"Ai gok di Ho do ale Jahowa hatimbulon dohot hagogoon dohot hamuliaon dohot hatongamon dohot pujipujian; gok di Ho tahe nang saluhut na di banua ginjang dohot na di tano on. Gok di Ho do ale Jahowa harajaon, jala dipatimbul Ho diriM di atas ni saluhut na marjujungan.

Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala."

1 Kronika 29 : 11

Seribu Rupiah Pun Berharga di Mata Tuhan



Sabtu, 10 April 2021 | 11.30-15.30 WIB

-------------------------------------

“Seribu Rupiah berharga di Mata Tuhan, jadi jika sekarang ada yang nyumbang Rp. 100 juta, tapi ada yang nyumbang Rp 1.000, jangan berkecil hati, karena semua untuk kemuliaan Tuhan dalam membantu HKBP.” Demikian pernyataan Menko Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan dalam pertemuan bersama dengan Pemerhati Kasih HKBP di Sopo Del, Jakarta.


Menko Marves menambahkan, “Orang Batak harus kompak, tidak boleh merasa jago sendiri. Kita harus bersatu karena talenta yang sudah diberikan oleh Tuhan. Karena itu, saya katakan, apa yang dilakukan oleh Ephorus itu sangat brilliant. Kita bukan hanya bicara soal mengumpulkan uang, tapi untuk menyatukan dan membangkitkan semangat ber-HKBP. Seribu rupiah mungkin nothing bagi beberapa orang, tapi ini adalah something bagi orang-orang yang lain.”


Pernyataan itu merupakan respons dari pemaparan Ephorus HKBP terkait pelayanan HKBP, kondisi keuangan HKBP dan Dana Pensiun yang mengalami kesulitan bayar serta gerakan Rp 1.000/hari. Dalam pertemuan itu, terkumpul sumbangan kepada Dana Pensiun dari pemerhati HKBP sekitar Rp 5,2 miliar.


Selain Menko Kemaritiman dan Investasi, hadir juga Menteri Hukum dan HAM Prof. Dr. Yasona Laoly, SH, Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian, Senior Advisor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dumoly F. Pardede, Direktur Utama Badan Pengembangan Otorita Danau Toba (BPODT), Jimmy Panjaitan, dan para tenaga ahli dari Tim Menko Kemaritiman serta Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan, Bupati Humbang Hasundutan, Dosmar Banjarnahor, Bupati Dairi, Eddy Keleng Berutu, dan Bupati Simalungun, Radiapo Sinaga.



Dalam pertemuan itu, turut dipaparkan materi tentang pengembangan Pariwisata Toba oleh Odo Manuhutu selaku Deputi Pengembangan Pariwisata Toba diikuti pemaparan oleh Direktur Utama BPODT, Jimmy Panjaitan, pemaparan materi Keramba Jaring Apung oleh Dr. Ir. Safri Burhanuddin, DEA serta materi oleh Dr. Van Basten Panjaitan. 



Dalam pertemuan ini, empat pemimpin pusat lainnya yakni Sekretaris Jenderal, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST., Kepala Departemen Koinonia, Pdt. Dr. Deonal Sinaga, Kepala Departemen Marturia, Pdt. Kardi Simanjuntak, S.Th., M.Min., serta Kepala Departemen Diakonia, Pdt. Debora Sinaga, M.Th., hadir secara virtual. Tidak hanya itu, para Praeses dan tokoh masyarakat Batak turut hadir melalui sambungan aplikasi Zoom. Terlampir juga file pdf dari semua sajian pemateri. (SKE_JFS / B.TIK)



Download materi PDF pertemuan ini di sini