"Tarehon hamu ma pinggolmuna, jala ro ma hamu tu Ahu! Tangihon hamu ma, asa mangolu tondimuna i! Jadi bahenonHu ma tu hamu padan salelenglelengna: I ma padan parasian na sintong i tu si David na so tupa muba.

Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud."

Jesaya 55 : 3

Ibadah Pemberangkatan Pemakaman Pdt Midian K H Sirait MTh


Pada Jumat (5/02/2021), ibadah pemberangkatan Pdt. Midian K. H. Sirait, M.Th., diselenggarakan di HKBP Balige Ressort Balige, Distrik XI Toba Hasundutan. Ibadah dipimpin oleh Pdt. Bernard Manik, Praeses Distrik VIII DKI Jakarta sebagai liturgis, sedang khotbah disampaikan oleh Ompu i Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Robinson Butar-butar. Dalam ibadah ini hadir juga para pimpinan HKBP lainnya yakni Kepala Departemen Koinonia. Pdt. Dr. Deonal Sinaga dan Kepala Departemen Diakonia, Pdt. Debora Sinaga, M.Th. Selain itu hadir juga para Praeses HKBP, di antaranya Praeses Distrik VIII DKI Jakarta, Pdt. Bernard Manik, MTh Praeses Distrik XI Toba Hasundutan, Pdt. Same Siahaan, MTh. Praeses Toba, Pdt. Jurson Pasaribu. MTh Dalam acara ini hadir juga perwakilan Sekolah Tinggi Diakones HKBP.

Pdt. Midian K. H. Sirait, M.Th., merupakan mantan Praeses HKBP periode 2016-2020 yang semula melayani di Distrik VIII DKI Jakarta. Pdt. Midian lahir di Bah butong, 26 Maret 1957 dan tutup usia pada Rabu (3/02/21) di usia yang ke-63 tahun. Pdt. Midian menerima tahbisan pada tahun 1985 dan telah melayani penuh waktu sebagai pendeta di HKBP selama 36 tahun.

Dalam ibadah disampaikan mandok hata mewakili utusan huria HKBP Balige oleh Artauli br. Sihotang dan oleh St. J. N. Silitonga yang mewakili utusan Distrik VIII DKI Jakarta, sedang mandok hata mewakili seluruh rekan Pendeta disampaikan oleh Kepala Departemen Koinonia, Pdt. Dr. Deonal Sinaga. Pdt. Deonal mengucapkan bela sungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan oleh Pdt. Midian Sirait, secara khusus kepada kedua anak mendiang, yaitu CPdt. Tumpal Martin Sirait dan Antonius Sirait.

 

Pdt. Dr. Deonal menyampaikan, “Keluarga besar pendeta HKBP merasakan kehilangan yang begitu besar atas kepergian seorang hamba Tuhan yang telah mewariskan banyak harta yang indah, terlebih kabar baik yang telah dikhotbah, diajarkan oleh Pdt. Midian K. H. Sirait, secara khusus kepada kami, para pendeta yang lebih muda. Banyak hal yang diingat dari pengajaran yang telah disampaikan oleh Pdt. Midian melalui kehidupan beliau, melaui khotbah, tulisan, buku dan kepemimpinan yang telah diperlihatkan amang ini selama hidupnya dan selama pelayanannya. Banyak sekali hal yang dapat dipelajari. Beliau adalah seorang pekerja keras. Setiap saat adalah berharga baginya. Beliau juga adalah orang yang memikili tingkat disiplin yang sangat tinggi. Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, Pdt. Midian adalah orang yang sangat bijak.”

Selain itu, mandok hata juga disampaikan oleh Kepala Departemen Diakonia, Pdt. Debora Sinaga, MTh, mewakili pimpinan HKBP. Dalam kesempatan itu, Pdt. Debora mengucapkapkan, “Mewakili para pimpinan HKBP, kami turut berduka cita untuk kepergian amang pendeta yang kita kasihi bersama, Pdt. Midian K. H. Sirait ke tempat peristirahatannya.”


