"Tarehon hamu ma pinggolmuna, jala ro ma hamu tu Ahu! Tangihon hamu ma, asa mangolu tondimuna i! Jadi bahenonHu ma tu hamu padan salelenglelengna: I ma padan parasian na sintong i tu si David na so tupa muba.

Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud."

Jesaya 55 : 3

“HKBP Menandatangani MoU dengan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI)”


Pearaja (9/6/2021), HKBP menandatangani MoU dengan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) di Kantor Pusat HKBP, Pearaja. Kegiatan tersebut diawali dengan makan malam bersama di Gedung Raja Pontas lalu menandatangani MoU di Ruang Oval Kantor Pusat HKBP. Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Victor Tinambunan, memoderasi pertemuan dan mempersilakan Ketua Umum LAI, Pdt. Henriette Hutabarat-Lebang untuk mengawali dengan memberikan kata sambutan.

Rencana penandatanganan MoU antara HKBP dengan LAI dipercepat dari waktu yang telah dijadwalkan yaitu tanggal 10/6/2021. Dalam kata sambutannya Ketua Umum LAI, Pdt. Henriette mengatakan bahwa meskipun dipercepat namun waktu ini adalah _kairos_ dari Tuhan, "Saat ini adalah _kairos_ yang Tuhan berikan untuk kita dapat bertemu (untuk menandatangani MoU -red)."

Sama seperti semua gereja dan lembaga, LAI juga mengupayakan berbagai cara untuk dapat menggapai umat di tengah pandemi Covid-19. "LAI di masa pandemi, sama seperti kita semua, melakukan beragam cara untuk menggapai umat,” terang Pdt. Henriette.


Bapak Sigit Triyono, Sekretaris Umum LAI, menyambung sambutan dari LAI dengan memaparkan 6 mandat yang menjadi tanggung jawab LAI yaitu:

1. Penerjemahan Alkitab yaitu menerjemahkan Alkitab ke berbagai bahasa di Indonesia.

2. Produksi yaitu sudah pada tahap _digital mature_ lebih dari _digital transformation_ dengan produk-produk digital LAI.

3. Penyebaran yaitu menyebarkan Alkitab ke seluruh Indonesia.

4. _Engagement_ (Pelibatan) yaitu upaya mendorong keterlibatan umat dan berbagai pihak dalam pemberitaan Firman Tuhan.

5. Advokasi yaitu bekerja sama dengan gereja-gereja dalam menjembatani permasalahan-permasalahan terkait penerjemahan Alkitab.

6. _Ministry_ (Pelayanan) yaitu bekerja sama dengan gereja-gereja dan berbagai kelompok untuk melakukan pelayanan kepada seluruh umat di Indonesia.

Untuk mengerjakan ke-6 tanggung jawab tersebut, LAI selalu melakukan kerja sama dengan gereja-gereja dan mendokumentasikan kerja sama tersebut seperti yang dilakukan dengan HKBP. "Gereja adalah pilar utama LAI dalam _partnership_ dan kerja sama antara HKBP dan LAI sudah terjadi lama namun untuk dokumen tercatat sekarang-lah _kairos_ tersebut," tegas Bapak Triyono.

Salah satu kerja sama yang masih dikerjakan oleh LAI dan HKBP adalah revisi terjemahan Alkitab berbahasa Toba yang sekarang tertunda karena kekurangan tenaga terutama setelah kepergian Pdt. M.V. Simanjuntak. Oleh karena itu Bapak Triyono menyampaikan permintaan tenaga tambahan ke Ompui Ephorus HKBP untuk melanjutkan penerjemahan Alkitab Toba. "LAI membutuhkan pengganti tenaga yang bisa mendukung sekaliber Bapak Pdt. M.V. Simanjuntak dalam revisi penerjemahan Alkitab Bahasa Toba," kata Bapak Triyono.

Menyambung pembicaraan mengenai penerjemahan Alkitab Toba, Pdt. Anwar Tjen, Kepala Departemen Penyebaran LAI menyampaikan, "Revisi penerjemahan Alkitab Bahasa Toba merupakan pekerjaan antar gereja penutur Bahasa Toba mulai dari HKBP, GKPI, Katolik, dan yang lainnya." 

Menyambut kata sambutan dan permintaan dari tim LAI, Ompui Ephorus HKBP, Pdt. Robinson Butarbutar, menyampaikan, "Kami sangat bersyukur kepada Tuhan atas _kairos_ yang terjadi sekarang dan bertekad menunaikan tanggung jawab MoU tersebut, terutama 6 butir yang sudah kita bicarakan tadi. Kami juga akan mencari dan membiayai orangnya supaya tim penerjemahan itu kuat kembali," sambut Ompui Ephorus HKBP.

Senada dengan semangat LAI yang selalu bekerja sama dengan gereja-gereja dalam mengerjakan tugas dan tanggung jawab, Ompui Ephorus menjelaskan bahwa HKBP juga melakukan kerja sama dengan LAI untuk melakukan tugasnya secara komprehensif. "HKBP tidak bisa melakukan tugasnya secara komprehensif dan dinamis tanpa kami memiliki Alkitab (Toba -red) dan tanpa kami mendukung LAI dalam menyediakan Alkitab dalam bahasa ibu seluruh suku di Indonesia karena HKBP harus mendukung penyebaran Firman Tuhan,” tegas Ompui Ephorus.

Di sela-sela pembicaraan, Bapak Triyono menyampaikan bahwa ada Hari Doa Alkitab yang dicanangkan oleh LAI kepada gereja-gereja untuk mendukung pelayanan LAI. Menjawab hal tersebut, Ompui Ephorus mengatakan “HKBP mendukung Hari Doa Alkitab untuk mendukung pelayanan LAI."

Setelah menyampaikan kata sambutan dan respons dari Ompui Ephorus, acara dilanjutkan dengan penandatanganan MoU yang ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekretaris Umum LAI dari pihak Lembaga Alkitab Indonesia dan Ompui Ephorus dan Sekretaris Jenderal HKBP dari pihak HKBP.

Kegiatan penandatanganan MoU tersebut dihadiri oleh rombongan LAI yang datang dari Jakarta dan ibu Dewi Barus perwakilan dari Medan, sementara dari pihak HKBP dihadiri oleh Kepala Departemen Koinonia, Pdt. Deonal Sinaga, Kepala Departemen Diakonia, Pdt. Debora P. Sinaga, Kepala Biro Personalia HKBP, Pdt. Rikson Hutahaean.

Korespondensi: Kantor Sekjend HKBP


Pustaka Digital