"Tarehon hamu ma pinggolmuna, jala ro ma hamu tu Ahu! Tangihon hamu ma, asa mangolu tondimuna i! Jadi bahenonHu ma tu hamu padan salelenglelengna: I ma padan parasian na sintong i tu si David na so tupa muba.

Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud."

Jesaya 55 : 3

Rendah Hati Membuat Kita Terbuka untuk Belajar"

Binjai - Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Victor Tinambunan mengingatkan para pelayan penuh waktu se-Distrik Binjai Langkat agar tetap rendah hati supaya terbuka untuk belajar. "Kerendahan hati membuat kita terbuka untuk belajar, berubah, bertumbuh, dan berbuah," terang Pdt. Tinambunan dalam kegiatan Pembinaan dan Pemberdayaan Pelayan Penuh Waktu dan Pelayan Distrik Binjai Langkat (28/6/2021).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Distrik Binjai Langkat dan dihadiri oleh seluruh pelayan penuh waktu HKBP se-Distrik Binjai Langkat dan beberapa majelis. Praeses HKBP Distrik Binjai Langkat, Pdt. Hercules Sihotang membuka kegiatan tersebut setelah sebelumnya dilaksanakan ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Manotas Simamora.


Dalam era digital saat ini begitu banyak bahan pembelajaran yang bisa diakses oleh para pelayan gereja secara mudah dan gratis. "Belajar sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kita dapat belajar melalui buku, koran, tulisan-tulisan, bahkan medsos," kata Pdt. Tinambunan.

Kompas.com mencatat, menurut riset dari perusahaan media We Are Social yang bekerja sama dengan Hootsuite (2019), menyebut ada 150 juta pengguna media sosial di Indonesia. Melihat fakta tersebut, Pdt. Tinambunan menyoroti hal-hal yang bisa saja menjadi "batu sandungan" bagi para pelayan dan keluarga terkait dengan medsos. "Usahakanlah postingan kita adalah postingan yang konstruktif dan mendatangkan damai bagi pembaca, bukan sebaliknya," ujar Pdt. Tinambunan.

Melihat tantangan yang dihadapi Dunia juga Indonesia yaitu Perubahan Iklim dibarengi Covid-19, Pdt. Tinambunan mendorong Distrik Binjai untuk menjadi pionir dalam menanggapi masalah tersebut. "Mungkin kita bisa menerima persembahan dari warga jemaat berupa barang daur ulang, ini bisa dikoordinir distrik dan usahakan untuk kepentingan umum atau bahkan mendatangkan uang bagi gereja," ajak Pdt. Tinambunan.

Pada akhir acara, Pdt. Sihotang dan Pdt. Guntur Simanjuntak (Ketua Panitia Kegiatan), dan St. M. Manullang (HKBP Stabat) menyematkan ulos kepada Pdt. Tinambunan dan Ibu sebagai ucapan syukur dan terima kasih atas pertemuan dan paparan yang disampaikan oleh Pdt. Tinambunan

 Korespondensi: Kantor Sekjend HKBP