"Dungi ninna Jahowa ma: “Ingkon bohingKu donganmu mardalan, asa Hutogihon ho tu hasonangan.”

Lalu Ia berfirman: “Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketenteraman kepadamu.”"

Musa 33 : 14

Bersyukur karena Telah Dimerdekakan Allah

Medan, 09 Oktober 2022

"Kemerdekaan dari diskriminasi adalah anugerah dari Allah, dan sebagai orang percaya sudah seharusnya kita mengucap syukur," demikianlah Ibu Kadep Diakonia HKBP, Ibu Pdt. Debora Sinaga, M.Th mengawali khotbahnya di HKBP Pardamean Res. Pardamean, Dist. X Medan Aceh.

Diskriminasi menjadi hal yang kerap kita lihat di tengah-tengah kehidupan kita. Kita mungkin menjadi korban atau bisa jadi kita adalah pelaku diskriminasi itu sendiri.


Diskriminasi bisa terjadi karena beragam faktor seperti ekonomi, status sosial, suku, agama, penyakit yang dianggap sebagai aib masyarakat. Misalnya pengidap HIV Aids pada masa kini dipandang sebagai aib oleh masyarakat. Mereka kerap dipandang remeh dan diperlakukan tidak adil dalam beragam aspek kehidupan masyarakat entah itu di bidang lapangan kerja, pendidikan, dls. Diskriminasi seperti itulah yang dialami oleh sepuluh orang yang mengidap penyakit kusta seperti penyakit masa kini seperti pengidap HIV AIDS atau pun beragam hal lainnya.

Diskriminasi inilah yang dialami oleh para pengidap penyakit kusta. Mereka dianggap membawa kutukan dan aib bagi keluarga dan masyarakat sehingga mereka perlu disingkirkan. Namun kepada orang-orang seperti inilah Yesus datang.


Yesus datang kepada 10 orang pengidap sakit kusta. Satu di antara 10 orang itu adalah seorang Samaria. Mereka disembuhkan Yesus dan mereka dimerdekakan dari diskriminasi.

Namun hanya orang Samaria itu yang kembali mensyukuri kemerdekaannya kepada Yesus. Orang Samaria itu benar-benar menyadari kemerdekaannya sebagai anugerah dari Allah. Orang Samaria yang dipandang "bukan umat pilihan Allah" tapi justru orang Samaria itulah yang benar-benar mengenal kemerdekaan dari Allah.


Pelayanan Minggu Ibu Kadep Diakonia di HKBP Pardamean kali ini bertepatan dengan Pesta Pembangunan dan Ulang Tahun ke-59. Ibu Kadep didampingi oleh Pdt. Resort, Bpk. Pdt. Tampak Hutagaol, dan Bpk. Pdt. Jones B. Panjaitan, Pdt. fungsional.


Selepas ibadah Minggu, acara dilanjutkan dengan hiburan, lelang, dan beragam kegiatan lainnya.

HKBP menjadi berkat bagi dunia


Pustaka Digital