"Tarehon hamu ma pinggolmuna, jala ro ma hamu tu Ahu! Tangihon hamu ma, asa mangolu tondimuna i! Jadi bahenonHu ma tu hamu padan salelenglelengna: I ma padan parasian na sintong i tu si David na so tupa muba.

Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud."

Jesaya 55 : 3

Menparekraf Sebut Dr. I. L. Nommensen; Rasul Orang Batak dan Pahlawan Perubahan.


Menteri Parawisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno datang mengunjungi makam misionaris Dr. I.L. Nommensen di Sigumpar (10/6/2021). Saat kunjungannya, beliau menyebut Dr. I. L. Nommensen sebagai "Rasul Orang Batak dan Pahlawan yang membawa perubahan-perubahan pada masyarakat di Tapanuli." Karena itu, makam Dr. I.L. Nommensen layak dikembangkan sebagai objek wisata religi, bagian dari pengembangan Danau Toba sebagai Kawasan Wisata Super Prioritas.

 

Menparekraf juga mengundang orang-orang Batak yang telah berhasil di di daerah perantauan untuk perevitalisasian makam Dr. I.L. Nommensen sebagai objek wisata religi. Menparekraf menambahkan, sebelum Covid-19, makam Nommensen ini dikunjungi 100 ribu orang setiap tahunnya. Lalu ia mengajak masyarakat untuk datang berkunjung dan berziarah ke makam Dr. I.l. Nommensen. Semua objek wisata yang dikembangkan saat ini, bertujuan untuk peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.

Dilihat dari sejarah, sebelum kedatangan Nommensen, masyarakat Batak di Tapanuli Bagian Utara masih tertutup dan tertinggal. Setelah kedatangan Dr. Ingwer Ludwig Nommensen dan misionaris lainnya membawa perubahan pada kehidupan masyarakat Batak. Pendekatan-pendekatan dilakukan misionaris yang membuat masyarakat menerima Injil, kemajuan dan perubahan.

Nommensen berkarya di daerah Tapanuli selama 58 tahun (1862-1918). Kehadiran dan karyanya membuat masyarakat Batak dapat mengejar ketertinggalannya dari daerah-daerah lainnya.

 

Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Robinson Butarbutar bersyukur dan berterima kasih atas kunjungan Menteri Parawisata dan Ekonomi Kreatif ke makam Dr. I.L. Nommensen. Beliau menyampaikan seluruh warga HKBP akan mendukung program Danau Toba sebagai Kawasan Parawisata Super Prioritas. Seluruh masyarakat di kawasan Danau Toba sudah menunggu, semoga di waktu yang tidak lama lagi akan terwujud.

Di hadapan Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno, di lokasi makam Dr. I.L. Nommensen, Ephorus HKBP dan Direktur BPODT, Jimmy Bernando Panjaitan menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerjasama dalam pengembangan parawisata di kawasan Danau Toba.

Turut juga pemerintah Kabupaten Toba, Bupati Ir. Poltak Sitorus dan Wakil Bupati, Tony Simanjutak menginformasikan Program Tarhilala kepada Menteri Parawisata dan Ekonomi Kreatif.

 

Sejak kedatangan Menparekraf ke makam Dr. I. L. Nommensen sampai beliau beranjak menuju objek wisata di Adian Nalambok, Ephorus didampingi Praeses HKBP Distrik IV Toba, Pdt. Julson Pasaribu, M.Th dan beberapa Pendeta dan pelayan penuh waktu lainnya. (B-TIK)


Pustaka Digital