"Ala molo jongjong hamu martangiang, sai sesa hamu ma molo adong panghurangi ni rohamu di halak, anggiat disesa nang Amamuna na di banua ginjang i salamuna.

Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu."

Markus 11:25

Allah Telah Berkenan Mengasihi Kita

Renungan Singkat Rapat Yayasan Univ HKBP Nommensen, 8 April 2021 di Medan.


Teks Firman Allah:

Yes 60: 10,

"Orang-orang asing akan membangun tembokmu, dan raja-raja mereka akan melayani engkau;

sebab dalam murka-Ku Aku telah menghajar engkau, namun aku telah berkenan untuk mengasihani engkau."

Yes 60: 15, "Sebab ganti keadaanmu dahulu, ketika engkau ditinggalkan, dibenci dan tidak disinggahi seorangpun, sekarang Aku akan membuat engkau menjadi kebanggaan abadi, menjadi kegirangan turun temurun.

60: 20, "Bagimu akan ada matahari yang tidak pernah terbenam dan bulann yang tidak surut, sebab Tuhan akan menjadi penerang yang abadi bagimu, dan hari-hari perkabunganmu akan berakhir.

60: 22, "Yang paling kecil akan menjadi kaum yang besar, dan yang paling lemah akan menjadi bangsa yang kuat."

 

Bapak, Ibu, Pembina, Pengurus, dan Dewan Pengawas YUHN ykk dan yang terhormat.

Banyak orang percaya di dunia ini melihat firman Allah dahulu kepada bangsa Israel/Juda dahulu pada masa pembuangan, pada abad ke-6 hingga ke lima di negeri asing, meyakini bahwa firman itu juga adalah firmanNya bagi mereka pada saat ini, saat mereka/ kita membacaNya.

 

1. Dahulu banga Israel pada abad 10 sebelum Masehi hingga awal abad ke 6 adalah bangsa yang jaya, masyur dan hebat karena Tuhan Allah memberkati bangsa itu. Allah bersama mereka. Bangsa-bangsa datang berguru kepada mereka, karena mereka berhikmat, bertindak adil dan taat pada hukum-hukum kekudusan, keadilan, kebenaran dan perdamaian. Namun ketika mereka melanggar janji, mengkhianati janji setia padaNya, merekapun terhukum, terbuang, menderita. Bangsa besar datang menghancurkan negeri mereka, menjarah kekayaan mereka, merendahkan martabat mereka. Terbuang. Tidak bertanah. Tidak ber-Bait Allah.


2. Universitas HKBP Nommensen yang kita HKBP miliki dan sayangi serta kini kita urusi/ pimpin/ layani, dan kini berusia 67 tahun, pernah menjadi ikon Pendidikan. Baik di negeri kita, hampir semua lulusan jurusan-jurusannya membintang, lulusan-lulusannya dibutuhkan negeri.

Tetapi entah mengapa (bisa diadakan penelitian objektif) sejak 30 tahun lalu, ia tidak lagi membintang. Lulusan-lulusannya tidak lagi sangat dibutuhkan negeri, bersusah-susah untuk memeroleh pekerjaan, dan menciptakan pekerjaan. Prodi jurusan dan institusinya tidak menguat. Dosen-dosennya tidak sejahtera. Kinerja dosen-dosennya dalam Tridharma Universitas tidak menonjol, belum sanggup memenuhi yang dituntut undang-undang untuk menjadi universitas terakreditasi baik, unggulan, sehingga dapat mendatangkan mahasiswa dari seluruh negeri, dan diminta bekerjasama oleh perusahaan-perusahaan dan pemerintah.


3. HKBP yang ditumbuhkan dan dibesarkan Tuhan dengan kasihNya, kini berusia 160 tahun pernah membintang pada era misi, era kemandirian (1940-1962) dan dua setengah dekade sesudahnya (1962-1985). Namun sesudah itu kita melalui pergumulan demi pergumulan, malah sempat pecah dua (1992-1998) dan karenanya, bintangnya meredup dari tahun ke tahun, periode ke periode, di dalam pelaksanaan tugas-tugasnya, baik di jemaat-jemaat lokal maupun pusat/ hatopan. Malah sejak tahun ini, akibat Covid 19, gerakan pusat kita tidak kedengaran kebesaran kegiatanNya, kecuali konflik-konflik termasuk dalam pelayanan diakonianya (Elim, Heptha). Sakit banget. Jemaat-jemaat mikirin lokal need saja. Tidak lagi mikirin general need and central need of the HKBP, yang bisa membintangkan namaNya. Malah namanya meredup karena kasihnya untuk pensiunannya tidak baik.

 

Maka saya sebagai Ephorus HKBP pada periode ini, pagi ini membaca teks-teks firmanNya pada umatNya dahulu pada abad kelima SM, sebagai Janji pada kita, UHN dan HKBP: (1) Ia telah berkenan untuk mengasihi kita. Karena itu orang-orang asing akan membangun tembok kita, dan raja-raja mereka akan melayani kita. (Hendaklah orang yang bertelinga mendengar); (2) Kita tidak akan ditinggal, dibenci, dan tidak disinggahi mahasiswa dan stakeholders kita lagi seperti dulu sejak tahun 80-an (dahulu berbagai mahasiswa berbagai latar belakang datang belajar di sini). Allah akan membuat kita UHN menjadi Kebanggaan Abadi dan Kegirangan turun temurun, constant, langgeng. (3) karena Tuhan menjadi penerang bagi abadi bagi UHN dan Allah kita menjadi keagungan kita. Dan saya yakin juga HKBP. (4) Hari-hari berkabung kita akan berakhir (5) Kita yang kini lemah akan menjadi kuat.

 

Kini Allah tengah mengasihi kita.

Respons kita yang dikasihinya adalah dengan kita melakukan tranaformasi.

Enough is enough dengan ketidak-akuratan, ketidak-transparanan, kesuka-sukaan. Tetapi marilah kita mulai dari periode ini dengan sistim yang baik, yang taat SOP, akuntabilitas, kekompakan, dan giving all what we can, bukan taking all that we can.

Itulah sebabnya kita, setelah tiga bulan bekerja, saya /kami pembina undang untuk menyatukan kepala, hati dan roh, berpihak pada Transformasi, agar kita dapat menyambut belas kasih Tuhan pada kita.

Amin.



Pdt Dr. Robinson Butarbutar

Pembina Yayasan Universitas HKBP Nommensen