HURIA KRISTEN BATAK PROTESTAN

PEARAJA (3/2) – Dalam Rapat Praeses HKBP, Pdt. Marolop Sinaga yang secara khusus diundang, mengungkapkan kekhawatiran atas 30% warga jemaat yang pasif akibat ketidakdewasaan rohani dan faktor ekonomi-sosial. Beliau menyoroti kecenderungan pelayan yang hanya fokus pada jemaat aktif, sehingga warga yang terjerat penyakit sosial merasa terabaikan. Sebagai solusi, Pdt. Marolop mendorong riset berbasis angket untuk memetakan kondisi jemaat secara akurat. Langkah selanjutnya adalah penguatan 12 seksi gereja dengan melibatkan aktivis dari tiap lingkungan (Wijk) guna mendampingi jemaat pasif secara konsisten dan terukur.

HELVETIA (2/2) – HKBP Maranatha Bersiap Rayakan Jubileum 50 Tahun Helvetia – Menjelang perayaan Jubileum 50 tahun HKBP Maranatha pada 14-15 Februari 2026, Pdt. Eko Pasaribu menginformasikan bahwa panitia terus melakukan persiapan intensif. Acara ini rencananya akan dipimpin langsung oleh Ompui Ephorus HKBP dan dihadiri sekitar 1.300 undangan, termasuk para pelayan fulltimer serta 25 pendeta di wilayah Helvetia. Selain ibadah syukur, acara akan dimeriahkan oleh artis ibu kota dan lucky draw dengan hadiah menarik seperti mesin cuci dan televisi. Perayaan ini diharapkan menjadi momentum kejayaan bagi jemaat HKBP Maranatha.

PEARAJA (2/2)– Momen penting terjadi di hari pertama Rapat Praeses HKBP, 2 Februari 2026, Kanal WhatsApp Resmi HKBP rilis ke publik. Saluran ini akan hadir sebagai media komunikasi cepat yang menyuplai informasi terbaru, mulai dari berita pelayanan Kantor Pusat hingga kabar inspiratif dari jemaat setempat. Baru saja dibuka, antusiasme warga jemaat sangat tinggi dengan jumlah pengikut yang terpantau telah mencapai 200 orang. Kehadiran kanal ini diharapkan mempererat persekutuan di era digital. Mari bergabung untuk mendapatkan informasi terpercaya melalui tautan: https://whatsapp.com/channel/0029VbBnCMOIHph9sDRDEO1D.

PEARAJA (2/2) – Sebanyak 32 Praeses HKBP dari berbagai distrik berkumpul di Kantor Pusat HKBP, Pearaja, untuk melaksanakan Rapat Praeses yang berlangsung pada 2-4 Februari 2026. Pertemuan strategis ini dibuka dengan agenda krusial bagi keberlangsungan pelayanan gereja. Beberapa poin utama yang dibahas meliputi pengesahan Buku Panduan Arsitektur Gereja HKBP demi keseragaman estetika bangunan, serta peningkatan kualitas spiritualitas dan kemampuan para pelayan tahbisan dalam memahami Firman Tuhan. Selain itu, para Praeses mulai membedah Draft Awal Perubahan Aturan dan Peraturan (AP) HKBP sebagai langkah adaptasi organisasi. Pertemuan ini juga mematangkan persiapan perayaan Ulang Tahun HKBP ke-165 yang akan menjadi momentum syukur besar bagi seluruh jemaat.

JAKARTA (1/2) – Ephorus HKBP melayani ibadah sore di HKBP Kernolong, Jakarta, sebuah gereja bersejarah yang berdiri sejak 1919 sebagai cikal bakal HKBP di Pulau Jawa. Momen ini menjadi catatan syukur pribadi yang mendalam bagi beliau, karena untuk pertama kalinya setelah 34 tahun masa pelayanan kependetaan, beliau berkesempatan memberitakan firman di gereja berusia satu abad tersebut. ​Mengacu pada Matius 5:1–10, Ephorus menekankan panggilan warga Kerajaan Allah untuk hidup dalam kebahagiaan sejati meskipun tengah berziarah di dunia. Beliau mengapresiasi keteguhan iman para perantau terdahulu yang telah menanamkan fondasi gereja di Batavia, yang hingga kini terus bertumbuh menjadi saluran berkat bagi generasi penerus.

PEARAJA (31/1) – Ephorus HKBP resmi mengumumkan hasil seleksi penerimaan Calon Pelayan (CP) HKBP tahun 2026 melalui surat nomor 126/L13/I/2026. Sebanyak 629 peserta dinyatakan lulus, terdiri dari 392 Calon Pendeta, 109 Guru Huria, 92 Bibelvrouw, dan 36 Diakones. ​Para peserta yang lolos diwajibkan mengikuti Latihan Kompetensi Profesi yang akan diselenggarakan dalam dua angkatan pada tahun 2026 dan 2027. Keputusan strategis ini diambil berdasarkan hasil ujian seleksi dan pembahasan Rapat Pimpinan HKBP. Melalui penambahan pelayan baru ini, HKBP berkomitmen memperkuat garda pelayanan rohani dan pembinaan jemaat demi kemuliaan Tuhan di berbagai pelosok wilayah.

JAKARTA (31/1) – Ephorus HKBP melakukan pertemuan strategis dengan Menteri Kehutanan RI guna membahas masa depan kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat di Tanah Batak. Pertemuan ini menjadi titik terang setelah menempuh proses koordinasi yang panjang dan berliku terkait kebijakan pengelolaan hutan di wilayah tersebut. ​Ephorus menyampaikan apresiasi mendalam atas keputusan yang diambil pemerintah. Hasil pertemuan ini membawa kabar sukacita bagi masyarakat karena memastikan perlindungan ekosistem sekaligus memberikan kepastian hak kelola bagi warga lokal. Langkah ini dinilai sebagai kemenangan bagi keadilan lingkungan yang akan memulihkan kembali keseimbangan alam Tano Batak demi kemuliaan Tuhan dan keberlanjutan hidup generasi mendatang.

TARUTUNG (30/1) – Ephorus HKBP menyambut hangat Kapten Gordon Siahaan dari Satgas PKH guna mendukung tindak lanjut pencabutan izin lahan melalui pemasangan pamflet di lokasi terdampak. HKBP berkomitmen penuh membantu proses pemulihan demi keadilan dan kelestarian alam di berbagai wilayah strategis. ​Dalam pertemuan tersebut, Ephorus mendesak pemerintah melibatkan pekerja TPL dalam program reboisasi agar tetap hidup bermartabat. Beliau juga mendorong realisasi pemberian dua hektare lahan bersertifikat hak milik (SHM) bagi keluarga pekerja untuk bertani. Sinergi ini diharapkan tidak hanya memulihkan ekosistem yang rusak, tetapi juga menjamin keberlangsungan ekonomi serta masa depan masyarakat lokal secara berkelanjutan.

MEDAN (30/1) – Ephorus HKBP memimpin ibadah syukur Distrik X Medan Aceh dengan menekankan orientasi pelayanan 2026, “Pengajaran Iman di Tengah Keluarga.” Mengacu pada Ulangan 6:4–7, beliau menyerukan pentingnya kasih yang utuh kepada Tuhan serta tanggung jawab orang tua dalam mewariskan iman kepada anak-anak secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. ​Sebagai langkah konkret, Distrik X mencanangkan pembukaan minimal sepuluh pos pelayanan baru tahun ini. Program strategis tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan kesaksian gereja. Ephorus mengajak seluruh jemaat bersatu hati mendukung visi ini melalui doa dan kerja sama nyata demi transformasi rohani keluarga yang kokoh di bawah tuntunan Tuhan.

PEARAJA (30/1) – Pimpinan HKBP menjajaki kerja sama strategis dengan Habitat for Humanity Indonesia untuk menyediakan rumah layak huni bagi keluarga kurang mampu di kawasan Toba. Pertemuan di Kantor Pusat HKBP ini membahas rencana pembangunan hunian sehat, akses air bersih, dan sanitasi sebagai upaya pengentasan kemiskinan ekstrem serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. ​Ephorus HKBP menyambut positif inisiatif ini sebagai perwujudan pelayanan diakonia yang nyata. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat kemitraan antara gereja dan lembaga kemanusiaan internasional dalam mentransformasi kesejahteraan warga jemaat. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen HKBP untuk menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan bagi pembangunan manusia dan lingkungan di sekitar Danau Toba.

MEDAN (30/1) – HKBP Berduka: Pdt. Justus Sihombing Tutup Usia 58 Tahun. Kabar duka menyelimuti Kantor Pusat HKBP atas berpulangnya Pdt. Justus Sihombing, Kepala Bagian di Biro Jemaat, pada 28 Januari 2026. Almarhum yang lahir pada 1 Agustus 1967 dikenal sebagai pelayan yang berdedikasi tinggi di birokrasi gereja. Prosesi pemakaman dilaksanakan hari ini, Jumat, 30 Januari 2026, bertempat di rumah duka, Jl. HM Joni Gg. Cemara No. 41, Medan. Kepergian amang Pendeta ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Hutasoit dan Nainggolan, serta seluruh rekan sekerja di HKBP. Kiranya Tuhan Sang Kepala Gereja memberikan penghiburan sejati bagi keluarga yang ditinggalkan.

