"Alai didok ma tu ibana: Dipalua haporseaonmi do ho, inang! Mardame ma ho laho! Sai malua ma ho sian parniaeanmi!

Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!""

Markus 5 : 34

Sabtu Malam Bersama Firman Tuhan : Kepala Departemen Diakonia dengan HKBP Tebet


Sabtu, (10/4/2021) Sekitar 2 jam mulai pukul 18:30 - 20:30, terjalin komunikasi yang hangat bersama jemaat HKBP Tebet dan pelayan HKBP Tebet bersama Kepala Departemen Diakonia HKBP, Pdt. Debora Purada Sinaga, M.Th.  Topik, Perempuan dan Gerakan Diakonia Gereja.

 

Peserta yang mengikuti percakapan 50 orang yang aktif mengikuti dan berdiskusi melalui tanya jawab.

 

Topik percakapan mengupas terkait Perempuan dan gerakan Diakonia yang disampaikan oleh Kepala Departemen Diakonia HKBP, Pdt. Debora Purada Sinaga, M.Th.

 

Melalui pemaparan yang disampaikan oleh Pdt. Debora Purada Sinaga mengajak gereja dengan melibatkan jemaat berdiakonia. Kita dikatakan kaya, bukan karena banyaknya yang kita miliki tetapi seberapa banyak kita beri. Vidio singkat yang ditayangkan dari YouTube lewat link.https://youtu.be/0q9GmpgJajw.

 

Diakonia bukan masalah harta, Diakonia bukan masalah kekayaan, Diakonia bukan seberapa banyak yang kita miliki, Diakonia adalah masalah hati, Diakonia adalah masalah kerelaan dan ketulusan dari seberapa banyak yang dapat diberi.

 

Terkait penerapan yang telah dilakukan Departemen Diakonia HKBP untuk Diakonia lewat program - program yang telah dilakukan dan tetap berlanjut. Memberikan bantuan kepada korban bencana alam, pengadaan pengobatan gratis, pemberian beasiswa, bantuan pengobatan kepada yang sakit, Ting Back Tone Peduli Kasih, pemberian kaki dan tangan pengganti, pemberian kaca mata baca, pengadaan rumah singgah bagi ADHA ( Anak Dengan HIV AIDS), rumah singgah bagi korban kekerasan, Pelayanan HKBP AIDS Ministry, Pelayanan kemandirian kepada dampingan di Panti Karya Hephata HKBP untuk bertani, beternak dan membuat lilin. Anak Panti Asuhan Elim HKBP juga diberdayakan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi atau mengambil kursus salon dan jahit-menjahit. Sehingga mereka dapat mandiri untuk kelanjutan kehidupan mereka. Bahkan diantara mereka diharapkan kembali ke Elim untuk berkarya, menunjukan kecintaan mereka kepada Panti Asuhan Elim.

 

Lewat tanya jawab dalam pertemuan salah satu pembahasannya adalah perlunya sosialisasi terkait pelean II untuk mendukung pelayanan kantor Pusat, bukanya dipotong dan dikirimkan ke kantor pusat. Demikian juga pentingnya pendamping kepada korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan  Sentuhan pelayanan dan pendampingan kepada Human trafiking oleh Biro Hukum  dan peran Biro Perempuan HKBP. Dukungan peningkatan pendidikan lewat sekolah unggulan yang pada saat ini 32 sekolah dibawah BPP ( Badan Penyelenggara Pendidikan)  HKBP diaktifkan kembali oleh ketua BPP, Ibu Devi Simatupang.

 

Atas usul juga pentingnya pemanfaatan teknologi seperti pembuatan Vidio singkat yang dimuat di YouTube

untuk program yang dilakukan jemaat maupun pusat.

 

Berdiakonia sebagai teladan agar terjadi keseimbangan dan dapat bergerak berjalan seirama. (SKD-DAT)