"Tarehon hamu ma pinggolmuna, jala ro ma hamu tu Ahu! Tangihon hamu ma, asa mangolu tondimuna i! Jadi bahenonHu ma tu hamu padan salelenglelengna: I ma padan parasian na sintong i tu si David na so tupa muba.

Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud."

Jesaya 55 : 3

Sekjend HKBP: Perkataan Kita Hendaknya Menjadi Berkat Bagi Sesama.


TARUTUNG, hkbp.or.id - Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Victor Tinambunan berkhotbah pada Ibadah Minggu di HKBP Hutaraja Ugan, Resort Hutaraja Ugan, Distrik Silindung (19/9/2021).

HKBP Hutaraja Ugan dilayani oleh Pdt. Selamat Hutagaol dan CBvr. Elseria Hutahaean.


Dalam khotbah yang didasarkan kepada Pengkhotbah 10:10-15, Pdt. Tinambunan mengajak warga jemaat untuk mengenali orang berhikmat dan orang bodoh melalui penjelasan kitab hikmat. "Orang berhikmat adalah orang yang selalu mendekatkan diri kepada Tuhan, mencintai Firman Tuhan, dan mengasihi dirinya," terang Pdt. Tinambunan. 


Tentang orang berhikmat yang "mengasihi diri," Pdt. Tinambunan mengibaratkan seperti seorang yang berpantang makanan tertentu akibat penyakit yang diderita demi kesembuhan dan mengasihi dirinya.

Orang yang berhikmat akan sangat hati-hati dalam mengucapkan perkataan karena setiap perkataan yang sudah keluar tidak dapat ditarik kembali, "Seperti air yang ditumpahkan ke tanah, tidak dapat ditarik kembali. Benarlah filosofi orang Batak, _jolo nidilat bibir asa didokhon hata_," jelas Pdt. Tinambunan.


Zaman sekarang disesaki oleh berbagai perkataan dan informasi benar atau menyesatkan. Orang Kristen terpanggil untuk selalu menjadi berkat bagi dunia melalui perkataannya.


"Naeng ma nian, sude hatanta gabe pasupasu tu dongan jolma (hendaklah semua perkataan kita menjadi berkat bagi sesama -red)," pesan Pdt. Tinambunan mengakhiri khotbahnya. (SKS-NS)

Pustaka Digital