"Tarehon hamu ma pinggolmuna, jala ro ma hamu tu Ahu! Tangihon hamu ma, asa mangolu tondimuna i! Jadi bahenonHu ma tu hamu padan salelenglelengna: I ma padan parasian na sintong i tu si David na so tupa muba.

Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud."

Jesaya 55 : 3

Pengukuhan 21 Orang Wisudawati Sekolah Tinggi Diakones HKBP



Pada Jumat (13/09) bertempat di Sekolah Tinggi Diakones (STD) HKBP, Balige, Kabupaten Toba Samosir, 21 orang wisudawati dikukuhkan. Ini merupakan sidang senat terbuka yang ketiga dilangsungkan STD HKBP dengan lulusan akademis Sarjana Agama. Acara ini dihadiri oleh para pimpinan HKBP, beberapa praeses HKBP, dan juga tamu dari UEM Jerman, para ketua Sekolah Tinggi yang dimiliki oleh HKBP, dan para tamu undangan yang hadir pada acara wisuda tersebut.

Sebelumnya acara dimulai dengan foto bersama para pimpinan dengan para wisudawati dan para dosen STD HKBP Balige. Kemudian dilanjutkan dengan prosesi sebelum memasuki aula STD HKBP. Acara wisuda dimulai dengan ibadah bersama yang dilayankan oleh Diak Siska Pasaribu (Liturgis) Pdt Debora Purada Sinaga MTh (Kadep Diakonia HKBP) dan Rev Dr Wolfgang Gern (UEM) sebagai Pengkotbah.

Setelah acara ibadah selesai, kemudian dilanjutkan dengan acara pengukuhan 21 orang wisudawati STD HKBP, dan pada kesempatan ini juga STD HKBP memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik kepada Nadia Manurung SAg dengan IPK 3,69. Dan pada acara wisuda ini juga STD HKBP resmi mengumumkan bahwa STD HKBP sudah melaksanakan administrasi pendidikan mahasiswa secara online, melalui kerjasama antara STD HKBP dengan IT DEL Laguboti.

Ompui Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing pada kesempatan berbahagia ini juga memberikan bimbingan dan arahan kepada 21 wisudawati yang telah diwisuda. Ompui menyampaikan bahwasannya tahbisan diakones diadakan oleh HKBP pada tahun 1983 karena HKBP menyadari perlunya memperluas pelanayannya yang tidak terjangkau oleh para pelayan tahbisan yang lainnya. Ompui juga menekankan poda tohonan diakones yang harus tetap dilaksanakan dan dihidupi para wisudawati, sehingga 6 tahbisan yang ada di HKBP tidak menjadi tumpang tindih, melainkan menjadi saling melengkapi dalam setiap pelayanan yang dilayankan oleh Gereja HKBP.(Biro Informasi – Septian Napitupulu)







Pustaka Digital