"Tarehon hamu ma pinggolmuna, jala ro ma hamu tu Ahu! Tangihon hamu ma, asa mangolu tondimuna i! Jadi bahenonHu ma tu hamu padan salelenglelengna: I ma padan parasian na sintong i tu si David na so tupa muba.

Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud."

Jesaya 55 : 3

Ephorus HKBP : Penyakit Sulit Tidur dan Bersungut-sungut Membuat Manusia Sulit Bersukacita


Minggu (14/03/2021), “Ada dua hal yang membuat manusia sulit bersukacita. Pertama, penyakit sulit tidur (sleep disorders) dan kedua adalah mengawali hari dengan bersungut-sungut, mengeluh dan penuh susah hati karena memikirkan dunia dengan segala permasalahannya.” Itulah yang disampaikan oleh Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Robinson Butarbutar dalam pengantar khotbahnya di HKBP Adianpadang Ressort Sipahutar Distrik II Silindung, Sumatera Utara.

Ephorus menegaskan, berdasarkan firman Tuhan hari ini, yang ditertulis di Surat Efesus 2:1-10, “Kita orang berdosa ini sepatutnya sudah mati karena dosa. Namun, Allah yang kaya dengan rahmat dan kasih-Nya yang besar, membuat kita kembali hidup bersama-sama dengan Kristus dan menjadi warga kerajaan Surga. Tidak hanya itu, kita yang telah dihidupkan kembali, menerima kekayaan kasih-Nya yang melimpah di dalam Kristus. Oleh karena itu, kita yang telah ditebus dan telah dihidupkan kembali, harus proaktif melakukan perbuatan baik, karena kita telah lebih dahulu menerima kebaikan yang tak terhingga dari Allah. Itulah sukacita (letare) kita orang percaya.”


Dalam kunjungan pastoral kali ini, Ephorus menyapa jemaat HKBP Adianpadang Ressort Sipahutar Distrik II Silindung, Sumatera Utara, yang dipimpin oleh St. Ariston Rajagukguk bersama 13 orang sintua (majelis jemaat). HKBP yang berada di desa Sabungan Nihuta IV Sipahutar ini memiliki jemaat sekitar 73 kepala keluarga yang mayoritasnya adalah petani.

Mengenai Gereja HKBP Adianpadang, gereja ini berdiri pada tahun 1890 dan telah melayankan Sakramen Baptisan Kudus perdana sejak 17 Agustus 1908 kepada sebanyak 400 orang penduduk di sekitar Adianpadang secara massal. Sebelumnya, gereja ini pernah mengalami kebakaran pada tahun 1930-an. Sejak peristiwa itu sampai tahun 1976, gereja berbentuk rumah panggung, lalu gereja dibangun kembali dalam bentuk semi-permanen hingga saat ini. Atas keadaan itu, anggota jemaat dan majelis gereja berharap agar di tahun 2021 dan seterusnya dapat dilaksanakan pemberdayaan kepada semua jemaat, sehingga anggota jemaat bertumbuh dalam iman. Tentu pemberdayaan ini akan terlaksana dengan partisipasi semua anggota jemaat bersama anak rantau HKBP Adian Padang yang tersebar di seluruh Nusantara.

 

Karena kondisi itu, bagi kita yang tergerak hatinya untuk turut serta dalam pembangunan fisik gereja ini, dapat mengirimkannya ke rekening berikut ini:

Bank BRI

Panitia Pembangunan HKBP Adianpadang

539401011324534

 

Dengan contact person:

St. Ariston Rajagukguk (HP:081376313739)

St. Partomuan Simanjuntak (HP:081310227916)








Pustaka Digital