"Tarehon hamu ma pinggolmuna, jala ro ma hamu tu Ahu! Tangihon hamu ma, asa mangolu tondimuna i! Jadi bahenonHu ma tu hamu padan salelenglelengna: I ma padan parasian na sintong i tu si David na so tupa muba.

Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud."

Jesaya 55 : 3

Ibadah Pelepasan Pemakaman Pdt Dr S A E Nababan


Jenazah Pdt. Dr. SAE Nababan, LID dibawakan keluarga tiba gereja HKBP Sabungan Siborongborong Resort Siborongborong pada Selasa (11/5/2021)  jam 09.46 WIB. Ratusan jemaat, pelayan, pendeta dan pimpinan menyambutnya diliputi rasa duka mendalam.

Acara dirangkai dengan mendahulukan penyampaian pesan oleh perwakilan seperti berikut ini:

1.  St. Lambas Pasaribu, penatua di HKBP Siborongborong mewakili seluruh jemaat. Ia menyebutkan, moment ini merupakan sejarah di gereja Sabungan Siborongborong. Pimpinan besar dapat disemayamkan di sini. Terima kasih kepada Tuhan sebab keluarga dan kita di sini beroleh kekuatan dan kesehatan.


2. Pdt. Nelson F. Siregar, S.Th  sebagai utusan pendeta pensiun. Pdt. Nelson menjelaskan bahwa telah banyak yang Allah perbuat di gereja, gerakan Oikumene, masyarakat dan negara melalui pelayanan Ompu i Ephorus emeritus ini. Ia juga mengenang pengajaran yang disampaikan Pdt. SAE Nababan bagi para pendeta dan pelayan muda di masa lalu, jangan terlalu senang dengan pujian, jangan terlalu bangga dengan titel, gelar, kedudukan dan jabatan. Jangan terlalu banyak menuntut upah. Dan banyak orang yang berpendapat, sosok Pdt. SAE Nababan adalah simbol penegakan keadilan dan hukum di dalam kehidupan masyarakat, bangsa dan negara.

3. Mewakili seluruh pelayan disampaikan Pdt. Daminna Lumbansiantar, S.Th, Praeses HKBP Distrik III Humbang. Ia berharap agar seluruh keluarga memperoleh penghiburan dari Tuhan. Lalu Pdt. Daminna menyebutkan Ompu i Ephorus Emeritus (alm) Pdt. Dr. SAE Nababan telah banyak berbuat untuk gerejaNya HKBP, seperti memperjuangkan keadilan gender, melakukan nilai-nilai kebaruan atau tranformasi  pada  pelayanan gereja.


4. Pdt. Devler Nonne mewakili mitra luar negeri. Beliau menyebutkan  Soritua merupakan arsitek elkklesia, primus inter pares, pemimpin yang utama dan terutama, penasehat utama dan ikon pemimpin di Asia yang tegas,  tidak gampang  membungkuk kepada penguasa, ia hanya membungkuk kepada Allah yang Esa. 


5. Perwakilan Pemerintah Daerah Kabupaten Tapanuli Utara disampaikan Bupati,   Drs. Nikson Nababan, M.Si. Beliau menyampaikan bahwa pemerintah Tapanuli Utara turut berdukacita yang sedalam-dalamnya kepada pihak keluarga.


6. Mewakili Pimpinan, oleh Pdt. Kardi Simanjuntak, M.Min menyebut HKBP, jemaat, pelayan dan gereja-gereja tingkat nasional dan internasional berduka atas meninggalnya SAE Nababan.   Beliau merupakan tokoh pergerakan oikumene dan  pejuang keadilan serta pekerja keras. Ia merupakan motivator, inspirator, guru bagi  para pelayan dan pendeta-pendeta muda. Keluarga, HKBP dan gereja-gereja pasti bangga mempunyai pemimpin seperti Ompu i Emeritus Pdt. Dr. SAE Nababan.


7. Mewakili keluarga disampaikan  Sindartua Uli Tenang Nababan, anak kedua SAE Nababan. Ia menerangkan, sejak masa pandemi Covid-19, selama 15 bulan kesehatan beliau menurun. Namun ia memanfaatkan waktunya dengan baik sebagai pertanggungjawaban kepada Tuhan. Maka dalam kondisi kesehatannya yang demikian, ayahanda  masih menginspirasi banyak orang dengan meluncurkan karyanya yaitu buku berjudul "selagi masih siang". Kami sangat sedih dan merasa kehilangan dengan kepergian ayahanda. Banyak penghormatan yang diberikan dari gereja-gereja, tokoh lintas agama dan masyarakat dari berbagai organisasi kepada   keluarga sejak meninggalnya ayahanda di jakarta. Lalu ia berterima kasih kepada pimpinan HKBP, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, Jemaat dan pelayan seluruh HKBP dan masyarakat Siborongborong.


Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Robinson Butarbutar menjelaskan kebanggaan dan kekagumannya terhadap pribadi  Pdt. Dr. SAE Nababan yang senantiasa memaknai waktunya, tidak ada yang sia-sia dan meyampaikan  salam duka dari pimpinan gereja-gereja sedunia. Seluruh pimpinan gereja mengakui Pdt. SAE Nababan sebagai Excelent Leader. Khotbah Ephorus dikutip dari Nats Alkitab, yang diteliti Pdt. SAE Nababan dalam studi doktoralnya, diselesaikannya pada tahun 1956 di Universitas  Heidelberg Jerman, yaitu di Roma 14:8-9. Nats ini  merupakan dasar iman kristen yang telah dihidupi Ompu i Ephorus Emeritus SAE Nababan. Judul desertasinya dalam terjemahan bahasa Indonesia disebut Kesaksian Iman dan Misi di Roma 14 dan 15.

Keteguhan iman SAE Nababan mengikuti iman Paulus dan Martin Luther. Seperti ucapan Martin Luther ketika menghadapi tekanan gereja Katolik dan dan penguasa di Jerman disebut "Di sini aku berdiri dan tidak akan pernah berubah."

Sejak Dr. SAE Nababan menerima tahbisan gereja-gereja di Indonesia,  Asia dan dunia merasa terberkati dengan pelayanannya di gerakan Oikumene. Di sana ia menyampaikan Firman Allah mengenai keadilan dan keseimbangan tanpa ketakutan. Di akhir khotbahnya, Pdt. Robinson Butarbutar menyebutkan "berbahagialah HKBP, Allah telah kirimkan kepada kita seorang percaya dan pendeta seperti beliau ini. Semoga pada masa mendatang, putra dan putri HKBP dapat meneladani pelayanan dan keteguhan iman Ompu i ini.

Pada acara ibadah pelepasan tersebut, Pimpinan HKBP yang diwakili Kepala Departemen Diakonia, Pdt. Debora Sinaga, M. Th memberikan   tanda duka (singkat ilu manetek) kepada Alida Lumbantobing (Ny. SAE Nababan). Ibadah juga diselingi koor dari Sekolah Tinggi Bibelvrow (STB), Sekolah Tinggi Diakones ( STD) dan Kantor Pusat HKBP. Liturgis pada ibadah itu dilayankan Sekretaris Jenderal, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST. Doa syafaat dibawakan Pdt. Darna Lumbantobing, S.Th. Riwayat hidup dan pelayanan dibacakan Wakabiro Personalia, Pdt. Jhon Edison Silitonga, S.Th. Protokol acara dibawakan Kabiro Jemaat, Pdt. Tumpak Siahaan, S.Th (B-TIK)