SILANGIT (28/1) – Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, bersama Sekretariat Bersama Gerakan Oikumenis untuk Keadilan Ekologis di Sumatera Utara (GOKESU), menyampaikan apresiasi tinggi kepada Presiden Prabowo Subianto atas pencabutan izin PT Toba Pulp Lestari (TPL). Pernyataan sikap yang disampaikan di Jetun Silangit ini menekankan bahwa keputusan tersebut merupakan langkah krusial bagi pelestarian lingkungan di Tapanuli Raya dan Kawasan Danau Toba. Sebagai pimpinan tertinggi HKBP, Ephorus mendesak pemerintah agar segera menindaklanjuti kebijakan ini dengan pemulihan ekologis menyeluruh dan pengembalian hak-hak wilayah adat masyarakat yang terdampak selama puluhan tahun. Kehadiran HKBP dalam gerakan ini mempertegas peran gereja dalam memperjuangkan keadilan ekologis serta memastikan kesejahteraan jemaat dan kelestarian alam di tanah Batak tetap terjaga demi masa depan generasi mendatang.

SILANGIT (28/1) – Ephorus HKBP membagikan pengalaman mendebarkan saat penerbangan Jakarta–Silangit harus melakukan go-around akibat adanya helikopter di landasan. Meski sempat tegang saat pesawat berputar 20 menit, Ephorus bersyukur dapat mendarat dengan selamat. Beliau berharap koordinasi komunikasi penerbangan ditingkatkan demi kenyamanan penumpang. Dari ketinggian, Ephorus menyaksikan langsung “luka bumi” Tapanuli Utara berupa hutan gundul dan lahan monokultur. Beliau menyerukan langkah reboisasi nyata menyusul pencabutan izin perusahaan terkait oleh pemerintah. HKBP mendesak pemulihan ekosistem agar sungai kembali jernih dan alam Tapanuli terlindungi dari ancaman bencana yang berulang.

JAKARTA (28/1) – Praeses HKBP Distrik VIII DKI Jakarta, Pdt. Oloan Nainggolan, S.Th., menyambut kunjungan silaturahmi perwakilan Bank Tabungan Negara (BTN) di Kantor Distrik. Pertemuan yang dihadiri oleh jajaran KCP Kalimalang dan KC Jakarta Cawang ini bertujuan untuk mempererat hubungan dalam rangka suasana tahun baru serta mendiskusikan keberlanjutan kerja sama strategis antara HKBP dan BTN. Praeses memberikan dukungan penuh terhadap sinergi ini, khususnya dalam menghadirkan layanan perbankan khusus bagi pengurus dan jemaat HKBP. Melalui kemitraan tersebut, HKBP berharap dapat meningkatkan kualitas hidup jemaat serta memberikan kontribusi nyata bagi pemberdayaan ekonomi di lingkungan gereja, sejalan dengan semangat pelayanan yang profesional dan membawa berkat bagi bangsa.

SEPAKU (28/1) – Praeses HKBP Distrik XXVII Borneo, Pdt. Samuel Ambarita, S.Th., meninjau langsung lokasi Kantor Distrik Pembantu serta rumah ibadah di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN). Kunjungan strategis ini merupakan persiapan menyongsong ibadah perdana yang dijadwalkan pada 8 Maret 2026 mendatang. Selain meninjau fisik bangunan, Praeses juga memperkuat relasi sosial dengan bersilaturahmi kepada Kepala Desa dan Ketua RT setempat di Bumi Harapan, Sepaku. Langkah ini menjadi bukti nyata kehadiran dan komitmen HKBP dalam mendukung pembangunan spiritual di pusat pemerintahan baru, sekaligus memastikan pelayanan gereja berjalan selaras dengan perkembangan Ibu Kota Nusantara demi kemuliaan Tuhan.

DURI (28/1) – Praeses HKBP Distrik XXX Riau Pesisir menyambut hangat kunjungan silaturahmi pengurus Persekutuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) Kabupaten Bengkalis di Kantor Distrik. Pertemuan ini menjadi ajang syukur bersama dalam suasana tahun baru sekaligus wadah bagi PWKI untuk mensosialisasikan berbagai rencana strategis pelayanan mereka sepanjang tahun 2026. Melalui koordinasi ini, diharapkan tercipta sinergi yang lebih kuat antara gereja dan organisasi wanita Kristen dalam memperluas jangkauan pelayanan di wilayah Riau Pesisir. Praeses mengapresiasi semangat PWKI dan berharap program-program yang direncanakan dapat menjadi saluran berkat bagi masyarakat dan mempererat persekutuan antarumat Kristiani di Kabupaten Bengkalis.

SILANGIT (27/1) – HKBP menggelar sosialisasi sistem budgeting di Convention Hall Jetun Silangit. Acara dimulai pukul 10.00 WIB dengan ibadah pembukaan khidmat, disusul kata sambutan dari Ephorus HKBP yang hadir secara virtual melalui Zoom. ​Pertemuan strategis ini dihadiri oleh para pelayan fulltimer dan parhalado dari berbagai resort di sembilan Distrik, yakni Distrik 1, 2, 3, 4, 6, 7, 9, 11, dan 16. Kehadiran kelima pimpinan HKBP menegaskan pentingnya efisiensi dan transparansi pengelolaan keuangan gereja. Sosialisasi ini diharapkan mampu menyelaraskan manajemen anggaran di seluruh tingkat pelayanan demi kemandirian dan pertumbuhan HKBP di masa depan.

BEKASI (27/1) – Kepala Bidang Koinonia, Pdt. Sarma Siregar, S.Th., mewakili Praeses memimpin rapat sosialisasi program Punguan Parompuan Distrik (PPD) HKBP Distrik XIX Bekasi. Rapat ini menekankan peran strategis kaum perempuan sebagai motor transformasi dalam membangun keluarga Kristen yang tangguh. Sesuai arahan Praeses, pengurus diingatkan untuk menjalankan periodisasi kepengurusan di tingkat huria dengan tertib aturan dan semangat kebersamaan. Sebagai langkah awal, PPD yang diketuai Tiara Sianipar merencanakan Ibadah Bersama pada 10 Februari mendatang di Gedung Graha Tiara, Cikarang. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi pelayanan parompuan se-Distrik Bekasi agar berjalan elegan dan berdampak nyata bagi pertumbuhan iman jemaat sesuai tema transformasi tahun 2026.

PEARAJA (26/1) – HKBP Distrik II Silindung menggelar Ibadah Bona Taon 2026 yang dipimpin oleh Kepala Departemen Marturia HKBP di Pearaja, Tarutung. Dalam momentum ini, Praeses secara resmi meluncurkan 10 Program Prioritas Distrik sebagai kompas pelayanan setahun ke depan, selaras dengan tema “Pengajaran Iman di Tengah Keluarga”. Acara yang dihadiri seluruh Pendeta Resort ini turut diisi dengan pemberian beasiswa kemitraan serta tali kasih bagi para pelayan purnabakti. Melalui sinergi program dan semangat transformasi, HKBP Distrik II berkomitmen memperkuat fondasi iman keluarga jemaat dan meningkatkan mutu pelayanan holistik di seluruh wilayah Silindung sepanjang tahun 2026.

JAMBI (26/1) – Ephorus HKBP memimpin Ibadah Syukur Awal Tahun Distrik XXV Jambi di HKBP Jambi, sebuah gereja besar yang melayani 3.000 kepala keluarga. Kunjungan dua hari di wilayah pedalaman dan kota Jambi ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen jemaat terhadap Orientasi Pelayanan HKBP 2026, yaitu “Pengajaran Iman di Tengah Keluarga”. Ephorus mengapresiasi kesehatian dan kekompakan jemaat Jambi dalam pelayanan. Dengan semangat baru, pimpinan HKBP membawa pulang sukacita dan komitmen transformasi ini menuju Pearaja, Tarutung. Melalui kebersamaan ini, HKBP berharap setiap keluarga jemaat di Jambi menjadi fondasi iman yang kokoh dan berpengharapan bagi masa depan gereja.

MEDAN (26/1) – HKBP Distrik XXXI Medan Utara menyelenggarakan ibadah Bona Taon 2026 di HKBP Tanjung Mulia sebagai tuan rumah. Mengusung tema Tahun Transformasi 2026: “Pengajaran Iman di Tengah Keluarga” (Ulangan 6:4-9), kegiatan ini menekankan pentingnya peran orang tua dalam menanamkan nilai-nilai Alkitabiah kepada anak-anak sejak dini sebagai fondasi gereja yang kuat. Ibadah yang berlangsung penuh sukacita ini dihadiri oleh para pelayan dan utusan jemaat se-Distrik XXXI. Melalui momentum Bona Taon ini, HKBP Distrik XXXI berkomitmen memperkuat persekutuan dan mutu pelayanan di seluruh resort, guna mewujudkan transformasi rohani yang dimulai dari lingkup rumah tangga jemaat.

PEMATANG SIANTAR (26/1) – HKBP Distrik V Sumatera Timur menyelenggarakan Ibadah Syukur Awal Tahun 2026 sekaligus peluncuran resmi Orientasi Pelayanan HKBP 2026 di HKBP Sinta Nauli. Kegiatan ini menjadi titik awal bagi seluruh jemaat dan pelayan di Distrik V untuk menyelaraskan gerak pelayanan setahun ke depan dengan fokus pada penguatan iman dan transformasi gereja yang lebih inklusif. Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh utusan berbagai kategorial dan pimpinan jemaat se-Sumatera Timur. Dengan peluncuran orientasi ini, HKBP Distrik V berkomitmen menjalankan program kerja yang kreatif dan berdampak nyata bagi jemaat, serta memastikan visi besar HKBP tahun 2026 dapat terimplementasi hingga ke tingkat akar rumput.

