"Tarehon hamu ma pinggolmuna, jala ro ma hamu tu Ahu! Tangihon hamu ma, asa mangolu tondimuna i! Jadi bahenonHu ma tu hamu padan salelenglelengna: I ma padan parasian na sintong i tu si David na so tupa muba.

Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud."

Jesaya 55 : 3

Konsultasi Pengurus Ama Distrik (PAD) & Pengurus Lansia Distrik (PLD) Resmi dibuka Ephorus

Konsultasi Pengurus Ama Distrik (PAD) dan Pengurus Lansia Distrik (PLD) resmi dibuka oleh Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Robinson Butarbutar yang didampingi oleh Kepala Departemen Koinonia, Pdt. Dr. Deonal Sinaga, Kepala Departemen Diakonia, Pdt. Debora Sinaga, M.Th, serta Ketua Panitia Konsultasi PAD dan PLD, Pdt. Herwin Simarmata, M.Th.


Bertempat di Gedung Raja Pontas Lumbantobing, Konsultasi PAD dan PLD berlangsung pada 1-2 April 2022 dengan peserta sebanyak 96 orang ama dan 96 orang lansia yang berasal dari 32 distrik di HKBP. Meski sama-sama bertempat di Gedung Raja Pontas, namun Konsultasi PAD dan PLD ini dilaksanakan di ruangan yang berbeda, yakni di lantai 1 dan 2 gedung, dengan topik konsultasi yang juga berbeda.


Konsultasi PAD dan PLD diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Purnama Situmeang sebagai liturgis, sedang pemberitaan Firman disampaikan oleh Pdt. Bonar Lumbantobing, M.Th. Dalam ibadah yang dimulai pukul 14.10 WIB tersebut, Pdt. Bonar menyampaikan bahwa harus ada satu kesatuan di dalam tubuh Kristus agar dapat sehati sepikir. “Sumber kasih itu adalah satu, yaitu Tuhan. Maka untuk menjadi sehati, sepikir, satu tujuan, harus dipandang sebagai anugerah dari Tuhan yang telah menyatukan,” jelas Pdt. Bonar.

Seusai ibadah, ucapan selamat datang disampaikan oleh Ketua Panitia Konsultasi PAD dan PLD. Dalam sambutan itu, Pdt. Herwin mengucapkan, “Konsultasi ini sangat berharga karena nantinya akan memunculkan keputusan-keputusan yang sangat berharga.” Pdt. Herwin juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran para peserta Konsultasi yang sudah datang secara on site dan online untuk mengikuti kegiatan ini.

Kata sambutan kemudian disampaikan oleh Kepala Departemen Marturia, Pdt. Daniel TA Harahap, M.Th, dan Kepala Departemen Diakonia, Pdt. Debora P. Sinaga, M.Th. Dalam sambutan, baik Pdt. Daniel maupun Pdt. Debora menekankan akan pentingnya peranan kaum bapak, karenanya Kadep Marturia dan Diakonia sangat bersyukur karena dilaksanakannya Konsultasi ini. Pdt. Debora juga menyebutkan betapa peran bapak sangat penting bagi dirinya, “Melalui dukungan orang tua, khususnya bapak, saya memberikan diri untuk melayani menjadi hamba Tuhan,” ucap Pdt. Debora.


Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Robinson Butarbutar yang menjadi Keynote Speaker dalam Konsultasi ini menekankan agar kaum ama dan lansia dapat menjadi pelopor-pelopor di HKBP dalam berbagai bidang. “Ama yang bersahala, Lansia yang Sehat dan Berguna!,” ucap Ephorus seraya mengajak peserta Konsultasi mengucapkannya bersama-sama.


Menutup sesi hari pertama dalam Konsultasi PAD & PLD ini, Pdt. Deonal yang berbicara di Konsultasi PAD menyemangati para peserta untuk berperan lebih aktif dalam hal-hal yang positif, termasuk dalam keluarga. “Kaum Bapak adalah pantuan (trend setter), hal ini sesuai dengan teologi Kristen yang dituliskan dalam Alkitab,” tegas Pdt. Deonal. Pdt. Deonal memaparkan tujuh nilai hidup yang perlu dikembangkan oleh para kaum bapak, yakni spiritualitas, kerja keras, kerendahan hati, apresiasi, kepercayaan, kerja sama, dan IKK (Informatif, Komunikatif, Koordinatif).


Sementara dalam Konsultasi PLD, Prof. Dr. Ir. Ponten M. Naibaho menyampaikan sajian apik mengenai kehidupan para lansia. Kehidupan maupun psikologis para lansia menjadi pengantar menuju puncak materi, bahwa sebelum kaum lansia berkomitmen menyatukan hati di tengah-tengah program gereja, perlu diketahui bersama apa dan bagaimana kehidupan, kebutuhan, dan tantangan yang dihadapi para lansia. Puncak dari materi menjelaskan tentang bagaimana lansia sebenarnya juga mampu berdedikasi di tengah-tengah pelayanan gereja. Konsultasi pada hari pertama diwarnai dengan diskusi/dialog antara narasumber dan audiens.



Para audiens yang hadir pun bersemangat dalam memperdalam pengenalan terhadap kehidupan lansia di tiap-tiap distrik, sebagai referensi antara satu sama lain. Dikarenakan waktu yang tidak mencukupi, maka dialog akan dilanjutkan pada hari kedua, yaitu esok hari, dengan pemahaman materi yang lebih dalam.



Sebagaimana telah dibuka dalam ibadah, Konsultasi PAD dan PLD hari pertama ini juga kembali ditutup dalam ibadah yang dilayani oleh Pdt. Eden Siahaan, S.Th, MM dan Pdt. Susi Hutabarat, S.Th.





Pustaka Digital