Renungan Harian HKBP (Epistel) | 3 September 2023

HIKMAT DARI TUHAN MELEBIHI HIKMAT DUNIA 


Doa Pembuka: Damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal, itulah yang memelihara hati dan pikiranmu, di dalam Kristus Yesus Tuhan kita. Amin.

Syalom. Saudara-saudara yang terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Selamat hari Minggu, kiranya saudara semua dalam keadaan sehat dan penuh sukacita. Firman Tuhan bagi kita pada hari ini tertulis dalam 2 Tawarikh 9: 1-8. Saya akan membacakannya bagi kita.

1Ketika ratu negeri Syeba mendengar kabar tentang Salomo, maka dengan pasukan pengiring yang sangat besar dan dengan unta-unta yang membawa rempah-rempah, banyak emas dan batu permata yang mahal-mahal datanglah ia ke Yerusalem hendak menguji Salomo dengan teka-teki. Setelah ia sampai kepada Salomo, dipercakapkannyalah segala yang ada dalam hatinya dengan dia.. 

2Dan salomo menjawab segala pertanyaan ratu itu; bagi Salomo tidak ada yang tersembunyi, yang tidak dapat dijawabnya untuk ratu itu.

3Ketika ratu negeri Syeba melihat hikmat Salomo dan rumah yang telah didirikannya,

4makanan di mejanya, cara duduk pegawai-pegawainya, cara pelayan-pelayannya melayani dan berpakaian, juru-juru minumannya dan pakaian mereka, dan korban bakaran yang biasa dipersembahkannya di rumah TUHAN, maka tercenganglah ratu itu.

5Dan ia berkata kepada raja: “Benar juga kabar yang kudengar di negeriku tentang engkau dan tentang hikmatmu,

6tetapi aku tidak percaya perkataan-perkataan mereka sampai aku datang dan melihatnya dengan mataku sendiri; sungguh, setengah dari hikmatmu yang besar itu belum diberitahukan kepadaku; engkau melebihi kabar yang kudengar.

7Berbahagialah orang-orangmu, dan berbahagialah para pegawaimu ini yang selalu melayani engkau dan menyaksikan hikmatmu!

8Terpujilah TUHAN, Allahmu, yang telah berkenan kepadamu sedemikian, hingga Ia mendudukkan engkau di atas takhta-Nya sebagai rajan untuk TUHAN, Allahmu! Karena Allahmu mengasihi orang Israel, maka Ia menetapkan mereka untuk selama-lamanya, dan menjadikan engkau raja atas mereka untuk melakukan keadilan dan kebenaran.


Saudara-saudara yang terkasih. Cerita tentang hikmat raja Salomo adalah kisah yang sangat terkenal. Salomo memang dikenal sebagai orang yang paling berhikmat. Bahkan, salah satu kitab hikmat yang kita temukan dalam Alkitab, yakni kitab Amsal diyakini sebagai karya raja Salomo. Itu sebabnya dalam Bibel Bahasa Batak, kitab Amsal disebut dengan Poda Sian Raja Salomo. Kita tahu bagaimana latar belakang Salomo menjadi seorang yang berhikmat. Ia menerima hikmat dari TUHAN. Ketika ia naik menjadi raja menggantikan Daud, ayahnya, Salomo tidak meminta harta kekayaan, ia tidak meminta nyawa musuhnya, tetapi ia meminta hikmat dari TUHAN untuk dapat menjadi seorang raja memimpin bangsa Israel.

