"Minggu Septuagesima
Topik: GABE SIULAHON HATA I (HIDUP BENAR SESUAI DENGAN HUKUM TUHAN)"

Ev: Jakobus 1 : 22-25/Ep: Jesaya 58 : 1-9a

Ompu i Ephorus, Penceramah di LPP II

Di hari ketiga, Rabu (17/2) bertempat di Auditorium Sipoholon, Tarutung,  Ompu i Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Robinson Butarbutar sebagai penceramah bagi peserta  LPP II Gelombang kedua. Ompu i menyemangati peserta yang hadir secara phisik dan virtual.

Pada ceramahnya, Ompu i Ephorus menyampaikan betapa pentingnya calon pelayan masa kini memahami dengan baik: (1) Renstra HKBP 2020-2024; (2) Prioritas menunaikan beban bersama; (3) Langkah-langkah prioritas yang ditetapkan HKBP.



Langkah-langkah prioritas yang sedang dan akan dilaksanakan itu adalah:

Tahun Pertama: Tahun Pemberdayaan.

Tahun kedua: Tahun kesehatian dalam persekutuan, pelayanan, & kesaksian.

Tahun ketiga: Tahun Profesionalisme penatalayanan.

Tahun keempat: Tahun ekumenikal inklusif.

 

Tahun 2021 merupakan Tahun Pemberdayaan. Diartikan dalam tiga pengertian, yaitu:

1) Enabling: menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan orang untuk berkembang.

2) Empowering: memperkuat daya atau minat yang dimiliki oleh orang sehingga memungkinkan terjadinya "power sharing."

3) Protecting: mencegah terjadinya persaingan yang tidak seimbang, serta mencegah exploitasi yang kuat terhadap yang lemah.

 

Di sela ceramahnya,  Ompu i Ephorus bertanya kepada peserta LPP II:  "semangatkah, atau justru takut?" "Siapakah saudara yang bersiap menjadi pemimpin di masa depan?" "Siapakah saudara yang akan menjadi Pengkhotbah yang selalu dicari dalam acara Kebaktian Kebangunan Rohani?"

 

Pertanyaan itu merupakan pertanyaan retoris. Di penutup ceramahnya, Ompu i menjawab pertanyaan yang diajukan dan mengatakan kepada peserta: “you’re the hope and the future of HKBP.” (K.E.-JFS)