"Alai borngin i diida si Paulus di bagasan tondina ma Tuhan i na mandok tu ibana: Unang ma ho mabiar; hatahon ma, unang ma ho mauhom!

Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu penglihatan: "Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam!"

Ulaon ni Apostel 18:9

Kadep Diakonia HKBP Pimpin Ibadah Minggu di HKBP Siantar Sawah


Pematangsiantar, (7/3/2021)Kepala Departemen Diakonia HKBP, Pdt. Debora Purada Sinaga, MTh menyampaikan kotbah di HKBP Siantar Sawah, Distrik V Sumatera Timur. Gereja Siantar Sawah beralamatkan di Jl. Parapat Km.4,5, Kel. Tong Marimbun, Sumatera Utara.

Isi kotbah yang disampaikan oleh Pdt. Debora Purada Sinaga tertulis dari Keluaran 20:1-11 memberitakan : “ Aturan dibuat bukan untuk dilanggar. Tuhan Allah untuk menuntun Bangsa Israel keluar dari Tanah Mesir menuju Tanah Kanaan memberikan 10 Hukum Taurat yang disampaikan melalui Musa di Gunung Sinai. Adapun pembagian Hukum Taurat I-IV mengatur hubungan manusia kepada Tuhan dan Hukum Taurat V-X mengatur hubungan manusia dengan manusia. Oleh karena itu hubungan relasi manusia dengan Tuhan dan sesama manusia harus dilakukan secara seimbang dengan sepenuh hati dan dalam ketaatan”.

Pdt. Debora Purada Sinaga,STh menyampaikan kotbah di ibadah pukul 08:00 WIB dan sebagai liturgis St. S. Marpaung. Dilanjut ibadah pada pukul 10:00 WIB sebagai liturgis St. T.Napitupulu . Di ibadah siang dilaksanakan Babtisan Kudus kepada tiga anak jemaat yang dilayani oleh Pdt. Galumbang Rajagukguk,S.Th.


Setiap Minggunya HKBP Siantar Sawah melaksanakan tiga kali ibadah Indonesia untuk upaya mengantisipasi penularan Covid-19. Ibadah dilaksanakan pada pukul 08:00 WIB menggunakan bahasa Indonesia. Pukul 10:00 WIB menggunakan bahasa Batak Toba dan Pukul 16:00 WIB menggunakan Bahasa Indonesia. Jemaat yang hadir ibadah pada tanggal 7 Maret 2021, ibadah pagi dihadiri 67 orang laki-laki dan perempuan 130 orang. Sedangkan di ibadah siang dihadiri 57 orang laki-laki dan 104 orang perempuan serta 14 orang pelayan.


Selamat memasuki Minggu Okuli yang artinya Mataku tetap terarah kepada Tuhan. Tuhan kiranya memberkati kita. (DAT)