"Tarehon hamu ma pinggolmuna, jala ro ma hamu tu Ahu! Tangihon hamu ma, asa mangolu tondimuna i! Jadi bahenonHu ma tu hamu padan salelenglelengna: I ma padan parasian na sintong i tu si David na so tupa muba.

Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud."

Jesaya 55 : 3

Mayoritas Paragat, 65 KK Warga Jemaat HKBP Siatasan ber-Kantate bersama Ephorus


"Tuhanlah fokus dan tujuan dari pujian kita orang percaya," tegas Ephorus dalam khotbahnya di HKBP Siatasan, Simalungun - Sumatera Utara, pada Minggu Kantate, 2 Mei 2021. 


Didominasi oleh warga jemaat perempuan, kebaktian di HKBP Siatasan Ressort Tiga Dolok, Distrik V Sumatera Timur berlangsung penuh sukacita. Gereja ini sudah berdiri sejak tahun 1910. Dan hanya berjarak 31 km dari Danau Toba, yang menjadi destinasi pariwisata super prioritas itu. Siatasan sendiri memiliki arti sembilan tanjakan.


"Siapakah yang diajak pemazmur memuji Tuhan? Jawabnya, adalah segala yang bernafas. Ini artinya manusia, hewan, tumbuhan dan semua yang hidup harus memuji Tuhan," tegas Ephorus dalam uraian khotbahnya. 


Ephorus HKBP, Pdt. Robinson Butar mengajak 65 KK warga jemaat, yang mayoritas para paragat (penyadap tuak dari pohon enau, yang menjadi minuman tradisional batak) untuk tetap menjaga kelestarian hutan. Tidak boleh sembarangan menebang pohon. Agar alam ini juga turut memuji Tuhan. 


Dalam doanya, Ephorus berseru nyaring memuji Tuhan. Atas kebaikan-Nya mengetuk pintu hari warga jemaat dan pemerhati HKBP, sehingga dalam empat bulan ini telah terggalang dana 48 M untuk menyelamatkan dana pensiun HKBP.  (SKE_JFS)




Pustaka Digital