"Tarehon hamu ma pinggolmuna, jala ro ma hamu tu Ahu! Tangihon hamu ma, asa mangolu tondimuna i! Jadi bahenonHu ma tu hamu padan salelenglelengna: I ma padan parasian na sintong i tu si David na so tupa muba.

Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud."

Jesaya 55 : 3

Pesta Parolopolopon 62 tahun HKBP Petojo, Resort Petojo, Distrik VIII DKI Jakarta

Minggu (10/10) HKBP Petojo melaksanakan Pesta Parolopolopon (Ucapan Syukur) 62 tahun berdirinya HKBP Petojo, Resort Petojo, Distrik VIII DKI Jakarta, dalam kebaktian Minggu XIX Setelah Trinitatis. Kebaktian dipersiapkan sedemikian rupa yang kental dengan nuansa Batak. Ruangan gereja dihiasi dengan ulos demikian pula nyanyian jemaat diiringi dengan permainan taganing. Kebaktian ini dilaksanakan di tengah masa pandemi, namun dengan melaksanakan protokol kesehatan dengan baik. Karena tempat duduk jemaat diatur dengan jarak tertentu, maka daya tampung ruangan gereja menjadi berkurang. Panitia mengatasi hal ini dengan merancang ibadah dan pesta parolopolopon ini terlaksana secara semi virtual. Jemaat dapat mengikuti ibadah dan acara pesta melalui live streaming. Dengan demikian kebaktian ini menjadi kebaktian minggu yang istimewa bagi warga jemaat HKBP Petojo.


Khotbah dalam kebaktian Minggu ini dilayankan oleh Kepada Departemen Koinonia HKBP, Pdt. Dr. Deonal Sinaga. Dalam khotbahnya yang didasarkan pada Ayub 23:10-17, Pendeta Sinaga mengingatkan jemaat tentang kehidupan Ayub sebagai orang yang saleh, namun mengalami penderitaan. Ayub yang mengalami penderitaan itu tiba pada situasi yang mempertanyakan dirinya sendiri, dan juga mempertanyakan kehadiran TUHAN. Di sisi lain, Ayub juga menegaskan bahwa TUHAN berhak atas apapun keputusan-Nya tanpa ada yang dapat membantah-Nya. Karenanya Ayub mengatakan: “…TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN.”

Selanjutnya Pendeta Sinaga mengatakan bahwa pelaksanaan Pesta Parolopolopon 62 Tahun HKBP Petojo adalah hal yang patut disyukuri oleh seluruh warga jemaat. Berdirinya HKBP Petojo bukanlah suatu proses yang mudah, bukan proses yang berjalan otomatis. Bila saat ini HKBP Petojo berada dalam situasinya saat ini, itupun bukan dalam waktu yang singkat. Butuh waktu yang lama, butuh proses panjang, dan di dalamnya terdapat jerih payah warga jemaat serta parhalado pendahulu. Oleh karenanya, warga jemaat yang bergabung dalam persukutuan di HKBP Petojo saat ini, terutama generasi muda gereja, harus bersyukur atas berkat dan penyertaan Tuhan sepanjang berdirinya HKBP Petojo. Demikian penekanan khotbah yang disampaikan oleh Pendeta Sinaga.


Pada pesta parolopolopon ini, HKBP Petojo dengan resmi melaunching aplikasi tabomart. “tabomart sudah go business,” ujar St. Turnip sebagai ketua panita. “Huria HKBP petojo, dan semua sahabat HKBP Petojo, mangasahaon asi ni roha ni Debata di bagasan Jesus Kristus, dohot di bagasan apresiasi penuh, kinerja panitia, parhalado, pangula na gok tingki, dohot ruas ni HKBP Petojo yang sangat kreatif dan inovatif di masa pandemi, untuk menjawab tantangan zaman dan realitas kehidupan di tengah-tengah masyarakat, HKBP Petojo sudah hadir membawa solusi yang inovatif dan kreatif dengan berdirinya tabormart ini. Dengan resmi saya buka selubung ini di dalam Nama Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus.” Ujar Pdt. Dr. Deonal Sinaga, sembari selubung baliho Tabomart dibuka. Selanjutnya para pelapak di tabomart disematkan selempang.


(DK-SDS)

Pustaka Digital