Lebih lanjut, Pdt. Debora mengatakan, “Hal yang selalu saya ingat, amang pendeta selalu berkomitmen untuk mendukung pergerakan HKBP dalam hal keadilan dan kesetaraan gender. Karena itu saya berhutang budi kepada Pdt. Midian K. H. Sirait atas jasa-jasa beliau. Hingga di saat-saat terakhir masa hidupnya, beliau masih terus aktif dalam pelayanan khtobah, melalui Kairos, melalui berbagai media sosial untuk membawa banyak jiwa. Banyak terobosan-terobosan baru yang dibuat oleh beliau begitu kreatif, inspiratif, komunikatif, dan beliau juga merupakan seorang motivator yang selalu membawa perubahan. Beliau merupakan salah satu pemrakarsa beridirinya Distrik Kaltimsel yang sekarang telah berubah nama menjadi Distrik Borneo. Ketika beliau menjadi Praeses di Distrik Medan-Aceh, di situ juga beliau mendirikan HKBP Panti Asuhan Bethelem, Tanjung Morawa yang menjadi tempat tinggal anak-anak korban Tsunami Aceh dan Nias. Beliau merupakan seorang yang selalu berjuang bersama kami di kemitraan.” Setelah mandok hata disampaikan, pihak keluarga mengucapkan terima kasih kepada setiap orang yang telah hadir dalam acara pemberangkatan Pdt. Midian K. H. Sirait ke tempat peristirahatannya.

Seusai acara mandok hata, Ompu i Ephorus, Pdt. Dr. Robinson Butarbutar mengucapkan terima kasih kepada setiap orang yang sudah datang mengikuti ibadah pemberangkatan Pdt. Midian K. H. Sirait, MTh sebelum melayankan khotbah. “Kepada seluruh keluarga yang ada di sini, kepada anak-anak kami, kami juga merasa berduka cita, bukan hanya kalian seorang diri yang merasakannya. Ketahuilah, semua pendeta di HKBP ini turut berdukacita atas kepergian seorang tokoh dari tengah-tengah kita.”

 

Dalam khotbahnya yang didasarkan dari Kitab Ayub, ompu i Ephorus mengatakan “Besarnya kepercayaan Ayub kepada Allah di dalam hidupnya ketika ketiga anaknya dan istrinya pergi meninggalkan dia. Tadi, jika kita mendengarkan dengan baik riwayat hidup Pdt. Midian K. H. Sirait.,MTh Sekitar 40 tahunan sejak menjadi calon pendeta hingga menjadi Praeses, sudah 10 Distrik yang dilayani oleh beliau, dan bahkan juga di badan usaha. Beliau juga pernah melayani 5 tahun di Jerman, membawa Firman Tuhan ke tengah-tengah mahasiswa di sana. Izinkan saya menyampaikan apa yang sejak tadi malam saya pikirkan, setidaknya ada 2 hal, pertama, ketika memimpinn UEM Asia ketika masih berkantor di Medan waktu itu, ketika itu Pdt. Midian adalah Praeses. Waktu itu ada seorang rekan pendeta yang meninggal dan saya mendengar perkataan beliau ketika itu, ‘Jangan takut kalian akan kematian, kematian itu adalah jalan ke Surga’, dalam sekali makna ucapan yang dikatakan oleh beliau ketika itu. kedua, yaitu tiga tahun yang lalu, ketika beliau dirawat di RS Cikini. Sebagai Ketua Rapat Pendeta waktu itu, saya pergi ke sana. Seharusnya ketika itu saya yang melakukan penghiburan kepada beliau, akan tetapi justru saya yang dikuatkan oleh beliau. Saya duduk di depan beliau, beliau bercerita selama hampir 1 jam menceritakan bagaimana kebesaran Allah di dalam hidupnya, sekalipun di dalam keadaan yang sangat susah beliau terus menjelaskan banyak hal yang dilakukan oleh Allah dalam hidupnya sebagai seorang pendeta. Meskipun ia sedang sakit, ia tidak berhenti memuji-muji Allah atas penyertaan Allah dalam hidupnya. Jadi ketika ia selesai, kami berdoa. Tidak lama setelah itu, saya mendengar berita bahwa beliau sudah sembuh. Ini seperti apa yang dituliskan dalam kisah Ayub tadi. Sebesar itulah kepercayaan beliau ini kepada Allah.”

Seusai ompu i Ephorus melayankan khotbah, keluarga dan setiap orang yang hadir di dalam acara itu diperkenankan melihat jenazah untuk yang terakhir kalinya lalu diakhiri dengan penutupan peti dan pemberangkatan jenazah ke tempat peristirahatannya sementara.Kepergian Pdt. Midian K. H. Sirait, M.Th., meninggalkan 2 orang anak, yaitu CPdt. Tumpal Martin Hasudungan Sirait/ br. Sinaga dan Antonius M. Sirait. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan dari Kristus Sang Pemilik kehidupan. (SN-CP)





Pustaka Digital