"Jadi ro ma hata ni si Samuel tu sandok Israel songon on: Molo tung mulak hamu tu Jahowa sian nasa rohamuna, sai paholang hamu ma angka debata sileban sian tongatongamuna, ro di angka sombaon Astarot, jala marsihohot rohamuna tu Jahowa, jala sasada Ibana oloi hamu, asa dipalua hamu sian tangan ni halak Palistim.

Lalu berkatalah Samuel kepada seluruh kaum Israel demikian: "Jika kamu berbalik kepada TUHAN dengan segenap hati, maka jauhkanlah para allah asing dan para Asytoret dari tengah-tengahmu dan tujukan hatimu kepada TUHAN dan beribadahlah hanya kepada-Nya; maka Ia akan melepaskan kamu dari tangan orang Filistin.""

1 Samuel 7 : 3

Ephorus HKBP Kunjungi Kantor Majelis Sinode Gereja Kalimantan Evangelis (GKE)


Senin (30/9), Ephorus mengunjungi Kantor Majelis Sinode Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) yang disambut oleh Ketua Umum Majelis Sinode Pdt Dr Wardinan S Lidim dan Ibu beserta staf/pegawai. Kunjungan ini merupakan kunjungan balasan HKBP setelah kedatangan Ketua Umum Majelis Sinode Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) bersama dengan rombongan ke Kantor Pusat HKBP.


Ketua Umum Majelis Sinode Pdt Dr Wardinan S Lidim mengatakan bahwa GKE adalah saudara kandung rohani HKBP. Dalam sejarah GKE, Branstein adalah penginjil pertama dari Jerman yang pertama sekali tiba di Banjarmasin pada tanggal 26 Juni 1835. Baptisan pertama terjadi pada 10 April 1839 yang dilayankan oleh Hupperts kepada suku Dayak. Pekabaran Injil juga disertai dengan pelayanan diakoni, seperti: pendidikan, kesehatan, pembebasan budak. Ada hubungan yang kuat antara HKBP dan GKE. Di kalimantan hubungan GKE dan HKBP sangat harmonis dan dulu HKBP Burneo pernah memakai tempat GKE untuk beribadah. Kunjungan Ephorus kami sambut dengan senang hati dan penuh kebahagiaan. Kiranya kedepan, hubungan ini semakin kuat dengan adanya kerjasama-kerjasama baik di bidang penginjilan dan pembinaan. Inilah kantor sinode GKE dari sini kita menggerakkan pelayanan ke seluruh jemaat di Kalimantan. Di pelosok-pelosok masih banyak masyarakat belum menikmati kemajuan jaman. Jadi perlu memanusiakan manusia melalui injil. Kami juga sedang bergerak di dua hal ini. Jadi tidak hanya di bidang seremonial saja tetapi kami sekarang bergerak dengan memperlengkapi para pelayan. Kami sangat senang di wilayah tertentu GKE dan HKBP dapat bergerak bersama dalam pelayanan injil. Inilah ciri khas GKE yaitu injil. Kami mengetahui HKBP mempunyai Biro Pembinaan, kami nantinya akan menitip warga pemuda kami untuk belajar ke HKBP.


Ephorus dalam sambutannya memperkenalkan rombongan yang datang dari Kantor Pusat dan Pelayan yang bertugas di Distrik XXVII Borneo. Dalam sambutannya Ephorus menyampaikan bahwa sejak masih sekolah minggu saya bertanya-tanya tentang Borneo.  Dalam Buku Ende No 218:4 ada kalimatnya yang mengatakan “Ya Tuhan, terangilah  semua saudara kami di Sumatera, orang Nias, orang Burneo, kau lindungi Tuhan. Setelah masuk di STT baru saya mengetahui sejarahnya. Di HKBP ada Distrik Borneo, yang artinya tidak mungkin dilupakan dalam sejarah, bahwa ada abang kandung rohani kita di Borneo. Saya selalu sampaikan di rapat UEM bahwa kita dari Indonesia ada 18 anngota gereja UEM tetapi kita ke 18 anggota dari Indonesia ini bertemu dan berkenalan di Wupertal. Ada baiknya lebih banyak ketemu di Indonesiasehingga semakin mempererat kebersamaan. Di HKBP, kita sedang melakukan program revitalisasi pelayanan di bidang Koinonia, Marturia dan Diakonia. Tujuannya, untuk menghidupkan kembali pelayanan dibidang ini. Keunggulan HKBP, ketika masih diinjili dan diwaktu bersamaan sudah melakukan penginjilan kedaerah yang belum Kristen. Namun akhir-akhir ini hampir tidak membuahkan hasil. Ephorus juga memberikan Buku  “Reposisi Pekabaran Injil”  sebagai Buku Pengantar Orientasi Tahun 2020: Zending.


Dalam kesempatan ini juga Ketua Umum Majelis Sinode Pdt Dr Wardinan S Lidim mengundang Ephorus sebagai Pengkotbah dalam Sinode Umum GKE di yang diadakan 8-11 Juli 2020 yang dihadiri sekitar 2000 peserta. Dalam kesempatan ini juga Pdt Dr Wardinan S Lidim memberikan cenderamata kepada Ephorus.




 

Pustaka Digital