KUTAJAYA (26/1) – HKBP Distrik XXI Banten menyalurkan bantuan sosial bagi warga jemaat yang terdampak musibah banjir di lingkungan HKBP Kutajaya, Resort Kutajaya. Penyerahan bantuan ini merupakan bentuk kepedulian nyata dan solidaritas antarjemaat untuk meringankan beban keluarga yang mengalami kerugian materiil akibat luapan air di wilayah tersebut. Melalui aksi kasih ini, diharapkan jemaat yang terdampak tetap kuat dan berpengharapan dalam menghadapi masa pemulihan. Pihak gereja mendoakan agar berkat Tuhan senantiasa melimpah bagi para dermawan yang telah berbagi, serta memohon perlindungan bagi seluruh warga jemaat agar tetap tegar menghadapi tantangan cuaca ekstrem di wilayah Banten.

SIPOHOLON (26/1) – Panitia Penerimaan Calon Pelayan HKBP menggelar tahapan verifikasi data di Seminarium Sipoholon. Proses ini diikuti sekitar 800 peserta yang sebelumnya telah mendaftar secara online maupun onsite. ​Kegiatan yang dimulai pukul 11.20 WIB ini mencakup verifikasi berkas bagi calon pendeta, guru huria, diakones, dan bibelvrow. Untuk menjaga ketertiban, meja verifikasi disusun spesifik berdasarkan jenis tohonan dan nomor urut peserta. ​Suasana di lokasi terpantau kondusif dengan ruang ujian yang telah tertata rapi. Tahapan verifikasi ini merupakan persiapan penting sebelum para peserta menghadapi ujian seleksi utama yang dijadwalkan berlangsung pada 27–29 Januari 2026.

CIKARANG (25/1) – Praeses HKBP Distrik XIX Bekasi, Pdt. Henri Napitupulu, M.Th., memimpin ibadah Minggu di HKBP Agape Cikarang. Mengacu pada Hagai 2:1-9, Praeses menekankan pentingnya membangun ecclesia domestica (Gereja rumah tangga) agar damai sejahtera Allah senantiasa dirasakan keluarga jemaat. Ia juga memotivasi 130 KK jemaat dan parhalado untuk tetap sehati dalam menuntaskan pembangunan fisik gereja. Usai ibadah, Praeses memberikan bimbingan pastoral kepada Pdt. Helen Saudur Manurung dan para sintua guna mempersiapkan Rapat Huria pada 1 Februari mendatang. Diharapkan, rapat tersebut menghasilkan program pelayanan yang lebih holistik, kreatif, dan penuh keramahan (hospitality) dalam merangkul seluruh lapisan jemaat.

JAYANTI (25/1) – Praeses HKBP Distrik XXIV Banten, Pdt. Sumihar Sinaga, meninjau langsung 150 warga jemaat Pospel HKBP Jayanti yang terdampak banjir di wilayah Jabodetabek. Pospel tersebut dilayani oleh Biv. Paska Maria Situmorang. Jemaat tetap berkumpul dalam persekutuan doa dan makan malam bersama di kediaman St. Lindung Nainggolan meski gedung gereja terendam air. Kunjungan ini meneguhkan iman jemaat bahwa damai sejahtera sejati bersumber dari hati yang taat (Hagai 2:1-9), bukan dari situasi luar. Kehadiran pimpinan distrik bersama para pelayan setempat menjadi wujud nyata kepedulian gereja dalam mendampingi warga yang sedang menghadapi musibah.

SIPOHOLON (25/1) – Kepala Departemen Koinonia HKBP, Pdt. Dr. Deonal Sinaga, memimpin ibadah Minggu III Setelah Epiphanias di HKBP Lumban Baringin, Resort Sipoholon. Mengangkat topik “Allah Memberikan Damai Sejahtera”, ia menekankan bahwa di tengah berbagai pergumulan hidup, jemaat harus tetap bersandar pada janji penyertaan Tuhan yang melampaui segala akal. Pesan pastoral ini mengajak jemaat untuk menjadi pembawa damai dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Melalui penguatan iman ini, diharapkan jemaat HKBP Lumban Baringin semakin kokoh dalam persekutuan dan menjadi berkat yang memancarkan ketenangan Kristus di tengah tantangan zaman yang kian kompleks.

JAMBI (25/1) – Ephorus HKBP bersama Praeses Distrik XXV Jambi melakukan audiensi hangat dengan Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, Minggu malam (25/1). Dalam pertemuan tersebut, Ephorus mengapresiasi perjalanan hidup inspiratif Gubernur yang meniti karier dari bawah hingga dipercaya memimpin Jambi untuk periode kedua. Ketangguhan masa lalu beliau dinilai menjadi akar kepedulian tulusnya terhadap kesejahteraan rakyat. Ephorus juga memuji stabilitas kerukunan umat beragama di Provinsi Jambi yang terjaga dengan baik di bawah kepemimpinan Al Haris. Pertemuan ini memperkuat sinergi antara HKBP dan Pemerintah Provinsi Jambi dalam merawat kebhinekaan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui kolaborasi spiritual dan sosial yang berkelanjutan.

TANJUNG JABUNG BARAT (25/1) – HKBP Simpang Rambutan, Resort Tungkal Ulu, merayakan sukacita ganda dalam ibadah syukur 25 tahun perjalanan iman sekaligus pelaksanaan Mameakhon Batu Ojahan (MBO), Senin (26/1). Ephorus HKBP memimpin prosesi sakral penanaman fondasi iman yang mencakup peletakan Alkitab, Konfesi, hingga Aturan Peraturan HKBP sebagai komitmen menjaga kekudusan jemaat. Perayaan yang dihadiri 1.070 jiwa ini juga menjadi bukti nyata toleransi di Jambi dengan kehadiran unsur pemerintah, TNI, Polri, serta tokoh lintas agama. Di usia perak ini, HKBP Simpang Rambutan meneguhkan diri untuk terus menjadi terang Kristus yang merangkul keberagaman demi kedamaian bangsa.

TARUTUNG (25/1) – Sekitar 800 pemuda memadati Gedung Sopo Partungkoan dalam ibadah Kebaktian Kebangkitan Iman (KKI) yang digelar Departemen Marturia bersama Distrik II Silindung. Mengusung tema “Pemuda Beriman di Tengah Tantangan Zaman”, kegiatan ini bertujuan membakar semangat spiritual generasi muda Tarutung agar tetap teguh menghadapi dinamika era modern melalui penguatan hati dan iman dalam Kristus. Dalam khotbahnya, Pdt. Dr. Deonal Sinaga mengajak pemuda hidup setia dan berani menjadi diri sendiri sesuai panggilan Tuhan. Acara yang didukung Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara ini ditutup dengan semboyan, “Pemuda Tarutung Stay Strong in Faith, Yes I Can”, sebagai komitmen bersama untuk terus bertumbuh dalam iman dan pengharapan di tengah perubahan dunia.

DURI (26/1) – Praeses HKBP Distrik XXX Riau Pesisir melaksanakan pembekalan intensif bagi para calon pelayan yang tengah menjalani masa Latihan Persiapan Pelayanan (LPP) Tahap 2 di Kantor Distrik. Kegiatan ini bertujuan untuk memantapkan kesiapan teologis dan praktis para calon pelayan sebelum mereka terjun sepenuhnya ke tengah jemaat. Dalam sesi tersebut, Praeses menekankan pentingnya integritas dan dedikasi dalam menjalankan tugas kependetaan. Pembekalan ini diharapkan dapat melahirkan pelayan yang tangguh, adaptif terhadap tantangan zaman, dan mampu mengimplementasikan program transformasi gereja dengan hati yang tulus demi pertumbuhan iman jemaat di seluruh wilayah Riau Pesisir.

DURI (25/1) – Praeses HKBP Distrik XXX Riau Pesisir, Pdt. German Butarbutar, S.Th., memimpin ibadah Minggu di HKBP Smirna, Resort Simpang Padang. Dalam khotbahnya yang merujuk pada Kitab Hagai, Praeses mengajak 150 KK jemaat mengenang transformasi gereja yang bermula dari pos ibadah sekolah minggu hingga menjadi Huria na Gok sejak Maret 2003. Gereja yang kini dilayani Bvr. Raya Fitri Pardede ini menjadi bukti nyata kekuatan doa dan kesatuan hati dalam mengatasi hambatan pembangunan. Praeses menegaskan bahwa kemegahan gedung HKBP Smirna adalah kuasa Tuhan, sekaligus mendorong jemaat untuk terus mengokohkan “bait suci” dalam pikiran dan perbuatan sehari-hari.

NATAR (26/1) – Distrik XXXII Lampung menyelenggarakan ibadah Bona Taon 2026 dengan penuh sukacita di HKBP Natar, Resort Natar, selaku tuan rumah. Mengangkat tema Tahun Transformasi 2026, kegiatan ini fokus pada “Pengajaran Iman di Tengah Keluarga” yang didasarkan pada nats Ulangan 6:4-9. Pesan ini menekankan pentingnya peran keluarga sebagai basis utama pertumbuhan iman jemaat di tengah tantangan zaman. Acara yang dihadiri oleh utusan jemaat se-Distrik Lampung ini menjadi momentum penguatan komitmen pelayanan bagi seluruh pelayan dan jemaat di awal tahun. Melalui transformasi pengajaran di rumah tangga, HKBP Distrik XXXII berharap dapat mewujudkan jemaat yang lebih tangguh dan setia dalam menghidupi firman Tuhan dalam keseharian.

