"Alai didok ma tu ibana: Dipalua haporseaonmi do ho, inang! Mardame ma ho laho! Sai malua ma ho sian parniaeanmi!

Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!""

Markus 5 : 34

"Apa Yang Menjadi Milik Tuhan, Haruslah Menjadi Milik Tuhan", Pelatihan Pemberdayaan Bidang Keuangan HKBP

 

Sabtu, 12 Juni 2021 – Badan Penelitian dan Pengembangan HKBP (Balitbang HKBP)  berkolaborasi dengan Kantor Sekretariat Jenderal, dan Badan Audit HKBP, mengadakan Pembinaan Bidang Keuangan yang dilakukan secara virtual melalui aplikasi Zoom. Pelatihan ini diikuti oleh pelayan-pelayan HKBP, yakni pendeta Resort, Uluan Huria, Parartaon dan Bendahara. Peserta yang hadir datang dari 251 Resort dan 334 Huria, dengan jumlah peserta mencapai 606 orang. Adapun tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mendukung pemberdayaan keuangan, agar peserta terampil dalam mengelola database HKBP, terkhususnya dalam hal pengelolaan laporan keuangan. Kegiatan ini dimulai pukul 09.00 WIB dan dipandu oleh MC Surya Pardede (Ketua Badan Audit Distrik 8 DKI). Acara dibuka dengan ibadah singkat dan khusyuk yang dilayani oleh Sekretaris Balitbang, Pdt. Herman Nainggolan, M.Th.


 

Kegiatan pelatihan ini dibagi ke dalam beberapa sesi. Sesi pertama mengenai “Tata Kelola Keuangan HKBP dan Audit Keuangan HKBP” dibawakan oleh St. Ferdinan Sahat Pardede  CPA, MBA (Ketua Badan Audit HKBP) dan dimoderatori oleh Pdt. Dr. Jhon Kristo Naibaho (Ketua Balitbang HKBP). Dalam sesi ini, St. Ferdinan Sahat Pardede CPA, MBA menyosialisasikan mengenai pentingnya tugas dan tanggungjawab badan audit di distrik, resort, dan huria. Beliau juga memaparkan mengenai tahap-tahap dalam pengauditan keuangan dan mengelola laporan warta keuangan. Selain kedua hal tersebut, beliau juga menjelaskan mengenai kode etik di dalam pelaksanaan audit. Menurut beliau, penggunaan aplikasi keuangan dapat meningkatkan transparansi dan efesiensi laporan keuangan. Selain itu, beliau mengimbau agar persembahan ke Kantor Pusat segera dikirim ke Kantor Pusat HKBP, jangan ditahan-tahan.


 

Sesi kedua mengenai “Penggunaan Virtual Account” dipaparkan oleh Bank Mandiri yang diwakili oleh Bapak Dikki dan Bank BRI oleh Bapak Oscar Hutagaol (Wakil Pimpinan BRI Cabang Medan). Sesi ini memaparkan mengenai cara pendaftaran dan penggunaan virtual account. Sosialisasi penggunaan virtual account adalah untuk mempermudah para pelayan dalam mengirimkan pelean ke Kantor Pusat HKBP, sebab transaksi dapat dilakukan via mobilephone. Selain itu, detail laporan transaksi juga terekam oleh sistem dan mempermudah ketika dilakukan audit. 


 

Sesi selanjutnya dibawakan oleh Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST mengenai “Transformasi Penatalayanan (Hajuarabagason) HKBP.” Pada sesi ini, beliau mengatakan bahwa “sesuai dengan tema HKBP, ada kata ‘transformasi’ yang juga tertulis di Roma 12:26, yaitu kata ‘metamorphouste’ dan bisa diartikan sebagai transformasi, sehingga secara luas ayat tersebut dapat diartikan sebagai ‘bertransformasi oleh pembaharuan budimu.’” Transformasi HKBP adalah menjadi gereja yang lebih energik dan bergerak lebih lincah, lebih gesit, dan lebih indah untuk menjadi berkat bagi dunia. Begitu juga halnya dengan transfromasi dibidang pengelolaan keuangan. Beliau memaparkan bahwa pengelolaan keuangan HKBP haruslah sesuai dengan kehendak Tuhan, dengan demikian terciptalah pengelolaan keuangan yang transparan. Selain itu, Pdt. Dr. Victor Tinambunan juga membahas mengenai Pelean II atau Pelean Namarboho yang dikirimkan ke Kantor Pusat. Adapun penjelasan beliau mengenai pengelolaan Pelean IIadalah digunakan untuk balanjo pelayan dan karyawan serta untuk kegiatan dan program-program yang diadakan di Kantor Pusat. Semangat transformasi keuangan, penghematan/efisiensi, dan zero corruption sudah dimulai dari Pimpinan di Kantor Pusat HKBP. Oleh sebab itu, menurut Bapak Sekjend, huria-huria jangan lagi ragu mengirim Persembahan II dan Na Marboho ke Kantor Pusat, sebab semua uang digunakan dan dipertanggungjawabkan secara transparan. Pemaparan Bapak Sekjend yang menampilkan transparansi keuangan Kantor Pusat ini disambut dengan bersemangat oleh para peserta.

 

Sesi selanjutnya membahas mengenai “Penggunaan Aplikasi Database Keuangan HKBP” yang dibawakan oleh Ir. Kristofel Sirait (Expert IT Balitbang HKBP) dan dimoderasi oleh Pdt. Herman Nainggolan, M.Th. Adapun sesi ini merupakan sosialisasi kepada peserta untuk menggunakan aplikasi database keuangan HKBP yang dapat diakses di https://huria.balitbanghkbp.org/. Aplikasi berbasis online tersebut membantu distrik/resort/huria dalam melakukan pencatatan dan pengelolaan penerimaaan dan pengeluaran kas dan bank, pencatatan dan pengelolaan inventaris huria, pengelolaan dan monitoring anggaran huria, pencatatan dan pengelolaan pelean taon berdasarkan nomor registrasi warga jemaat, pencatatan dan pengelolaan penerimaan/pengeluaran transitoris pusat, distrik, dan huria, penerbitan warta keuangan mingguan, pencetakan bukti tanda terima atau bukti pengeluaran kas atau bank, pembuatan laporan keuangan berbasis neraca, dan akses kartu pengiriman pelean II Ke Kantor Pusat. Pada sesi ini juga dilakukan pelatihan langkah-langkah untuk menggunakan aplikasi database keuangan HKBP.

 

Pelatihan “Pemberdayaan Bidang Keuangan HKBP” ini mendapat respons yang luar biasa. Diskusi yang dibuka di tiap sesi juga mendapat respons yang positif. Peserta begitu aktif untuk berdiskusi, sehingga peserta yang ingin bertanya harus dibatasi mengingat waktu yang tidak begitu banyak. Banyak dari peserta yang menyarankan agar kegiatan seperti ini lebih sering diadakan. Kegiatan ini berakhir sesuai jadwal, pukul 15.00, namun karena antusiasme peserta, setelah acara ditutup dengan doa oleh Pdt. A. Simanjuntak (Distrik 17 Indonesia Bagian Timur), sesi diskusi bersifat informal dibuka kembali bagi peserta yang masih ingin bertanya tentang aplikasi keuangan.

Kiranya melalui pelatihan ini, semakin banyak pelayan yang tersosialisasikan mengenai pentingnya penggunaan aplikasi database keuangan, sehingga tercipta pengelolaan keuangan yang transparan, bersih dan jujur. (AS/JKN/Kantor Sekjend HKBP, 12062021)