HKBP Aids Ministry & Biro Pengmas Kalaborasi Program Ternak Babi Organik Bergulir Berkesinambungan

Kepala Departemen Diakonia HKBP, Ibu Pdt. Debora Purada Sinaga, MTh memotivasi dan mendorong setiap unit atau biro yang ada dalam jajaran Departemen Diakonia untuk senantiasa bekerja sama atau berkolaborasi dalam mengembangkan pelayanan yang mereka kerjakan. 

Tidak hanya sekedar berkolaborasi namun juga kolaborasi yang berkesinambungan sebagaimana yang ditunjukkan oleh Biro Pengembangan Masyarakat dan HKBP Aids Ministry dengan program ternak babi bergulir yang telah diserahkan kepada warga Masyarakat khususnya kelompok yang kurang beruntung secara sosial di tengah masyarakat, yakni orang-orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA/ODIV). pada Rabu, 09 Agustus 2023. Penyerahan ternak babi organik bergulir ini menjadi penyerahan ternak bergulir kali ketiga. 


 Pada penyerahan itu, Kepala Departemen Diakonia HKBP, Ibu Pdt. Debora Purada Sinaga, MTh memberikan kredit positif kepada Pdt. Jonni Sihite, Kepala Biro Pengembangan Masyarakat dan Diak. Berlina Sibagariang, Sekretaris Executive HKBP Aids Ministry yang tetap berkolaborasi dalam usaha meningkatkan kehidupan ekonomi warga Masyarakat khususnya kelompok yang kurang beruntung secara sosial di tengah masyarakat, yakni orang-orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA/ODIV). 

Dalam sambutannya pada penyerahan tersebut, Kepala Departemen Diakonia HKBP, Ibu Pdt. Debora Purada Sinaga, menyambut positif kolaborasi Biro Pengembangan Masyarakat dan HKBP Aids Ministry. Bersama dengan Kabiro PengMas serta Sekretaris Eksekutif HAM, Ibu Pdt. Debora Purada Sinaga menyampaikan terima kasih terdalam kepada ELCA (Evangelical Lutheran Church of America) yang telah menyokong program HAM termasuk proyek ternak babi bergulir ini.


Sentimen negatif masyarakat karena keberadaan mereka sebagai orang-orang yang hidup dengan HIV/AIDS membuat ruang lingkup kehidupan mereka tidak sebebas warga masyarakat pada umumnya termasuk dalam kehidupan perekonomian. Oleh karena itulah maka kehadiran gereja sebagai perpanjangan tangan Tuhan perlu mendukung mereka. 

Berangkat dari kenyataan itulah dibuatlah sebuah proyek kolaborasi atau kerjasama antara Biro Pengembangan Masyarakat dengan HKBP Aids Ministry melalui proyek babi bergulir. 

Proyek ini memungkinkan warga dampingan HKBP Aids Ministry meningkatkan kehidupan perekonomian mereka lewat pertanian. Lewat proyek ini mereka menerima anak ternak babi yang diusahakan oleh Biro Pengembangan Masyarakat. Mereka tidak hanya sekedar menerima namun juga membesarkan serta mengembangkannya sehingga dengan itu kehidupan ekonomi mereka akan lebih baik di masa depan. Mereka tidak hanya menerima anak babi namun warga dampingan tersebut menerima pelatihan untuk mempersiapkan pakan yang akan dikonsumsi oleh babi yang mereka terima. Pada penyerahan kali ketiga ini, ada sepuluh anak babi yang hendak diserahkan kepada 5 warga dampingan dari HKBP Aids Ministry. 


Bersama dengan anak babi yang diterima, warga dampingan juga menerima bahan makanan sebanyak 20 kg untuk makanan awal ternak babi yang mereka terima. 

Kabiro PengMas menguraikan bahwa berhasil atau tidaknya pembesaran atau pengembangan babi yang mereka terima itu bergantung pada 3 hal penting yaitu : 

1. Bibit Babi : bibit babi haruslah berasal dari bibit yang berkualitas. Babi yang berkualitas adalah babi yang lincah dan sehat. Untuk indukan perlu diperhatikan beragam hal di antaranya : kuping yang lebar dan jatuh, ukuran yang memanjang dan susu yang simetris

2. Pakan yang baik : pakan babi yang baik akan menentukan pertumbuhan dan kualitas daging dari babi yang diternakan. Pakan yang baik juga akan dapat meningkatkan antibody babi. 

3. Kandang : Kandang harus selalu bersih dan dijauhkan dari kotoran sekalipun memang babi adalah binatang yang suka dengan kotoran. Kandang yang bersih akan menjauhkan babi dari virus atau penyakit. (BM/P. Sam – B’TIK).


Pustaka Digital