PEMATANG SIANTAR (25/1) – HKBP Perumnas Batu Onom menggelar prosesi pemberian ulos dan tongkat bagi jemaat yang memasuki usia 70 tahun, Minggu (25/1). Pendeta Resort, Pdt. Sabar M. Lubis, S.Th, MM, menyerahkan langsung simbol tersebut sebagai bentuk penghormatan dan syukur atas penyertaan Tuhan bagi para lansia. Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian pastoral gereja dalam mengapresiasi kesetiaan jemaat lanjut usia. Melalui pemberian tongkat yang melambangkan kekuatan serta ulos sebagai simbol kehangatan berkat, HKBP Perumnas Batu Onom berharap persekutuan antar-generasi semakin erat. Jemaat diajak untuk terus mendoakan para orang tua sebagai bagian berharga dalam tubuh Kristus yang penuh sukacita.

TARUTUNG (24/1) – Pertemuan strategis antara Ephorus HKBP, Luhut Binsar Pandjaitan, dan Otoritas Dewan Energi Nasional (DEN) menyoroti dampak ekonomi masyarakat pasca-penutupan PT TPL dan bencana alam. Ephorus menekankan bahwa di balik dinamika kebijakan, terdapat ribuan rumah tangga yang kehilangan mata pencaharian. Pertemuan ini mendesak adanya langkah nyata berupa perlindungan keuangan bagi pekerja terdampak dan pemulihan ekonomi lokal yang cepat. HKBP berharap pemerintah tidak mengabaikan dimensi kemanusiaan serta memberikan skema transisi yang adil bagi masyarakat kecil. Suara moral ini ditegaskan agar setiap keputusan besar yang diambil negara tetap berpihak pada rakyat, memastikan tidak ada warga yang dibiarkan sendirian menghadapi ketidakpastian ekonomi di tengah krisis ekologis yang terjadi.

JAMBI (24/1) – Ephorus HKBP melakukan pertemuan hangat dengan Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar, guna mempererat tali silaturahmi dan komitmen merawat harmoni sosial. Dalam perjumpaan tersebut, Kapolda menyampaikan bahwa toleransi antarumat beragama di Provinsi Jambi terjaga dengan sangat baik berkat kerja sama seluruh elemen masyarakat. Ephorus mengapresiasi kerukunan tersebut dan mendoakan Kapolda agar senantiasa diberikan hikmat dalam menjaga keamanan wilayah. Setelah pertemuan, Ephorus melanjutkan perjalanan pelayanan selama empat jam menuju HKBP Simpang Rambutan, Resort Tungkal Ulu, didampingi Praeses Distrik XXV Jambi dan Kepala Biro Jemaat HKBP untuk menemui jemaat setempat.

SIPAGIMBAR (25/11) – HKBP Sipagimbar sukses melaksanakan Rapat Huria untuk menetapkan Anggaran dan Program Kerja tahun 2026. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi pelayan dan jemaat dalam menyusun langkah strategis pelayanan setahun ke depan, yang didasari pada rasa syukur kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Sang Kepala Gereja. Melalui hasil kesepakatan rapat ini, seluruh Parhalado (fungsionaris) dan jemaat berkomitmen untuk berkolaborasi dalam merealisasikan setiap rencana program yang telah disusun. Fokus utama pelayanan HKBP Sipagimbar tahun ini adalah memperkuat sinergi antara program kerja dan dukungan anggaran agar setiap kegiatan pelayanan dapat berjalan efektif, membawa sukacita bagi jemaat, serta menjadi kemuliaan bagi nama Tuhan (Marsangap ma Jahowa).

DEPOK (25/1) – Persiapan Huria HKBP ARCO sukses menyelenggarakan Rapat Huria untuk menetapkan Rencana Program Kerja dan Anggaran (RPKA) tahun 2026. Fokus utama rapat kali ini adalah merumuskan strategi kemandirian finansial pasca-pemberlakuan kebijakan Sentralisasi Keuangan HKBP. Guna menutupi biaya operasional pelayanan selama setahun, gereja akan mengoptimalkan swadaya jemaat serta penyelenggaraan Pesta Gotilon dan kegiatan penggalangan dana kreatif lainnya. Langkah swadaya ini diambil demi memastikan roda pelayanan di HKBP ARCO tetap berjalan stabil dan berkualitas. Melalui komitmen kebersamaan seluruh ruas, diharapkan kemandirian ekonomi ini berdampak positif pada pertumbuhan iman jemaat, sehingga seluruh program pelayanan yang telah direncanakan dapat terlaksana dengan baik demi kemuliaan Tuhan.

SIRISIRISI (25/1) – HKBP Sirisirisi menggelar perayaan Bona Taon perdana yang mempertemukan seluruh elemen jemaat dalam satu meja persekutuan. Acara makan bersama ini melibatkan seluruh kategori pelayanan, mulai dari Sekolah Minggu, Remaja-Naposobulung, hingga kaum Bapak dan Ibu, sebagai simbol rasa syukur atas penyertaan Tuhan di awal tahun 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan dan menciptakan kebersamaan yang inklusif di lingkungan gereja. Melalui momentum makan bersama ini, HKBP Sirisirisi menegaskan komitmennya untuk terus membangun kesatuan hati antar-generasi, sehingga setiap jemaat merasa memiliki dan mendukung pertumbuhan pelayanan gereja dengan semangat kekeluargaan yang berlimpah berkat.

TEMBESI (25/1) – HKBP Tembesi Trans Barelang resmi melantik Panitia Persiapan Resort sebagai langkah strategis dalam pengembangan struktur pelayanan gereja. Pelantikan yang berlangsung dalam suasana ibadah Minggu ini bertujuan untuk mempersiapkan kemandirian jemaat menjadi sebuah Resort yang utuh. Melalui momentum ini, seluruh panitia, parhalado, dan ruas (jemaat) diajak untuk tetap memiliki kesatuan hati (sada ni roha) dalam menjalankan tugas-tugas persiapan. HKBP berharap melalui peningkatan status ini, jangkauan pelayanan di wilayah Trans Barelang semakin efektif, teratur, dan mampu membawa pertumbuhan iman yang lebih signifikan bagi seluruh jemaat demi kemuliaan nama Tuhan.

TANAH JAWA (25/01) – HKBP Distrik XXIV Tanah Jawa menyelenggarakan ibadah Bona Taon 2026 di Sopogodang HKBP Tanah Jawa dengan penuh sukacita. Dipimpin oleh Praeses Pdt. Tonggo PL Sitompul, M.Th, M.M, acara ini menandai peluncuran Tahun Transformasi “Pengajaran Iman di Tengah Keluarga” (Ulangan 6:4-9). Kepala Departemen Diakonia, Pdt. Eldarton Simbolon, D.Min, hadir sebagai pengkhotbah sekaligus membagikan 250 bibit pohon durian dan alpukat untuk ditanam di lingkungan gereja se-Distrik. Selain refleksi pelayanan melalui kaleidoskop, Distrik XXIV juga memberikan tanda kasih kepada pelayan penuh waktu yang purnabakti atau sedang sakit. Melalui pembagian bibit pohon, perayaan ini tidak hanya menguatkan iman secara spiritual, tetapi juga mendorong kepedulian jemaat terhadap kelestarian alam sebagai bagian dari transformasi pelayanan yang holistik.

TARUTUNG (24/1) – Ephorus HKBP melalui akun media sosialnya, memberikan pesan pastoral penting mengenai etika bermedia sosial bagi jemaat dan masyarakat luas. Ia menekankan bahwa media sosial seharusnya menjadi anugerah untuk menyebarkan kasih, bukan alat pemecah belah. Ephorus mengingatkan agar setiap kata yang diunggah harus melewati “saringan hati,” karena jejak digital mencerminkan kedewasaan iman dan kejernihan batin seseorang. Sebagai orang percaya, jemaat diajak untuk bijak dalam menyaring konten dan tidak terjebak menyebarkan fitnah yang merusak martabat sesama. Sebelum bertindak di dunia maya, Ephorus mengajak setiap pribadi merenungkan apakah unggahan tersebut membangun dan memuliakan Tuhan demi menjaga persaudaraan yang rukun

BINJAI (24/1) – HKBP Binjai Baru sukses menyelenggarakan Rapat Huria tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Pimpinan Jemaat, Pdt. Rory Charles Sibarani, S.Th. Pertemuan ini bertujuan untuk menetapkan arah pelayanan dan merumuskan program kerja strategis sepanjang tahun ke depan. Melalui semangat “Sada Ni Roha” (Satu Hati), seluruh jemaat dan pelayan diajak untuk menyatukan langkah dalam mengimplementasikan hasil kesepakatan rapat. Fokus utama dari agenda ini adalah memastikan setiap program yang diputuskan dapat membawa transformasi spiritual dan sukacita bagi 150 KK jemaat, sehingga kehadiran HKBP Binjai Baru semakin berdampak nyata bagi lingkungan sekitar demi kemuliaan nama Tuhan.

