"Ai gok di Ho do ale Jahowa hatimbulon dohot hagogoon dohot hamuliaon dohot hatongamon dohot pujipujian; gok di Ho tahe nang saluhut na di banua ginjang dohot na di tano on. Gok di Ho do ale Jahowa harajaon, jala dipatimbul Ho diriM di atas ni saluhut na marjujungan.

Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala."

1 Kronika 29 : 11

Ephorus: Pemberdayaan Musiman! Kompetensi Pelayan Tidak Berkembang dan Jemaat Tak Bertumbuh

Kamis, 25 Maret 2021

----------------------------------

Ephorus beri arahan & bimbingan dalam rapat bersama KPSDP.


Dalam arahan dan bimbingannya kepada Komisi Pengembangan Sumber Daya Pelayan (KPSDP), Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Robinson Butarbutar menekankan pentingnya komisi ini bekerja membantu pemimpin HKBP mengembangkan sumber daya pelayannya.

"Lemahnya pembinaan, yang sifatnya musiman dan tidak berkesibambungan menyebabkan kompetensi pelayan HKBP tidak berkembang. Sehingga jemaat tidak bertumbuh," tegas Ephorus.

Pertumbuhan iman jemaat  yang stagnan berujung pada pindahnya warga jemaat ke gereja-gereja baru yang tumbuh subur. Hal ini diminati oleh warga jemaat yang kebutuhan dan harapannya tak terlayani optimal oleh para pelayan di HKBP. Dalam rapat koordinasi yang berlangsung semi virtual, baik onsite di Ruang Oval Kantor Pusat HKBP Pearaja, Tarutung dan via Zoom meeting, Ephorus juga meminta KPSDP yang baru dilantik untuk semakin memahami tugas dan fungsinya, berdasarkan Aturan Peraturan HKBP. Ephorus menyebutkan, KPSDP harus mampu memberikan rekomendasi kriteria pelayan yang tepat untuk melayani di berbagai bidang pelayanan kepada pimpinan HKBP. 


Sadar bahwa mutasi menjadi hal yang sangat krusial, juga rumit, maka HKBP melalui Aturan Peraturannya menetapkan anggota KPSDP terdiri dari tiga orang pendeta, seorang guru huria, seorang biblevrouw dan seorang diakones, yang masing-masih sudah 20 tahun menerima tahbisan. Tidak hanya itu, komisi ini juga beranggotakan seorang ahli psikologi, seorang praktisi manajemen sumber daya manusia, seorang praktisi hokum dan secara ex officio beranggotakan Kepala Biro Personalia, Kepala Biro Jemaat dan Kepala Biro Pembinaan.

Ephorus menambahkan, dengan adanya kerja sama yang baik, pemahaman akan tupoksi masing-masing maka dapat dihasilkan sistem yang baik, terukur, visioner dan berkelanjutan. Bahkan, bukan tidak mungkin, implementasi sistem sentralisasi penggajian dapat terwujud  sehingga kompetensi pelayan dapat meningkat dan berdampak kepada jemaat dalam segala aspek. (SKE_JFS)