"Jadi ro ma hata ni si Samuel tu sandok Israel songon on: Molo tung mulak hamu tu Jahowa sian nasa rohamuna, sai paholang hamu ma angka debata sileban sian tongatongamuna, ro di angka sombaon Astarot, jala marsihohot rohamuna tu Jahowa, jala sasada Ibana oloi hamu, asa dipalua hamu sian tangan ni halak Palistim.

Lalu berkatalah Samuel kepada seluruh kaum Israel demikian: "Jika kamu berbalik kepada TUHAN dengan segenap hati, maka jauhkanlah para allah asing dan para Asytoret dari tengah-tengahmu dan tujukan hatimu kepada TUHAN dan beribadahlah hanya kepada-Nya; maka Ia akan melepaskan kamu dari tangan orang Filistin.""

1 Samuel 7 : 3

Ibadah Malam Natal HKBP Pearaja Resort Pearaja

Pearaja, hkbp.or.id - HKBP Pearaja Resort Pearaja - Tarutung mengadakan Ibadah Malam Natal. (24/12/2021).

Ibadah dilayani oleh Pdt. Saor Hutagaol sebagai Liturgis serta Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan sebagai Pengkhotbah. Ayat khotbah berdasar kepada teks Mazmur 147: 1-11, sesuai Almanak HKBP.


Dalam khotbahnya, Pdt. Tinambunan menyampaikan bahwa Firman Tuhan pada Malam Natal ini membawa kabar sukacita, Allah menyempurnakan sukacita umat manusia. 

Ia menjelaskan, "Berkat penyertaan Tuhan melalui kelahiran Tuhan Yesus Kristus ke dalam dunia, itu yang melengkapi sukacita umat Allah. Dia hadir untuk menyatukan yang tercerai berai, Dia hadir sebagai penyembuh bagi yang terluka, dan Dia hadir menegakkan keadilan bagi orang-orang yang tertindas. Maka sudah sepatutnya kita bersukacita menyambut kedatangan-Nya dengan nyanyian syukur."


Pdt. Tinambunan menjelaskan, "Dalam momen menyambut Natal ini, besar antusias orang Kristen biasanya tampak dalam mempersiapkan segala sesuatunya: menyiapkan hidangan makan bersama; menyiapkan pakaian terbaik; dekorasi dengan pernak-pernik yang meriah. 

Tidak jarang masa menyambut Natal berfokus pada hal-hal tersebut. Tidak ada yang salah dengan hal itu semua, dan baik adanya. Namun karena banyak energi dan pikiran terfokus pada hal itu, sukacita kerap digeser dengan kepenatan, emosi yang meledak-ledak, hingga pertengkaran pun tak terelakkan. Dengan demikian masa menyambut Natal bukan lagi ajang bersukacita, dan dengan demikian makna Natal telah tergerus. Sukacita dan damai sejahtera Natal tidak lagi dihayati."


Pdt. Tinambunan melanjutkan, "Kehidupan jemaat Tuhan pada masa kini tidak lepas dari pergumulannya masing-masing."

Melalui kabar sukacita yang disampaikan ini, kehadiran Allah di tengah umat-Nya menjadi penghibur yang melengkapi kita untuk menjalani kehidupan sekalipun ada tantangan", ujarnya. 


Ibadah Malam Natal ini berlangsung dengan khidmat dan umat hadir dengan tertib mengikuti aturan sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan. Hingga akhirnya ibadah dan jemaat meninggalkan ruangan ibadah, semua berlangsung dengan kondusif.

SKS-JHB/NS



Pustaka Digital