BANDAR LAMPUNG (24/1) – Praeses HKBP Distrik XXXII Lampung, Pdt. Mauli Halomoan Aritonang, hadir sebagai pemberita firman dalam Ibadah Natal Persekutuan Kristiani Pengadilan Tinggi Provinsi Lampung. Kehadiran pimpinan distrik HKBP ini menegaskan peran aktif gereja dalam memberikan pendampingan rohani bagi para aparatur hukum di wilayah Lampung. Ibadah yang merupakan perayaan Natal pertama di lingkungan Pengadilan Tinggi ini menjadi sarana HKBP untuk mendorong nilai-nilai perubahan dan integritas. Melalui pesan yang disampaikan Praeses, HKBP berkomitmen memperkuat spiritualitas pelayan publik agar kasih Natal bertransformasi menjadi semangat pengabdian yang adil dan berdampak nyata bagi masyarakat di Provinsi Lampung.

JATISAMPURNA (24/01) – Praeses HKBP Distrik XIX Bekasi, Pdt. Henri Napitupulu, M.Th., meluncurkan Tahun Transformasi 2026 bertema “Pengajaran Iman di Tengah Keluarga” di HKBP Jatisampurna. Acara yang diawali ibadah syukur dan tradisi Manabur Boni ini menandai pelantikan Ir. Tardas Sihombing sebagai Ketua Panitia Tahun Transformasi. Pdt. David Farel Sibuea, M.Th., D.Min., dalam khotbahnya menekankan urgensi membangun ecclesia domestica sebagai benteng iman menghadapi tantangan zaman. Sebagai langkah konkret, Distrik XIX Bekasi meluncurkan Buku Ibadah Mingguan Keluarga hasil karya 48 pendeta serta Buku Panduan Keseragaman Pelayanan. Melalui 10 program prioritas yang diresmikan dengan dentuman tagading, HKBP berkomitmen mentransformasi keluarga jemaat menjadi sekolah kehidupan pertama yang berakar kuat pada nilai-nilai Kristiani di seluruh wilayah Bekasi.

SURABAYA (23/1) – Ephorus HKBP memimpin Ibadah Syukuran Tahun Baru 2026 Distrik XVII IBT di HKBP Surabaya. Ibadah ini menjadi momentum peneguhan Orientasi Pelayanan HKBP 2026: “Transformasi: Pengajaran Iman di Tengah Keluarga”. Melalui renungan Ulangan 6:4–7, Ephorus menekankan pentingnya peran keluarga sebagai pusat persemaian iman yang harus diwariskan secara tekun kepada generasi muda. Acara ini dihadiri Kepala Bappisus, Aries Marsudiyanto, dan Ketua Yayasan UHN, Effendi Simbolon. Dalam kesempatan tersebut, Ephorus menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas langkah tegas mencabut izin perusahaan perusak lingkungan di Sumatera Utara, termasuk PT TPL, demi kelestarian alam ciptaan Tuhan.

BUKATEJA (23/1) – Memasuki hari keempat, pembangunan pendopo Anak Sekolah Minggu (ASM) HKBP Bukateja menunjukkan kemajuan signifikan dengan selesainya tahap fondasi dan berdirinya struktur tiang penyangga. Proses pembangunan ini dikerjakan secara gotong royong oleh jemaat dan pekerja dengan penuh ketelitian demi menjamin keamanan bangunan. Pendopo ini dirancang sebagai ruang kreatif dan tempat belajar yang nyaman bagi generasi muda untuk mendalami firman Tuhan. Kehadiran fasilitas ini merupakan wujud nyata komitmen HKBP Bukateja dalam menyediakan “rumah” yang layak bagi anak-anak agar dapat bertumbuh dalam iman dan keceriaan di lingkungan gereja.

MEDAN (22/1) – Rapat Huria HKBP Sidorame yang dipimpin oleh Pendeta Resort, Pdt. Manuasa Silalahi, berjalan dengan tertib dan lancar. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam menyelaraskan program pelayanan jemaat ke depan demi kemuliaan nama Tuhan.

ONAN GANJANG (21/1) – Praeses HKBP Distrik III Humbang, Pdt. Robinsarhot Lumbangaol, bersama tim tanggap bencana menyalurkan bantuan si pir ni tondi bagi jemaat terdampak bencana ekologis di HKBP Sampe Tua dan HKBP Sitonong. Aksi ini merupakan wujud nyata kepedulian dan pendampingan gereja untuk menguatkan mental serta spiritual jemaat pascabencana. Melalui dukungan kasih ini, Distrik III Humbang berharap para jemaat di Resort Onan Ganjang dan Resort Sibuluan senantiasa diberikan ketabahan dan pemulihan yang cepat. Kehadiran tim tanggap bencana di lokasi menegaskan komitmen HKBP untuk tetap setia mendampingi jemaat dalam situasi sulit sekalipun.

TARUTUNG (22/1) – Kepala Departemen Koinonia HKBP membagikan kisah inspiratif Venansia Putri Hutabarat, mahasiswi IT Del yang kehilangan orang tua dan harta benda akibat banjir bandang di Huta Nabolon. Meski terpukul hebat oleh tragedi November lalu, Putri menunjukkan keteguhan luar biasa. Melalui pendampingan intensif Pdt. Paten Sidabutar dan koordinasi dengan Rektor IT Del, Prof. Arnaldo Sinaga, masa depan studi Putri kini terjamin berkat dukungan rekanan universitas. Solidaritas keluarga, termasuk abangnya yang kembali dari Afrika, serta perhatian gereja menjadi pilar kekuatan bagi Putri untuk bangkit dan melanjutkan cita-citanya meski di tengah duka mendalam.

Renungan Harian HKBP

Renungan Terkini

Renungan Harian Kamis 5 Februari 2026

PENYERTAAN TUHAN YANG MENGUATKAN KITA

                                               

Selamat pagi dan salam sejahtera  bagi saudara-saudari yang terkasih, semoga di pagi ini kita dalam keadaan sukacita dalam menyambut firman Tuhan.

 

Doa Pembuka: Marilah kita berdoa! Terima kasih ya Tuhan atas cinta kasihMu di dalam hidup kami  dan  memberikan yang terbaik buat kami, Tuhan  pimpinlah kami agar menjadi pelaku akan FirmanMu, sebentar lagi kami mau mendengarkan FirmanMu berfirmanlah Tuhan agar kami dapat bertumbuh dalam kebenaran firmanMu. Amin.

Saudara-saudari yang terkasih Firman Tuhan untuk memulai kegiatan kita pada hari ini  tertulis dalam 2 Tesalonika  1 : 11. Demikianlah Firman Tuhan :

Karena itu kami senantiasa berdoa juga untuk kamu, supaya Allah kita menganggap kamu layak bagi panggilanNya dan dengan kekuatanNya menyempurnakan kehendakmu untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan imanmu.

 

Saudara-saudari yang di kasihi oleh Yesus Kristus…..

Dalam surat 2 Tesalonika ini adalah panggilan untuk mengucap syukur dalam doa. Rasul Paulus mengajak jemaat yang ada di Tessalonika supaya datang kepada Tuhan dan beribadah menyembah Allah, walaupun jemaat di Tessalonika menghadapi banyak pergumulan dan hal iman. Dalam keyakinan jemaat datang kepada Tuhan supaya mereka menerima berkat dan dilayakkan menerima kasih karunia.

Dalam panggilan sebagai hamba kita tidak layak menerimannya sebab kita orang yang hina penuh dengan dosa, kita selalu menyakiti hati Tuhan, kadang kala kita tidak sadar kita sudah melakukan dosa dengan menyakiti hati saudara-saudara kita, tetapi Tuhan pemaaf tidak membalaskannya kepada kita. Tuhan maha pengasih dan panjang sabar, cintanya lebih besar dari murkannya. Demikianlah nats pada hari ini yaitu suatu kesaksian atau ucapan syukur jemaat yang ada di Tessalonika dimana menghadapi banyak penderitaan dan penganiayaan kepercayaan, tetapi Tuhan hadir di tengah-tengah keterpurukan iman  sebab kesetiaan mereka mengikut Yesus sangat setia. Dunia menganggap mereka tidak layak, tidak ada yang mereka perbuat, tetapi Tuhan tahu isi hati mereka yang tulus mengikut Yesus. Dalam renungan ini dikatakan: karena itu kami senantiasa berdoa juga untuk kamu, supaya Allah kita menganggap kamu layak bagi panggilanNya dan dengan kekuatanNya menyempurnakan kehendakmu untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan imanmu.

 

Saudara-saudari yang di kasihi oleh Yesus Kristus….

Ini adalah ajakan kepada kita supaya mengucap syukur kepada Allah dalam segala hal, jangan pernah bersungut-sungut tentang bagaimana hidup kita pahit manisnya kehidupan ini haruslah dilalui. Ayat sebelum nats pada ayat 3 dikatakan : kami wajib selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu. Saudara-saudara memang patutlah demikian, karena imanmu makin bertambah dan kasihmu seorang akan yang lain makin kuat diantara kamu.

Pada saat ini banyak kejadian terjadi di negara kita yaitu bencana longsor, banjir baik keadaan ekonomi yang melemah harga-harga yang melonjak tinggi seperti sembako dan lain-lain, tetapi kita harus tetap bersyukur dalam segala hal, kita masih bisa melewati semuannya. Kita juga harus tetap berdoa bagi saudara-saudara kita yang goyah imannya, yang tidak berpengharapan, mudah putus asa, dan selalu berpengharapan pada dirinnya sendiri. Inilah seruan kita semua, maka kita diajak supaya saudara-saudara kita datang kepada Tuhan dan selalu menyerahkan kehidupan kita, jangan mudah goyah imannya tetapi semakin kokohlah dan diperbaharui oleh Firman Tuhan, sebab Firman Tuhan adalah kekuatan dan pengharapan yang sejati. Amin.