Kabar mengenai Salomo sebagai orang yang berhikmat, sampai ke telinga ratu negeri Syeba. Dalam nas hari ini dikisahkan bahwa ratu itu menempuh perjalanan dengan iring-iringan yang besar hanya untuk menemui Salomo dan menyaksikan sendiri hikmat Salomo. Ratu itu membawa banyak rempah-rempah, emas dan batu permata yang mahal untuk diberikan kepada Salomo. Ketika ratu negeri Syeba itu bertemu dengan Salomo, ia dibuat takjub dengan hikmat Salomo. Hal lain yang membuat ia takjub adalah bagaimana Salomo mengatur semua pegawai dan pelayannya. Tidak dijelaskan begitu rinci bagaimana sistem manajemen yang disaksikan oleh ratu itu. Namun, yang pasti ratu itu merasa takjub melihat bagaimana para pegawai dan pelayan Salomo bekerja, bagaimana mereka berpakaian. Dan ketakjubannya itu ia ungkapkan dengan begitu luar biasa. Ratu itu tahu bahwa hikmat Salomo bukanlah berasal dari dirinya sendiri, melainkan pemberian TUHAN. Karena itu ia turut memuji TUHAN untuk hikmat yang ada pada Salomo.

Saudara-saudara yang terkasih. Apa yang dikisahkan dalam nas ini menjadi suatu kisah yang inspiratif. Bagaimana seorang yang tidak mengenal TUHAN, dibuat merasa takjub oleh karya-Nya di dalam diri Salomo. Tuhan memakai raja Salomo menjadi perpanjangan tangan-Nya sebagai raja memimpin bangsa Israel. Apa yang diminta Salomo dari TUHAN, yaitu hikmat, menjadi modal yang sangat berharga baginya dalam melakukan tugasnya sebagai seorang raja. Hal ini dapat menjadi contoh bagi kita orang percaya, bahwa hikmat adalah sesuatu yang sangat berharga. Ilmu pengetahuan adalah hal yang dapat dipelajari, namun hikmat datang dari TUHAN. Karena itu mintalah agar TUHAN memberikan hikmat dalam hidupmu. Kita tetap membutuhkannya dalam kehidupan kita, meskipun barangkali kita tidak mengemban tanggung jawab sebesar tanggung jawab yang dipikul oleh Salomo sebagai seorang raja. Dalam kehidupan sehari-hari, dalam kehidupan keluarga, di tempat bekerja kita tetap memerlukan hikmat untuk melakukan yang terbaik. Menjadi seorang yang memiliki hikmat sepatutnya menjadi salah satu ciri orang yang percaya. Bila demikian adanya, maka nama TUHAN pun akan turut dipermuliakan. Bila banyak orang mengenal orang-orang yang percaya kepada TUHAN sebagai orang yang berhikmat, maka bukan tidak mungkin mereka pun akan terdorong untuk memuliakan TUHAN. Sungguh, orang-orang Kristen itu adalah orang-orang yang dapat diandalkan, barangkali seperti itulah orang pada umumnya mengenal orang Kristen. 

Ciri positif seperti itulah yang harus dikembangkan. Janganlah kiranya hal-hal negatif dipakai oleh orang sebagai penanda orang percaya. Janganlah orang mengatakan: “Orang-orang Kristen itu selalu bikin ribut di manapun mereka berada”. Hal tersebut akan merugikan diri kita sendiri dan merugikan persekutuan orang Kristen. Bukan hanya merugikan kita, tetapi hal semacam itu akan membuat nama TUHAN dihina oleh orang-orang. Karena itu, marilah kita meniru teladan yang ada dalam diri Salomo yang meminta hikmat, dan bukan meminta harta kekayaan. Hikmat Tuhan melebihi hikmat dunia ini.

Doa Penutup: Terima kasih ya Tuhan untuk penyertaanmu dalam kehidupan kami hari ini. Kami bersyukur untuk hari baru yang engkau berikan bagi kami, terlebih pada hari ini engkau memanggil kami untuk beribadah kepadaMu. Firman-Mu yang telah kami dengarkan, kiranya memenuhi hati dan pikiran kami. Berilah kami hikmat ya, Tuhan agar kami dapat melakukan segala perkerjaan kami dengan baik. Agar melalui segala pekerjaan baik yang kami lakukan, nama-Mu turut dimuliakan di antara orang-orang di sekeliling kami. Amin.

Anugerah Tuhan kita Yesus Kristus, Kasih Allah Bapa dan persekutuan dengan Roh Kudus, itulah yang menyertai kamu sekalian. Amin

Pdt. Samuel D. Sigalingging (Kabag. Adm. Departemen Koinonia HKBP)


Pustaka Digital