"Laos didok ma tu nasida: “Boasa songon i biar rohamuna? Dia do umbahen soada haporseaon di hamu?”

Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?""

Markus 4:40

Ompui Ephorus Beri Ceramah Pada Pembinaan Dosen Muda Universitas HKBP Nommensen Medan


Jumat (2/8) Ompui Ephorus menjadi Keynote Speaker pada acara Pembinaan Dosen Muda Universitas HKBP Nommensen Medan. Kegiatan ini diadakan di Perkampungan Pemuda HKBP Jetun Silangit mulai dari tanggal 31 Juli – 3 Agustus 2019. Peserta terdiri dari 39 orang dari 8 Fakultas, yaitu Fakultas Kedokteran, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, Fakultas Pertanian, Fakultas Psikologi, Fakultas Bahasa dan Seni, Fakultas Teknik dan Fakultas keguruan dan Ilmu Pendidikan.


Dalam ceramahnya mengenai Kepemimpinan dan Jiwa Memiliki Universitas HKBP Nommensen Ompui Ephorus menyampaikan bagaimana mengenal Universitas HKBP Nommensen secara umum dan apa yang hendak kita raih dari sana. Ephorus menghimbau ada tiga hal yang perlu diingat para dosen, sebagaitanggungjawab bersama yaitu kita dinafkahi oleh UHN, sebagai dosen kita akan mengembangkan sayap dalam propesi kita, tetapi perlu kita ingat bahwa kita juga adalah duta gereja.


Ompui Ephorus menambahkan bahwa beliau adalah dosen dan dalam masa pelyanannya lebih lama sebagai dosen daripada melayani menjadi pendeta di jemaat. Panggilan sebagai dosen tidak otomatis karena kesarjanaankita tapi karena panggilan sesuai dengan propesi kita. Tidak otomatis S2 dan S3 layak menjadi dosen, karena untuk menjadi dosen juga membutuhkan semacam panggilan. Di dalam gereja ada dua bentuk panggilan, 1. Vocatio Generalis (panggilan umum) dimana semua orang percaya menenerima panggilan, 2. Vocatio Specialist (panggilan khusus). Alkitab menyuarakan itu dalam Efesus 4; 1 Kor 12:12-24, dari antara orang-orang percaya dipanggil lagi. Saudara menerima panggilan spesialis.

Sebagai dosen kita harus paham apa dan siapa Nommensen itu. Yang terpenting, sebagai bagian dari Universitas HKBP Nommensen kita harus ketahui dan pahami siapa Nommensen itu. Diantara deretan nama-nama missionaris dari Jerman adalah Nommensen karena pada saat itu Nommensen berhasil mengembangkan pelayanan di Tanah Batak dan HKBP dipimpin oleh Nommensen. Strategi Nommensen mengadopsi budaya setempat sepanjang tidak berentangan dengan injil. Namun ada terjadi kemunduran bagi orang batak masa kini. Untuk itu kita berdedikasi seperti apa yang diminta nommensen dengan pendiriannya.

Ompui menambahkan bahwa melalui kegiatan ini, sebagai dosen adalah penerima voctio speciailist. Supaya pengabdian kita dapat saling mendukung dengan fungsi gereja yang adalah pelaksna missi Kristus, yang terdiri dari berbagai bidang. Sebagai penerim voctio specialist, hayati dan tekunilah panggilanmu.


Usai memberikan ceramah, Sekretaris Yayasan Universitas HKBP Nommensen Pdt Dr Pintor M Sitanggang dan Rektor Universitas HKBP Nommensen memberikan cendera mata berupa ulos kepada Ompui Ephorus dan Ompui memberikan buku (Buku Bertumbuh Lokal, Berbuah Universal dan HKBP is HKBP) kepada 2 orang Dosen yang sedang menyelesaikan studi S3 Program Bahasa Inggris yang desertasinya berhubungan dengan Antropologi Budaya Batak.


Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama Yayasan Universitas HKBP Nommensen Medan dengan Rektor Universitas HKBP Nommensen Medan. Sebagai Penanggungjawab kegiatan ini adalah Rektor Universitas HKBP Nommensen Medan Dr Haposan Siallagan SH MH, Wakil Penanggujawab: Wakil Rektor II Drs Rusliaman Siahaan MM, Ketua Pelaksana: Kabiro SDM, Drs Mangasa Sinurat SH MSI, Sekretaris: Bonifasius Tambunan SE MSi Akt CA dan Bendahara: Ardin Doloksaribu SE MSi. Bravo Universitas HKBP Nommensen Medan.



Pustaka Digital