 

Doa Penutup: Marilah kita berdoa! Ya Tuhan terima kasih atas Firman Tuhan yang sudah kami dengar. FirmanMu mengajarkan kami agar selalu mengucap syukur dalam segala hal, walaupun banyak tantangan dan rintangan kami hadapi supaya iman kami semakin kokoh, ajar kami Tuhan memuji namaMu setiap saat, kami sadar kami orang yang berdosa hapuskanlah Tuhan dosa kami, agar kami layak menjadi anakMu, terpujilah namaMu hari ini kekal untuk selama-lamanya. Amin.

 

Anugerah Tuhan kita Yesus Kristus, Kasih Setia dari Allah Bapa, dan Persekutuan Roh Kudus menyertai kita sekalian. Amin.

 

Diak. Linda Siregar- Melayani di Biro Sending HKBP

Renungan Harian, Rabu 4 Februari 2026

Doa Pembuka: Allah Bapa yang kami sembah di dalam Anak-Mu, Tuhan Yesus Kristus. Kami bersyukur atas semua nikmat hidup yang telah Tuhan berikan pada kami. Tuntunlah kami, ya Tuhan, agar terus mensyukuri hidup kami dan senantiasa terhubung pada-Mu. Terlebih, dalam memahami dan menghidupi Firman-Mu. Amin.
Bapak/ Ibu, saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus.
Firman Tuhan yang menjadi renungan kita pada hari ini terambil dari Ezra 1:3, demikian:
Siapa di antara kamu termasuk umat-Nya, Allahnya menyertainya! Biarlah ia berangkat pulang ke Yerusalem, yang terletak di Yehuda, dan mendirikan rumah TUHAN. Allah Israel, yakni Allah yang diam di Yerusalem.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering berada dalam situasi yang membuat kita merasa kecil, tidak berdaya dan seolah kehilangan arah. Mungkin karena tekanan ekonomi, hubungan keluarga, tuntutan pekerjaan, atau masa depan yang terasa tidak pasti, membuat kita sering berkata dalam hati, “ya sudah, jalani saja yang hidup ini.” Perkataan ini sering memupuskan harapan dan cita-cita kita, sehingga kita berhenti untuk berjuang dan berharap.
Terlebih, di zaman ketika kebahagiaan diukur dari siapa yang paling kaya, paling pintar, paling berkuasa dan paling tenar, kita kerap merasa lemah, gagal, bahkan perlahan kehilangan harapan. Kita terbiasa menyesuaikan diri dengan keadaan dan berdamai dengan kenyataan yang sebenarnya tidak kita inginkan. Tanpa sadar, kita sedang hidup dalam “pembuangan” versi kita sendiri, yang kehilangan harapan dan menuduh bahwa Tuhan telah meninggalkan kita.
Firman Tuhan dalam Ezra 1:3 ini mengajak kita melihat realitas hidup dari sudut pandang yang berbeda. Umat Israel berada dalam posisi yang lemah, hidup dalam pembuangan, Yerusalem hancur, Bait Allah rata dengan tanah, dan masa depan mereka tampak suram. Secara manusiawi, tidak ada lagi alasan bagi mereka untuk berharap, apalagi berbahagia. Namun, justru di situasi itu, Firman Tuhan berbunyi, “Kiranya Allahnya menyertai dia! Biarlah ia pergi ke Yerusalem…,” sebuah suara pengharapan yang Tuhan nyatakan melalui Koresh, raja yang tidak mengenal Tuhan. Perkataan itu menegaskan bahwa sampai ke keadaan yang paling gelap sekalipun, Allah tetap bekerja dan membuka jalan bagi pemulihan umat-Nya.
Perintah untuk “berangkat pulang” dan “membangun” bukanlah perintah mutlak dari Tuhan, melainkan undangan terbuka bagi siapa saja yang mau merespons undangan itu. Pemulihan yang Ia tawarkan kepada kita menuntut keputusan kita, “Ya” atau “Tidak”. Berkata “ya”, berarti berani meninggalkan kehidupan lama dan memulai kembali dari awal di tempat yang baru, meskipun tidak mudah. Sebaliknya, berkata “tidak” berarti memilih tetap tinggal dalam kehidupan lama dan menolak kesempatan pemulihan yang Tuhan sediakan.
Bapak/Ibu, saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus.
Firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk merenungkan di mana posisi kita saat ini, apakah kita masih terjebak dalam “Babel” kita masing-masing, ataukah kita berani melangkah menyambut pemulihan yang Tuhan tawarkan. Di tengah hidup yang terasa berat, gelap, dan penuh ketidakpastian, kebahagiaan adalah hal yang mustahil. Tapi Firman Tuhan hari ini menguatkan kita, bahwa Dia, Allah yang diam bersama dengan kita sedari dulu tetap menyertai sampai saat ini, bahkan di hari-hari berikutnya. Dan itulah kebahagiaan kita yang paling utama sebagai orang Kristen.
Mari percaya dan yakini bahwa Tuhan tetap bekerja dan menghadirkan pengharapan, bahkan melalui cara dan pribadi yang tidak pernah kita duga. Undangan itu masih terbuka sampai hari ini. Mari putuskan untuk berkata “ya” pada penyertaan dan kebahagiaan yang disediakan Tuhan kepada kita. Menyadari penyertaan Tuhan adalah dasar dari kita untuk menjalani aktivitas kita sehari-hari dalam kebahagiaan. Amin.

Doa Penutup: Kami memuji Engkau ya Allah yang tidak tinggal diam melihat pergumulan hidup kami. Engkau tetap setia pada janji-Mu untuk terus memulihkan dan menyertai kami dari dulu hingga saat ini, terlebih dalam Anak-Mu, Yesus Kristus yang menyelamatkan kami. Tolong hidupkan terus hati yang penuh pengharapan dalam diri kami, agar kami berani untuk menjalani kehidupan kami sehari-hari. Amin.

C.Pdt. Daniel R. Purba, S.Th- LPP I di Balitbang HKBP

 

Renungan Harian HKBP, Selasa 03 Februari 2026

Doa Pembuka: Marilah kita berdoa! Allah Bapa yang bertahta di Kerajaan Sorga, Allah Sang Pemilik kehidupan, kami mengucap syukur atas pernyertaan dan berkat Tuhan yang selalu kami rasakan disepanjang kehidupan kami. Kami juga bersyukur dan bersukacita atas satu hari baru yang Engkau anugerahkan bagi kami. Pada saat ini ya Allah kami hendak dituntun oleh Firman-Mu, berilah kami hikmat kebijaksanaan, agar Firman ini dapat menjadi pegangan kami dalam menjalani kehidupan. Dalam Kristus kami berdoa, Amin.

Bapak Ibu, saudara-saudari Firman Tuhan yang menjadi renungan kita hari ini diambil dari 1 Tesalonika 1:5 beginilah Firman Tuhan.

Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kokoh. Memang kamu tahu, bagaimana kami bekerja di antara kamu oleh karena kamu”.

Bapak Ibu yang terkasih, untuk memahami ayat ini mari membayangkan sebuah benda yang sangat akrab dengan kita yaitu Baterai ponsel. Bayangkan kita memiliki sebuah ponsel yang canggih, layarnya jernih, dan fiturnya lengkap. Namun, jika baterainya kosong atau rusak, ponsel itu hanyalah seonggok besi dan plastik yang mati. Kita bisa memegang ponsel itu, melihat bentuknya, tapi kita tidak bisa melakukan apa pun dengannya. Bapak Ibu, banyak orang Kristen termasuk kita, memperlakukan Injil seperti ponsel tanpa baterai. Kita tahu ceritanya, Kita hafal ayat-ayatnya, Kita tahu perintah dan larangan Allah, kita hafal lagu puji-pujian, tapi tidak ada “daya” atau kekuatan yang mengalir dalam hidup kita. Paulus menegaskan bahwa Injil yang sejati itu seperti ponsel yang terisi penuh daya; ia hidup, ia berfungsi, dan ia membawa dampak nyata. Ternyata, Injil itu harus masuk ke dalam hidup kita, bereaksi di dalam batin kita, dan akhirnya menyembuhkan serta mengubah karakter kita.

Ayat ini merupakan sebuah teguran bagi kita dan mengajarkan bahwa perubahan hidup seseorang bukan karena banyaknya kita tahu cerita Alkitab, bukan karena kita pandai berdoa atau pintarnya kita belajar teologi. Perubahan itu terjadi karena ada kuasa Roh Kudus. Artinya, kalau hari ini Bapak Ibu saudara/i merasa sulit melepaskan kebiasaan buruk, atau sulit memaafkan orang, jangan hanya mengandalkan kekuatan pikiran sendiri. Kita perlu datang kepada Tuhan dan mengakui bahwa kita butuh Roh Kudus untuk bekerja. Keselamatan dan pemulihan hidup itu sepenuhnya adalah pekerjaan Tuhan di dalam kita, bukan hasil usaha sendiri.

Secara praktis, apa dampaknya bagi hidup kita? Pertama, mari kita berhenti menjadi orang Kristen yang “berisik” tapi kosong. Dunia tidak butuh khotbah panjang dari mulut kita; dunia butuh melihat bukti bahwa Tuhan itu hidup melalui sikap kita. Kalau kita mengaku percaya Yesus yang penuh kasih, tapi kita sendiri masih suka marah-marah tanpa alasan berarti Injil baru sampai di level kata-kata, belum menjadi kekuatan yang mengubah karakter.

