"Minggu IX Dung Trinitatis
Topik: POLIN MANGIHUTHON JESUS (MENGIKUT YESUS SECARA TOTAL)"

Ev: Lukas 12:49-53/Ep: Psalmen 82:1-8

BIRO SMIRNA BANGKITKAN SEMANGAT RENA HKBP SE-RESSORT BONANDOLOK MELALUI PEMBINAAN

Departemen Koinonia - Biro Sekolah Minggu, Remaja, Naposobulung (SMIRNA) HKBP gelar pembinaan bagi Remaja dan Naposobulung (RENA) HKBP se-Ressort Bonandolok (Sabtu, 16/04/2022) dengan mengangkat tema “Wake Up in Christ”. Pembinaan ini diawali dengan ibadah pembukaan pada pukul 13.30 WIB yang dipimpin oleh Pendeta Ressort HKBP Bonandolok, Pdt. Jhonson Rovith D. Simaremare, S.Th. Usai ibadah pembukaan, kegiatan pun dibuka secara resmi oleh Praeses HKBP Distrik III Humbang, Pdt. Daminna Lumbansiantar, S.Th.



Dalam sambutannya, Pdt. Daminna sangat mengapresiasi dan mendukung pembinaan RENA HKBP se-Ressort Bonandolok, dan dia berharap semangat RENA akan semakin dibangkitkan melalui pembinaan tersebut. “Saya berharap, semangat Remaja dan Naposobulung HKBP se-Ressort Bonandolok ini akan semakin dibangkitkan lagi dengan adanya pembinaan ini. Dan pembinaan ini sangat bagus untuk diikuti, sehingga saya berharap anak-anak kami Remaja dan Naposobulung agar serius dalam mengikuti pembinaan yang di pimpin langsung oleh kepala biro SMIRNA HKBP,” ungkap Pdt. Daminna dalam sambutannya.



Kegiatan pembinaan ini dibagi menjadi dua sesi yang dibawakan oleh Kepala Biro Sekolah Minggu, Remaja, Naposobulung (SMIRNA) HKBP, Pdt. Toho Sinaga, S.Th., M.I.Kom. Pada sesi pertama, Pdt. Toho membawakan materi pembinaan dengan topik “Pemuda Gereja di tengah Bangsa dan Arus Globalisasi”. Pada sesi ini Pdt. Toho memotivasi para RENA HKBP se-Ressort Bonandolok agar tidak merasa berkecil hati karena usia mereka masih muda. Dan justru para RENA harus mampu menjadi orang muda yang bisa di teladani (menjadi teladan). “Janganlah kamu merasa berkecil hati karena dirimu masih muda, tetapi jadilah orang muda teladan yang bisa di teladani oleh orang lain”, tegasnya.


Motivasi kepada RENA dilanjutkan dengan mengatakan bahwa Tuhan tidak pernah menciptakan manusia menjadi bodoh, tapi manusia sendirilah yang menginginkan dirinya menjadi bodoh. “Tidak mungkin Tuhan sejahat itu, dengan menciptakan orang menjadi bodoh, tapi yang ada di dunia ini adalah manusia yang menginginkan dirinya bodoh dengan sikap pemalas nya,” jelas Pdt. Toho sambil membangkitkan semangat dari RENA.



Pada sesi pertama ini juga, Pdt. Toho dengan tegas mengajak para RENA untuk menjadi orang yang memiliki sikap pejuang bukan pemalas.  Dalam arti, RENA harus menjadi orang yang terus berjuang atau kerja keras dalam setiap aktifitasnya. “Bagaimana mungkin Tuhan membantumu dalam aktifitasmu, bila dirimu juga tidak mau berjuang dan bekerja keras. Tetapi harus diawali dengan kerja kerasmu dulu, lalu kemudian mohonlah pertolongan Tuhan agar dirimu dikuatkan dalam setiap aktifitasmu” tambah Pdt. Toho lagi. Tak hanya itu, RENA juga diajak agar lebih bijak dalam mengisi waktu dan mampu menguasai dirinya agar mampu menjauhkan diri dari hal-hal yang negatif. Sesi pertama ditutup dengan Coffee Break pada pukul 16.00 WIB.



