"Alai borngin i diida si Paulus di bagasan tondina ma Tuhan i na mandok tu ibana: Unang ma ho mabiar; hatahon ma, unang ma ho mauhom!

Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu penglihatan: "Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam!"

Ulaon ni Apostel 18:9

Sekretaris Jenderal HKBP Berikan Pemaparan tentang Konfessi HKBP dalam Latihan Persiapan Pelayanan (LPP) II Gelombang II

Sipoholon – Rabu (24/2/21), Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST., memberikan pemaparan kepada para peserta Latihan Persiapan Pelayanan (LPP) II gelombang II yang dilaksanakan secara semi virtual sejak 15 Februari yang lalu. Sekjend memulai penjelasnnya dengan membagi peserta ke dalam lima kelompok guna membantu diskusi agar berjalan lebih efektif.

 



Dalam pemaparannya, Pdt. Victor menyampaikan bahwa konfessi meneguhkan iman jemaat dan menolak ajaran sesat dengan didasarkan kepada Alkitab. “Konfessi mengajarkan bahwa Allah adalah pemilik ciptaan-Nya. Oleh karena itu, kita sepatutnya memelihara dunia dan seluruh ciptaan”, jelas Sekretaris Jenderal, Pdt. Dr. Victor. Lebih lagi beliau mengatakan, “Pengajaran konfessi ini berkaitan dengan pola hidup dan pola makan. Sangat banyak fakta yang dapat kita lihat perihal bencana alam. Hal ini tanpa kita sadari berkaitan dengan pola hidup manusia, sedang perihal bencana dan penyakit, ini disebabkan oleh pola makan.” 

 

Selain itu, sekjend mengajak para calon pelayan untuk menjalani pola hidup sehat. Berulang kali beliau mengingatkan supaya setiap calon pelayan untuk makan secukupnya dan berhenti merokok. “Kesehatan sangat penting bagi kita semua, terutama para pelayan full timer gereja HKBP,” ucap Pdt. Victor.

 


Sekjend juga mendorong para calon pelayan untuk menguasai konfessi dan bersikap proaktif untuk mengajarkannya kepada setiap warga jemaat melalui berbagai bentuk kegiatan, misalnya dengan melakukan 10-15 menit diskusi mengenai salah satu pasal konfessi setelah kegiatan partangiangan (kebaktian wilayah) yang dilaksanakan. 

 

Akhirnya, pada kesempatan ini, sekjend mengingatkan kepada seluruh calon pelayan untuk menyelaraskan suara kenabian gereja dengan perilaku kenabian gereja. Bila gereja menyerukan penegakan keadilan, maka gereja harus paling depan sebagai pelaku keadilan. Bila gereja menyerukan tolak korupsi, maka gereja harus paling depan melakukan praktik good governance. Mengakhiri pemaparannya, Pdt. Dr. Victor Tinambunan memberikan ucapan semangat kepada para calon peserta dan untuk tetap selalu menjada kesehatan.