Kedua, ayat ini memberi kita ketenangan. Saat kita ingin berbagi kebaikan atau bercerita tentang Tuhan kepada anak, pasangan, atau teman, kita tidak perlu merasa terbebani untuk menjadi orang yang paling pintar bicara. Paulus sendiri bukan orang yang selalu hebat bicaranya, tapi dia punya keyakinan yang kokoh dan hidup yang tulus. Tugas kita hanyalah hidup benar dan bicara jujur tentang kebaikan Tuhan, lalu biarkan Roh Kudus yang melakukan bagian-Nya untuk menyentuh hati orang tersebut.

Jadi, mari kita minta kepada Tuhan agar Injil-Nya tidak berhenti di mulut kita saja, tapi mengalir ke tangan kita untuk bekerja dengan jujur, ke kaki kita untuk melangkah di jalan yang benar, dan ke hati kita agar kita bisa mengasihi dengan tulus. Amin.

Doa Penutup: Kami bersyukur Tuhan atas FirmanMu yang mengingatkan kami agar Injil-Mu tak berhenti hanya di telinga atau mulut kami, tetapi biarlah kuasa-Mu mengubah karakter kami, melembutkan hati kami yang keras, dan memampukan kami menjadi saksi-Mu yang nyata melalui perbuatan kami. Mampukan kami untuk meneladani Engkau dan mengandalkan Engkau disetiap langkah kehidupan kami. Biarlah hidup kami selalu memancarkan perbuatan-perbuatan baik supaya Nama-Mu selalu dimuliakan. Dalam Kristus kami berdoa, Amin.

 

C.Pdt. Naomi Greta Angelia Panjaitan, S.Th – LPP I di Biro TIK HKBP

 

Renungan Harian Marturia, Senin 2 Februari 2026

Doa Pembuka: Allah Bapa yang bertahta dalam kerajaan surga, kami mengucap syukur atas berkat anugrah yang masih kami rasakan sampai saat ini, kami akan mendengar firman-Mu sertailah hati dan pikiran kami, dalam kristus kami berdoa Amin.

 

Ayat Renungan bagi kita hari ini tertulis dalam 2 Tawarikh 1:12 “ Maka kebijaksanaan dan pengertian itu diberikan kepadamu, selain itu Aku berikan kepadamu kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sebagaimana belum pernah ada pada raja-raja sebelum engkau dan tidak akan ada pada raja-raja sesudah engkau”

 

Bapak, ibu saudara/saudari yang terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus,  Jika kita pernah menonton film dongeng Aladin tentang seorang pemuda yang diberikan 3 keinginan dari Jin yang dikeluarkan dari lampu yang ditemukannya. Sekarang bagaimana jika kita diperhadapkan dengan situasi demikian, apa saja yang kita minta jika diberikan 3 permintaan dalam hidup kita. Mungkin kita akan meminta apa yang penting bagi kita dan keluarga kita.  Tapi kisah dari Firman Tuhan yang menyapa kita hari ini bukanlah dongeng, Salomo diberikan kebebasan untuk meminta satu hal apapun kepada Allah. Salomo yang baru menjadi seorang raja bagi bangsa Israel dan umurnya masih tergolong muda, menyadari akan satu hal yang paling penting untuk menjadi seorang pemimpin, yaitu memiliki kebijaksanaan. Oleh sebab itu tanpa keraguan salomo meminta kebijkasanaan untuk memimpin bangsa Allah yang besar itu.  Di saat banyak orang akan memilih kekayaan, kekuasaan, atau keamanan diri, Salomo justru meminta hikmat dan pengertian. Ia sadar satu hal penting: tanpa hikmat dari Tuhan, semua yang lain tidak ada artinya. Kekuasaan tanpa hikmat akan melukai orang lain. Kekayaan tanpa hikmat akan menjerat hati. Panjang umur tanpa hikmat akan menjadi sia-sia.

Pilihan Salomo menunjukkan kedewasaan iman. Ia tidak berfokus pada apa yang menguntungkan dirinya, tetapi pada bagaimana ia bisa menjalankan tanggung jawab yang Tuhan percayakan dengan benar. Karena itulah Tuhan berkenan dan memberikan kepadanya bukan hanya hikmat, tetapi juga hal-hal yang tidak ia minta. Meskipun pada akhirnya Allah juga memberikan kekayaan yang melimpah dan kemuliaan kepada Raja Salomo. Teks ini mengajarkan kita, jika menjadikan kekayaan atau kekuasaan sebagai tujuan utama, maka kita akan semakin jauh dari Tuhan. Namun bila kita meminta hikmat dari Tuhan maka apapun yang ada pada kita dapat kita pergunakan dengan sesuai kebutuhan kita.

Apa yang kita minta kepada Tuhan hari ini?
Sering kali kita datang dengan daftar kebutuhan jasmani, namun lupa meminta hati yang bijaksana. Kita ingin masalah selesai, tetapi lupa meminta karakter yang didewasakan. Kita ingin diberkati, tetapi lupa meminta hikmat untuk mengelola berkat itu. Tuhan tidak menolak berkat jasmani, tetapi alangkah lebih baiknya jika kita meminta yang utama terlebih dahulu. Amin.

 

Doa Penutup: Terima kasih ya Tuhan atas firman yang telah kami dengar pagi ini, mampukan kami Tuhan untuk melakukan firman-Mu dalam setiap aktivitas kami satu hari ini. Dalam Yesus kami berdoa. Amin

 

C.Pdt. Josua Nababan, S.Th- LPP I di Dana Pensiun HKBP

 

 

Renungan Epistel: Minggu Septuagesima 1 Februari 2026

Doa Pembuka: Damai sejahterah Allah yang melampaui segala akal itu lah yang memberkati hati dan pikiran saudara di dalam Kristus Yesus. Amin.

 

Nats: Ulangan 33:24-29

33:24 Tentang Asyer ia berkata: “Diberkatilah Asyer di antara anak-anak lelaki; biarlah ia disukai oleh saudara-saudaranya, dan biarlah ia mencelupkan kakinya ke dalam minyak.

33:25 Biarlah dari besi dan dari tembaga palang pintumu, selama umurmu kiranya kekuatanmu.

33:26 Tidak ada yang seperti Allah, hai Yesyurun. Ia berkendaraan melintasi langit sebagai penolongmu dan dalam kejayaan-Nya melintasi awan-awan.

33:27 Allah yang abadi adalah tempat perlindunganmu, dan di bawahmu ada lengan-lengan yang kekal. Ia mengusir musuh dari depanmu dan berfirman: Punahkanlah!

33:28 Maka Israel diam dengan tenteram dan sumber Yakub diam tidak terganggu di dalam suatu negeri yang ada gandum dan anggur; bahkan langitnya menitikkan embun.

33:29 Berbahagialah engkau, hai Israel; siapakah yang sama dengan engkau? Suatu bangsa yang diselamatkan oleh TUHAN, perisai pertolongan dan pedang kejayaanmu. Sebab itu musuhmu akan tunduk menjilat kepadamu, dan engkau akan berjejak di bukit-bukit mereka.”

 

Bapa, ibu, serta Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus.

Dalam budaya kita orang Batak, seringkali ukuran kebahagiaan itu diukur dari “3H”: Hamoraon (kekayaan), Hagabeon (keturunan), dan Hasangapon (kehormatan). Jika sawah ladang subur, anak-anak sukses, dan kita dihormati di huta (kampung), maka kita disebut orang yang berbahagia atau “gabe”.

Namun, hari ini Firman Tuhan melalui Musa, di akhir hidupnya, memberikan definisi kebahagiaan yang jauh melampaui ukuran duniawi tersebut. Musa berbicara kepada suku Asyer dan seluruh Israel bukan sekadar tentang tanah yang subur, tetapi tentang Siapa yang menjamin tanah itu.

Nats Epistel hari ini memberikan kita dasar untuk hidup berbahagia.

Allah yang Mahakuasa adalah Penopang yang Pribadi. Mari kita memperhatikan ayat 26-27. Musa menggambarkan Allah “berkendaraan melintasi langit”. Dalam kepercayaan kuno, dewa-dewa dipercaya berada di atas langit duduk dalam tahta yang megah dan jauh dari manusia. Tetapi Allah yang kita sembah di dalam Yesus Kristus, melintasi langit untuk menolong kita.

Ada kalimat yang sangat indah di ayat 27: “Allah yang abadi adalah tempat perlindunganmu, dan di bawahmu ada lengan-lengan yang kekal.” Bayangkan seorang ibu atau ayah yang menggendong anaknya yang sakit. Sekuat-kuatnya tangan manusia, pasti ada lelahnya. Ada saatnya kita harus meletakkan beban itu. Tetapi Tuhan? Lengan-Nya kekal! Mungkin saat ini kita sedang merasa berat beban hidupnya. Ekonomi sedang sulit, kesehatan menurun, atau masalah keluarga menumpuk. Ingatlah, kita punya Tuhan yang “lengan-Nya” tidak pernah lelah menopang kita. Dia bukan Allah yang jauh, Dia adalah Allah yang hadir menembus langit dan menopang kita dari bawah saat kita hampir jatuh. Inilah dasar kebahagiaan kita: Rasa Aman di dalam Tuhan.

Jadi, kebahagiaan orang Kristen adalah “Diselamatkan”. Selanjutnya di ayat 29, Musa berseru: “Berbahagialah engkau, hai Israel! Siapakah yang sama dengan engkau? Suatu bangsa yang diselamatkan oleh TUHAN.”