Sebagai informasi, jumlah RENA HKBP se-Ressort Bonandolok yang hadir sebagai peserta berjumlah 270 orang, diantaranya 85 orang dari HKBP Bonandolok, 25 orang dari HKBP Hutaginjang, 30 orang dari HKBP Baringin, 40 orang dari HKBP Hutajulu, 40 orang dari HKBP Sitapongan, 20 Orang dari HKBP Hutari, serta 30 orang dari HKBP Lumbantobing. Selain RENA, hadir pula puluhan jemaat/orang tua dan pelayan (parhalado) HKBP se-Ressort Bonandolok turut antusias menghadiri serta mengikuti pembinaan tersebut.


Sebelum memulai sesi kedua dimulai, Biro SMIRNA HKBP melalui Pdt. Togu Nababan, S.Th. mengajari peserta beberapa gerak lagu sekolah minggu sesuai lagu yang ada di Buku Ende Sekolah Minggu HKBP. Setelah itu, pada pukul 16.30 WIB sesi kedua dimulai dengan topik materi pembinaan yakni “Pentingnya Kaderisasi bagi Sekolah Minggu, Remaja, dan Naposobulung”.

Dalam hal ini Pdt. Toho menegaskan bahwa secara umum setiap organisasi akan stagnan, tidak berkembang, atau bahkan bisa sampai menuju kepada mati-nya organisasi disebabkan karena tidak adanya Kaderisasi. Karena itulah, kaderisasi sangat diperlukan bagi Sekolah Minggu, Remaja, Naposobulung (SMIRNA) HKBP demi mengembangkan persekutuan. “Kaderisasi sangat penting bagi organisasi untuk menjamin keberlanjutan organisasi tersebut atau mempersiapkan regenerasi. Karena kalau kaderisasi tidak ada, maka organisasi bisa mati dan tidak berkembang. Pun hal yang sama bagi remaja maupun naposobulung. Dan itu lah kegagalan kita selama ini, belum semua menyadari pentingnya kaderisasi itu. Jadi kawan-kawan RENA se-Ressort HKBP Bonandolok ini saya harap bisa membangun kaderisasi ditengah-tengah perkumpulan kalian di gereja ini”, Jelas Pdt. Toho.


Usai materi pembinaan kedua, Biro SMIRNA HKBP melalui Pdt. Togu Nababan kembali mengajarkan gerak lagu sekolah minggu sesuai lagu-lagu yang ada di Buku Ende Sekolah Minggu HKBP.





Kegiatan pembinaan ini diakhiri oleh Praeses HKBP Distrik III Humbang, Pdt. Daminna Lumbansiantar, S.Th. Beliau mengatakan bahwa sangat berterimakasih atas kehadiran Biro SMIRNA HKBP dalam membina remaja dan naposobulung se-Ressort HKBP Bonandolok. Dan kemungkinan besar akan diadakan kegiatan pembinaan lanjutan dikemudian hari. “Saya sangat senang melihat semangat dari anak-anak remaja dan naposobulung dalam mengikuti pembinaan ini. Kita juga akan pikirkan bagaimana agar dihari berikutnya pembinaan lanjutan bisa dilaksanakan di gereja ini”, tutup Pdt. Daminna.



Menurut amatan di lokasi, Tim yang hadir dari Departemen Koinonia – Biro SMIRNA HKBP diantaranya Pdt. Toho Sinaga, S.Th. M.I.Kom., Pdt. Togu Nababan, S.Th., Pdt. Monang Sagala, S.Th., Cal.Pdt. May Luther D. Sinaga, S.Th., dan Hariman Situmeang, S.Th. Selain itu, hadir pula Pdt. Hendro Siallagan, S.Th. sebagai pendeta yang melayani di salah satu pagaran dari HKBP Ressort Bonandolok serta Cal.Pdt. Sardi Sitanggang, S.Th. sebagai staff dari Praeses HKBP Distrik III Humbang.


Kontributor: CPdt. May Luther Sinaga, S.Th.

Pustaka Digital