Renungan Harian HKBP | 19 Agustus 2023

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus, sebelum memulai seluruh aktivitas kita satu hari ini, marilah kita terlebih dahulu mempersiapkan diri kita melalui pendengaran akan firman-Nya. Marilah kita berdoa!



Doa Pembuka: Ya Allah Tuhan kami, syukur kami ucapkan kepadaMu untuk anugerah yang boleh kami rasakan hingga pada saat ini. Ya Tuhan, saat ini kami akan mendengarkanMu kiranya Tuhan memberkati hati dan pikiran kami agar kami bisa mendengar dan menerima firmanMu. Di dalam nama Yesus Kristus kami berdoa dan bersyukur kepadaMu. Amin.

Bapak, ibu, dan saudara-saudari terkasih, teks renungan bagi kita pada hari tertulis dalam Ibrani 13: 5, beginilah bunyinya: “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”Demikianlah firman Tuhan.

Bapak, ibu, saudara-saudari terkasih, jika ditanyakan kepada kita saat ini, apa yang menjadi tolak ukur kebahagiaan manusia selama menjalani hidup di dunia ini? Secara umum, kita dapat melihat begitu banyak manusia yang menjadikan uang sebagai tolak ukur kebahagiaan hidupnya. Ada yang menyatakan bahwa uang adalah segala-galanya sehingga mereka mengkerahkan seluruh hidupnya hanya untuk mendapatkan uang, harta dan kekayaan. Orang-orang yang seperti ini adalah mereka yang tidak pernah merasa cukup dan tidak mensyukuri apa yang ada pada dirinya.

Bapak, ibu, saudara-saudari sekalian, nats ini mengingatkan kita bahwa kebahagiaan itu bukan soal apa dan seberapa besar yang kita peroleh dari apa yang kita kerjakan, misalnya uang, harta dan kekayaan melainkan soal siapa yang dapat memberikan jaminan kebahagiaan kepada kita dalam menjalani hidup di dunia ini.Nasihat yang disampaikan dalam surat Ibrani ini, mengajak kita untuk menempatkan posisi uang pada cara pandang yang tepat. Betul memang segalanya memerlukan uang, namun kita tidak boleh dikendalikan oleh uang atau bahkan men-tuhankan uang itu dalam hidup kita. Itu sebabnya melalui firman Tuhan ini kita dinasihatkan supaya menjadi jemaat yang tidak cinta uang, yang hidupnya tidak berorientasi kepada uang dan mau mencukupkan diri dengan apa yang dimiliki. Kita harus menyadari bahwa yang dapat memberikan jaminan kebahagiaan dalam hidup ini ialah Allah itu sendiri. Seperti yang disampaikan dalam nats ini bahwa Allah tidak akan membiarkan dan meninggalkan kita. Demikianlah Allah menyatakan janji-Nya kepada kita. Bahwa kita telah merasakan kasih-Nya melalui  Kristus. Sehingga Kristus adalah jaminan sejati yang senantiasa menyertai dan memelihara hidup kita. Seperti lirik lagu Kidung Jemaat No. 392, "Kuberbahagia yakin teguh, Yesus abadi kepunyaanku". Akhirnya, bukan uang yang menjadi tolak ukur kebahagiaan kita, namun cinta kasih-Nya yang selalu menyertai dan memelihara hidup kita (Providentia Dei), itulah yang memampukan kita untuk berbahagia dalam kecukupan. Amin.  

Doa Penutup: Bapa di Sorga terima kasih untuk penyertaan Tuhan dalam hidup kami saat ini sehingga kami boleh mendengarkan firman Tuhan pada pagi hari ini. Tolonglah kami supaya kami mampu untuk mencukupkan diri dengan segala yang kami miliki dan yakin akan janji Tuhan bahwa Engkau yang senantiasa memelihara kehidupan kami serta menyediakan yang terbaik bagi kami. Kami memohon ya Tuhan agar Engkau yang membimbing langkah kami dalam menjalani sepanjang hari ini. Jauhkan kami dari segala kejahatan, berikan sukacita dan lindungilah kami. Di dalam Yesus Kristus kami berdoa dan bersyukur kepadaMu. Amin.

 

C.Pdt. Josianna Widya Permata Lumbantobing- Melayani di Biro Personalia HKBP

Pustaka Digital