Renungan Harian HKBP | 20 Maret 2024

Syalom, bapak/ibu saudara/i dan seluruh jemaat yang terkasih di dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus. Sebelum kita mendengarkan Firman Tuhan di hari ini, alangkah baiknya kita siapkan hati dan pikiran kita, marilah kita mengambil saat teduh sejenak, kita bersatu di dalam doa.

 

Doa Pembuka: Bapa yang baik, bapa yang kami kenal melalui anakMu Tuhan Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami, kami bersyukur untuk kebaikanMu yang mengantarkan kami boleh ada hingga saat ini. Kami bersyukur untuk penyertaan dan anugerah Tuhan melalui kesehatan dan nafas kehidupan yang kami rasakan, sehingga kami boleh melakukan segala aktivitas dan pekerjaan yang telah Engkau anugerahkan kepada kami. Dan itu juga ya Tuhan yang mendorong kami saat ini, supaya sebelum kami melanjutkan kegiatan dan aktivitas kami di hari ini, kami terlebih dulu menyerahkan diri kami untuk mendengarkan firmanMu yang menyapa, mengingatkan, dan menguatkan kami. Karena itu, kami siapkan hati dan pikiran kami sepenuhnya ya Tuhan, kiranya engkau berkati agar kami dapat dengan sukacita menerima Firman Tuhan. Kami sambut Kasih setia Tuhan di dalam sukacita. Amin.

 

Renungan

Bapak/ibu saudara/i yang terkasih di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, firman Tuhan yang menyapa kita saat ini, sesuai dengan ayat harian Almanak Gereja kita HKBP, tertulis dalam:

1 Korintus 1 : 3

“Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa Kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.”

Bapak/ibu saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus, tentu kita sudah tidak asing lagi dengan ayat ini yang mana sering kita dengar ketika Pengkhotbah atau Pendeta akan menyampaikan firman di dalam peribadahan kita. Ayat ini adalah salam pembuka dari surat yang disampaikan Paulus kepada jemaat di Korintus yang mana sedang dalam permasalahan yang muncul di tengah-tengah mereka. Jika kita memposisikan diri sebagai seorang yang sedang menghadapi masalah, bagaimana perasaan kita jika ayat ini disampaikan kepada kita? Kita diajak sejenak untuk mendengar bahwa kasih karunia, damai sejahtera dari Allah dan Yesus menyertai kita. Tentu ini mengajak kita untuk mempersiapkan diri mendengar firman, nasehat dan pengajaran sekaligus mengingat bahwa kasih karunia Allah senantiasa menyertai kita, serta damai sejahtera yang dari padaNya ikut bersama dengan kita.

Di beberapa kesempatan, ayat ini disebut sebagai salam Rasul. Hebat dan luar biasa ketika kita mengetahui bahwa Paulus menyampaikan salam ini di awal sebelum ia menyampaikan nasihat, pengajaran dan pesan kepada mereka. Jika kita membaca keseluruhan surat 1 Korintus ini, kita akan mengetahui bahwa jemaat Korintus sedang menghadapi berbagai masalah dan konflik, termasuk perselisihan, ketidaktaatan atau amoral, dan juga perselisihan soal doktrin atau pengajaran. Dalam konteks ini, doa Paulus di awal surat ini menjadi landasan spiritual bagi pengajaran dan nasihat yang akan dia berikan kepada jemaat. Sehingga sangat sejalan ketika seorang pengkhotbah terlebih dulu mengutip isi ayat ini sebagai doa di awal, untuk kemudian para jemaat bersiap mendengar firman, nasehat dan pengajaran dari Allah.

Bapak/Ibu saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus, istimewa melalui ayat ini kita diajak bukan untuk menelisik lebih dalam tentang berbagai persoalan yang terjadi di tengah jemaat Korintus, akan tetapi kita diajak untuk merenungkan bagaimana Paulus memberikan landasan sebelum menyampaikan nasihat dan pesan pengajaran. Melalui nats ini kita diajak untuk merenungkan bagaimana kasih karunia dan damai sejahtera Allah selalu menyertai kita. Nah, ketika kita mendengar dan membacanya, kemudian kita tarik ke dalam diri kita, sejauh mana kah kita sudah mensyukuri kasih Allah yang kita terima, dan sudah sejauh mana kah kita sudah menunjukkan damai sejahtera yang kita terima dari Allah?

Bapak/Ibu saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus, melalui ayat ini kita harus menyadari bahwa kasih Allah dan damai sejahtera yang dari padaNya senantiasa menyertai kita dalam kehidupan ini. Lalu sebagai orang yang sudah menerima dan mengalaminya, apa yang harus kita tunjukkan, lakukan dan renungkan?

1. Kita harus menyadari dan mengerti bahwa keselamatan dan segala berkat yang kita terima adalah hasil dari anugerah Allah, maka dari itu kita harus menunjukkan rasa  syukur kita yang mendalam kepadaNya lewat cara hidup yang sesuai dengan kehendakNya. Hal ini mengingatkan kita untuk tidak menyombongkan diri atau bergantung pada kemampuan kita sendiri, tetapi kita diajaka untuk mengandalkan anugerah dan kasih karunia Allah dalam segala hal.

2. Allah mengasihi, kita juga harus mengasihi. Kasih Allah yang tak terbatas menjadi contoh bagi kita untuk mengasihi sesama tanpa memandang balasan atau keuntungan. Itu adalah cerminan yang benar bagaimana kita merespon kasih dari Allah.

3. Sebagaimana ayat ini adalah landasan sebelum Paulus mengingatkan dan menasehati jemaat Korintus, mari kita merenung dan bertekad bahwa kasih Allah dan damai sejahtera yang kita terima akan mendorong kita untuk semakin menaati Allah, memperbaiki diri, meninggalkan dosa, memperbaiki hubungan, dan memiliki persekutuan yang baik di dalam Allah. Ayat ini juga mendorong kita untuk selalu mempersiapkan diri mendengar nasehat terlebih firman Tuhan.

Hidup orang Kristen yang sejati akan selalu menyadari anugerah Allah, mau meneruskan kasih Allah kepada semua makhluk, dan akan melibatkan diri di dalam persekutuan dengan sesama orang percaya. Amin.

 

Doa Penutup: Marilah kita berdoa! Kami bersyukur ya Tuhan Allah kami untuk kesempatan yang begitu berharga yang engkau berikan kepada kami. Saat ini kami boleh dan telah bersekutu bersama untuk mendengarkan firmanMu yang telah menyapa kami. Biarlah Tuhan rohMu menguatkan kami untuk tetap berdiri sebagai orang yang selalu menyadari dan mensyukuri kasih dan anugerah Allah lewat cara hidup kami sesuai dengan yang engkau kehendaki. Tuhan kuatkan kami untuk tetap di dalam persekutuan kami yang baik di dalamMu. Biarlah hidup kami ya Tuhan menjadi berkat bagi banyak orang, lewat pekerjaan, pelayanan dan seluruh cara hidup kami. Tuhan ajari dan kuatkan kami untuk hidup sesuai dengan kehendakMu. Inilah doa dan permohonan kami, di dalam nama anakMu Tuhan Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.



C.Pdt. Frans M. Sormin, S.Th- LPP II di Kantor Departemen Koinonia HKBP

Pustaka Digital