaan firmanmu pada hari ini yang mengingatkan kami bahwa Engkau adalah sumber cahaya sejati dan pemilik kekuasaan ditengah dunia ini. Ajari dan tolonglah kami ya tuhan untuk mensyukuri semua berkat mu dalam hidup kami. Terpujilah Engkau
Amin.
C.Gr Jeffry Tarihoran