Dalam bahasa Batak, kata “Berbahagialah” ini sangat dekat dengan kata “Martua”. Orang yang Martua bukan hanya orang yang punya banyak uang, tetapi orang yang memiliki Tuhan. Jika ada orang yang jatuh pingsan di jalan, lalu ada orang lain memanggil ambulans, itu bantuan yang baik. Tetapi Yesus tidak sekadar memanggil bantuan saat melihat kita mati karena dosa. Yesus turun tangan sendiri! Dia tidak mengirim malaikat, tetapi Dia menyerahkan nyawa-Nya di kayu salib untuk menebus kita.

Kita selamat bukan karena kehebatan kita melawan musuh, tetapi karena Sola Gratia (Hanya oleh Anugerah). Kita bahagia karena status kita sudah berubah dari hamba dosa menjadi anak Allah. Siapakah yang seperti kita? Tidak ada! Bukan karena kita hebat, tapi karena Tuhan kita hebat.

Kebahagiaan sejati juga berarti memiliki kekuatan untuk menang. Ayat 27 dan 29 mengatakan bahwa Allah akan mengusir musuh dan kita akan menginjak tempat-tempat tinggi mereka. Bagi Israel di Perjanjian Lama, musuh adalah bangsa Kanaan yang menyembah berhala. Bagi kita di zaman modern ini, “musuh” dan “tempat tinggi” itu adalah dosa, hawa nafsu, dan keputusasaan. Seringkali kita seperti Israel yang lelah berperang. Kita mulai kompromi. Kita membiarkan “musuh” itu tinggal di rumah kita: tontonan yang merusak, kebiasaan menipu, dendam yang disimpan, atau rasa khawatir yang berlebihan.

Tuhan mengingatkan kita: “Pedang kemuliaanmu adalah Tuhan”. Jangan berdamai dengan dosa! Jangan menyerah pada keadaan hidup! Tuhan sudah memberikan kita Roh Kudus dan Firman-Nya sebagai senjata. Seperti suku Asyer yang dijanjikan “pintu gerbang tembaga dan besi” (ayat 25) untuk keamanan, Tuhan memagari hati dan keluarga kita dengan kekuatan iman. Kita tidak berjuang sendirian.

Jadi, berbahagialah! Martua ma ho! Jangan biarkan sukacitamu dicuri oleh kekurangan materi atau tantangan hidup. Kebahagiaanmu adalah karena lengan Allah yang kekal itu sedang memelukmu erat, dan Dia telah menyelamatkanmu bagi kemuliaan-Nya. Amin.

 

Doa Penutup: Tuhan Allah yang Maha Pengasih dan Setia, kami mengucap syukur karena Engkau adalah tempat perlindungan kami yang kekal. Di tengah dunia yang tidak pasti ini, ingatkan kami bahwa kami adalah umat yang berbahagia karena telah diselamatkan oleh-Mu. Mampukan kami mengusir segala dosa dan kekhawatiran dengan kuasa Firman-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.

 

Pdt. Mika Simanjuntak, S.Th- Staf di Biro TIK HKBP

 

Renungan Evangelium: Minggu Septuagesima 1 Februari 2026

Doa Pembuka: Damai sejahterah Allah yang melampaui segala akal itu lah yang memberkati hati dan pikiran saudara di dalam Kristus Yesus. Amin.

 

Nats Evangelium: Matius 5:1-12

5:1 Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.

5:2 Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:

5:3 “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

5:4 Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.

5:5 Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.

5:6 Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.

5:7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

5:8 Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

5:9 Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

5:10 Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

5:11 Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.

5:12 Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.”

 

Bapak, Ibu, serta Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus.

Jika hari ini saya bertanya, “Apa yang membuat Saudara bahagia?”, jawaban kita mungkin beragam. Ada yang bahagia karena kesehatan, karena rezeki yang lancar, atau karena keluarga yang harmonis. Dunia mengajarkan bahwa bahagia itu adalah saat “segala keinginan kita terpenuhi.” Namun, ketika keinginan itu belum tercapai, apakah kita berhenti bahagia?

Dalam khotbah ini, Tuhan Yesus membawa kita naik ke atas “bukit” melalui Firman-Nya. Ia mengajarkan sebuah definisi kebahagiaan yang berbeda dari apa yang ditwarkan oleh dunia saat ini. Kita memahami bahwa kita adalah Bangsa yang Terpilih (1 Petrus 2:9). Kebahagiaan kita bukan ditentukan oleh apa yang kita miliki di tangan, melainkan oleh siapa yang memiliki kita. Kita bahagia karena Tuhan ada di pihak kita.

Berdasar pada Matius 5:1-12 ini, ada tiga kebenaran tentang kebahagiaan sejati warga Kerajaan Sorga:

  1. Berbahagia karena Mencari Keselamatan di dalam Kristus

Yang pertama, Berbahagialah orang yang “miskin” di hadapan Allah. Yesus tidak sedang memuji kemiskinan harta, tetapi Ia berbicara tentang kemiskinan roh. Dalam tradisi iman kita, ini adalah pengakuan bahwa di hadapan kekudusan Tuhan, kita adalah pengemis rohani yang tidak punya apa-apa untuk dibanggakan.

Seperti perumpamaan Lazarus yang miskin namun mewarisi sorga, Yesus mengingatkan bahwa mereka yang lapar dan haus akan kebenaranlah yang akan dipuaskan. Dunia menawarkan “roti” yang tidak mengenyangkan – harta, jabatan, dan pujian yang sifatnya sementara (Yesaya 55:2). Namun, orang percaya berbahagia karena ia mencari keselamatan yang hanya ada pada Yesus.

Kebahagiaan sejati dimulai saat kita sadar bahwa kita berdosa dan sangat membutuhkan anugerah Tuhan. Saat itulah kita “dipuaskan” oleh pengampunan-Nya, bukan oleh pencapaian kita sendiri.

  1. Berbahagia karena Meneladani Kehidupan Yesus

Yang kedua, Berbahagialah orang yang hidupnya mencerminkan karakter Kristus. Ayat 7-9 menyebutkan tentang orang yang murah hati, suci hatinya, dan membawa damai. Ini bukan syarat untuk masuk sorga, melainkan buah dari iman orang yang sudah diselamatkan.

Kita dipanggil meneladani Yesus. Ingatlah saat Ia disalibkan. Dunia penuh dengan pembalasan dendam, tetapi Yesus berseru, “Bapa, ampunilah mereka.” Itu adalah puncak kemurahan hati. Yesus tidak membawa damai yang kompromis, tetapi damai yang lahir dari pengampunan.

Kita sering mendengar ajakan untuk saling mengampuni. Rasul Paulus dalam Kolose 3:13 mengingatkan, “Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain… sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu.” Ini standar yang tinggi. Dunia mengajarkan “utamakan dirimu sendiri”, tetapi Yesus mengajarkan “kasihilah sesamamu.” Kebahagiaan sejati hadir saat hati kita bersih dari dendam dan menjadi pembawa damai di tengah keluarga dan gereja.

 

  1. Berbahagia karena Berani Menderita demi Yesus

Yang ketiga, dan yang paling sulit, Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran. Yesus menutup bagian ini dengan janji paradoks: Bersukacitalah jika kamu dicela karena Aku. Para murid Yesus, seperti Petrus dan Paulus, meninggalkan kenyamanan hidup mereka. Mereka tidak mendapatkan kekayaan duniawi, malah mendapatkan penjara, lemparan batu, dan kematian. Apakah mereka menderita? Secara fisik, ya. Tapi secara rohani, mereka bersukacita.

Paulus berkata dalam Roma 8:18, “Penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.” Inilah Teologi Salib. Menjadi Kristen bukan jaminan hidup bebas masalah. Kadang kita “dianiaya” lewat fitnah, dikucilkan karena jujur, atau menderita karena mempertahankan iman.

Namun Yesus berkata: “Bergembiralah, karena upahmu besar di sorga.” Fokus kita bukanlah upah di bumi yang bisa dicuri dan rusak, melainkan upah kekal di Sorga. Penderitaan kita hari ini adalah tanda bahwa kita sedang berjalan di jalan yang sama dengan para nabi dan Rasul.

Saudara-saudari yang terkasih,

Mungkin saat ini Anda merasa lelah, merasa “miskin” dalam semangat, atau sedang bergumul karena iman Anda. Ingatlah Firman Tuhan hari ini. Anda adalah umat yang dipilih Tuhan. Kebahagiaan Anda tidak tergantung pada situasi dunia, tetapi pada janji Allah.

Seperti kata Nabi Yeremia, “Ketika firman-Mu datang, aku memakannya; itu adalah sukacitaku dan kesukaan hatiku” (Yeremia 16:15).

Mari kita bersukacita, bukan karena hidup ini mudah, tetapi karena kita memiliki Juruselamat yang telah memuaskan dahaga rohani kita, yang teladan-Nya kita ikuti, dan yang menjanjikan upah besar di Sorga. Amin.

Doa Penutup: Bapa di Sorga, yang kami sembah di dalam Yesus Kristus. Kami mengucap syukur karena Engkau telah memilih kami menjadi milik-Mu. Ajar kami untuk menemukan kebahagiaan bukan dari dunia ini, melainkan dari kedekatan kami dengan-Mu. Kuatkan kami saat menghadapi tantangan iman, agar kami tetap mampu membawa damai dan sukacita. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.

 

Pdt. Mika Simanjuntak, S.Th- Staf di Biro TIK HKBP

 

HKBP Channel

Video Terkait Lainnya

7 Videos
Scroll to Top